Hidup Berbeda di Dunia yang Sama

Ayat bacaan: Yehezkiel 36:26
======================
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”

hidup berbeda di dunia yang sama, mukjizat, manusia baru

Beberapa bulan yang lalu saya pernah menuliskan tentang kesaksian seorang musisi jazz asal Amerika kepada saya yang mengalami mukjizat lewat hadirnya malaikat menyelamatkan dirinya. Pada waktu itu ia mengalami musibah dimana mobilnya bertabrakan dengan sebuah truk besar. Tabrakan itu parah sehingga mobilnya hancur tidak berbentuk lagi. Dalam kondisi demikian, seharusnya ia pun tewas seketika. Namun lihatlah apa yang terjadi. Ia mengaku melihat sosok yang mengulurkan tangan dan menariknya keluar dari mobil. Ajaib, ia hanya perlu diopname sebentar, dan dua minggu setelah kejadian itu ia sudah tampil lagi di atas panggung. “He sent His angel to save me..” katanya sehari setelah kejadian, ketika ia masih terbaring di rumah sakit lewat email. Ini sebuah mukjizat luar biasa yang hadir kepada seorang selebritis yang memang selalu menjaga kekudusan dan hubungan dengan Tuhan dengan baik. Dari musisi dalam negeri, ada pula seorang penyanyi jazz senior yang dengan berani mengatakan betapa luar biasanya Yesus dalam sebuah wawancara terbuka. Ia sempat mengalami cedera patah kaki dan beberapa bagian lain dari tubuhnya, tapi ternyata saat ini ia kembali pulih seperti tidak pernah mengalami kecelakaan apapun. “Semua itu karena Yesus, Tuhan kita luar biasa.” katanya dalam wawancara, dan juga ia katakan langsung kepada saya dalam beberapa kali perjumpaan. Ada beberapa musisi jazz terkenal luar negeri lagi yang memang secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan rohani. Mereka bahkan sering memberkati lewat status pada sebuah situs jejaring terkenal di dunia maya. Ada juga musisi jazz kita yang saya tahu masih aktif melayani di gereja hingga kini meski ia tengah menapak kesuksesan karirnya.

Dunia selebritis adalah dunia penuh kemilau yang penuh dengan hal-hal yang bisa menyilaukan dan menyesatkan para penghuninya setiap saat. Banyak orang yang sudah langsung mencibir jika mendengar kata selebritis, dan itu bukan tidak beralasan. Kita sering melihat perilaku-perilaku tidak baik yang dipertontonkan secara bebas oleh mereka. Kawin cerai, hamil di luar nikah, menggugurkan kandungan, tidak mengakui orang tua kandung, selingkuh, mabuk-mabukan, obat terlarang, pesta pora dan sebagainya, belum lagi sikap angkuh dan lain-lain, semua ini seolah-olah menjadi hal yang lumrah bagi mereka. Tapi lihatlah ada beberapa orang-orang di dalam dunia ini yang ternyata tampil berbeda. Mereka memang hidup di dalam dunia yang sama, tapi gaya hidup mereka berbeda. Dan Tuhan memberkati mereka secara luar biasa, mukjizat-mukjizat Tuhan nyata terjadi. Hidup mereka bisa bersinar menjadi terang di dunia yang gelap, dan kesaksian-kesaksian mereka bisa menjadi berkat bagi banyak jiwa. Hidup di dunia yang sama bukan berarti kita harus ikut-ikutan sesat seperti yang dilakukan kebanyakan orang di dalamnya. Di sisi lain, jika ingin berbeda, kita tidak pula harus menjauhi mereka, menganggap mereka musuh dan tampil eksklusif sendirian. Tidak demikian. Sebab jika demikian, maka kita tidaklah bisa menjadi terang bagi mereka. Sifat eksklusif itu hanyalah akan membuat anak-anak Tuhan memiliki sifat yang menakutkan atau aneh. Tuhan Yesus memberikan pesan penting yang berbunyi seperti ini: “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15). Segala mahluk berbicara mengenai semua suku, golongan dan ras. Dalam bahasa Inggris dikatakan “of the whole human race.” Ini sudah jelas menunjukkan bahwa kita tidak pernah diminta hanya egois mementingkan diri sendiri atau kelompok kita saja. Sudah saatnya gereja tidak lagi dibatasi oleh dinding-dinding gereja namun haruslah bisa memasuki berbagai aspek kehidupan di luar dinding seperti market place, lingkungan dan lain-lain dimana kita berada. Untuk bisa menjadi terang dan garam seperti yang disebutkan dalam Matius 5:13-16 tentu kita harus bersinggungan dengan dunia, karena jika kita menyepi dari dunia, kita tidak akan pernah bisa menjadi terang yang bisa dinikmati banyak orang. Tapi di sisi lain kita tidak boleh pula terpengaruh dan ikut-ikutan sesat bersama dunia.

Ayat bacaan hari ini berbicara mengenai sebuah nubuat yang disampaikan melalui Yehezkiel. “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” (Yehezkiel 36:26). Ini nubuatan yang digenapi lewat kehadiran Yesus di dunia dan karya penebusannya dengan mati di atas kayu salib. Lewat menerima Yesus kita dilahirkan kembali dalam roh. Ada Roh Allah yang masuk ke dalam diri kita dan memimpin roh kita. Itulah yang memungkinkan kita untuk tetap bisa bersinggungan dengan dunia tanpa harus tersedot ke dalam pergaulan yang sesat. Dalam surat Korintus dikatakan demikian: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Inilah anugerah yang menyertai kita ketika kita menerima Kristus. Artinya kita sebenarnya sudah diperlengkapi Tuhan untuk bisa menjadi terang dan garam bagi dunia, untuk mewartakan kabar gembira kepada semua mahluk. Tidak ada alasan lagi sebenarnya untuk ikut-ikutan terseret arus kesesatan yang ditawarkan oleh kehidupan dunia, meski kita hidup di sana.

Jika kita masih terpengaruh, itu artinya kita belumlah mengimani sepenuhnya sebentuk anugerah Tuhan yang telah Dia sediakan bagi kita untuk menjadi manusia baru. Artinya, kita masih berkutat pada manusia lama kita, pada kebiasaan-kebiasaan buruk kita di masa lalu dan tidak menyadari bahwa sebenarnya itu sudah disalibkan bersama Kristus. “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Roma 6:6). Oleh karena itulah Paulus mengingatkan demikian: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (12:2). Semua itu sudah diberikan, oleh karenanya janganlah mengikut arus dunia yang penuh kedagingan, tapi berubahlah lewat pembaruan yang telah dikaruniakan Allah buat setiap orang percaya. Jika kita mengimani hal itu, kita pun bisa tetap teguh meski berada di tengah-tengah dunia dengan segala kemilaunya yang penuh dengan penyimpangan dan tipu muslihat.

Kehidupan selebritis adalah kehidupan yang penuh dengan rupa-rupa godaan. Tidak mudah untuk tetap taat atau kudus ketika hidup di dalamnya. Tapi sebagian selebritis dalam dan luar negeri sudah membuktikan mereka mampu hidup berbeda meski tinggal dalam dunia yang sama. Mereka tetap bisa hidup benar walaupun bersinggungan dengan banyak orang atau kondisi yang bisa menyeret mereka untuk jatuh. Sulit memang, tapi bukan tidak mungkin. Karena Tuhan telah menyediakan segala yang dibutuhkan untuk tetap kuat dalam kondisi kehidupan apapun. Jika mereka sanggup, bagaimana dengan kita? Dunia yang kita hidupi saat ini pun berisi dengan berbagai kemungkinan yang bisa menipu diri kita, menjebak kita untuk terperosok dalam dosa, namun kita bisa terhindar dari itu semua jika kita dengan kuat berpegang kepada Tuhan dan mengimani betul semua yang telah Dia sediakan bagi kita. Firman Tuhan berkata: “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” (Mazmur 91:14). Itu janji Tuhan bagi semua orang yang mengenalNya. Di satu sisi kita tidak boleh bersikap eksklusif dan tidak peduli kepada sesama. Kita harus mengasihi mereka, kita harus menjadi terang dan garam dan melakukan amanat agung yang diberikan Kristus, dan di sisi lain kita harus menjaga agar jangan sampai terseret arus keduniawian yang menyesatkan. Tuhan telah mengaruniakan segalanya bagi kita untuk itu. Karenanya marilah kita hidup berbeda di dunia yang sama tanpa harus terlihat aneh atau eksklusif sekaligus terus tampil menjadi berkat buat orang banyak.

Jadilah anak-anak Tuhan yang bersinar di luar tembok gereja dimanapun anda berada

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply