Hidup Berdamai dengan Semua

berdamaiJumat, 27 Februari 2015: Prapaskah I Yeh. 18:21-28; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Mat. 5:20-26. …. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga… …. Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala…. Bacaan-bacaan hari ini menantang kita untuk hidup dalam damai dan kasih dengan sesama. Namun sering kita membiarkan dosa dan amarah menguasai hidup kita. Dari bacaan pertama kita belajar untuk mengolah emosi kita. Allah mengingatkan Kain, “Mengapa kamu marah? Dosa sudah mengintip di pintu namun kamu harus menguasainya.” (Kej 4:6-7). Kita harus mengendalikan emosi kita dan menguasai kecenderungan terhadap dosa. Yesus Kristus mengajak kita untuk menyingkirkan setiap amarah dari diri kita oleh daya rahmat. Kita harus berbelas kasih dan berbaik hati atas dasar kasih dan pengampunan yang memancar dari hati kita. Mari kita hidup dalam damai dan kasih dengan siapa saja dan apa saja. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang menganugerahkan kepada kita contoh utama berbelaskasih dan daya mengalahkan kejahatan. Hanya rahmat dan kasihNya sajalah yang dapat membebaskan hati dan budi kita dari belenggu luka kesombongan diri kita. Mari kita cepat berdamai dengan mereka yang melukai kita. Kita mohon pada Yesus untuk membebaskan kita dan memenuhi hati dan budi kita dengan kasih dan kebenaran. Tuhan Yesus Kristus semoga kami mampu mendamaikan yang saling marah. Buatlah hati kami hangat, penuh belarasa dan mengampuni semua termasuk yang menyakiti kami. Semoga kami hanya berpikir dan berkata tentang yang menyenangkanmu dan menjadi pelayan yang baik bagi semua yang kami jumpai kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ist

berdamai

Jumat, 27 Februari 2015: Prapaskah I
Yeh. 18:21-28; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Mat. 5:20-26.

…. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga…

…. Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala….

Bacaan-bacaan hari ini menantang kita untuk hidup dalam damai dan kasih dengan sesama. Namun sering kita membiarkan dosa dan amarah menguasai hidup kita. Dari bacaan pertama kita belajar untuk mengolah emosi kita. Allah mengingatkan Kain, “Mengapa kamu marah? Dosa sudah mengintip di pintu namun kamu harus menguasainya.” (Kej 4:6-7).

Kita harus mengendalikan emosi kita dan menguasai kecenderungan terhadap dosa. Yesus Kristus mengajak kita untuk menyingkirkan setiap amarah dari diri kita oleh daya rahmat. Kita harus berbelas kasih dan berbaik hati atas dasar kasih dan pengampunan yang memancar dari hati kita. Mari kita hidup dalam damai dan kasih dengan siapa saja dan apa saja.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang menganugerahkan kepada kita contoh utama berbelaskasih dan daya mengalahkan kejahatan. Hanya rahmat dan kasihNya sajalah yang dapat membebaskan hati dan budi kita dari belenggu luka kesombongan diri kita. Mari kita cepat berdamai dengan mereka yang melukai kita. Kita mohon pada Yesus untuk membebaskan kita dan memenuhi hati dan budi kita dengan kasih dan kebenaran.

Tuhan Yesus Kristus semoga kami mampu mendamaikan yang saling marah. Buatlah hati kami hangat, penuh belarasa dan mengampuni semua termasuk yang menyakiti kami. Semoga kami hanya berpikir dan berkata tentang yang menyenangkanmu dan menjadi pelayan yang baik bagi semua yang kami jumpai kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ist

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply