Hati Yang Lembut

0
7

Ayat bacaan: Matius 5:5
======================
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”

“Tinggal di ibukota itu sama dengan menandatangani kontrak untuk mati muda.” kata teman saya yang baru pindah ke sana pada suatu kali sambil tertawa. Ia memang bercanda, tetapi apa yang ia katakan mengacu kepada situasi sulit yang terus menerus harus dialami setiap hari terutama dalam menghadapi kemacetan di jalan raya. Ia berasal dari kota kecil dengan udara sejuk, sehingga tidak heran ia ‘terkejut batin’ melihat kondisi di jalanan ibukota Jakarta. Panas terik menyengat membuat orang-orang dalam mobil yang tidak memiliki AC menjadi gerah luar biasa. Kemacetan yang seringkali menghambat perjalanan hingga berjam-jam membuat kebanyakan orang menghabiskan sebagian besar waktunya justru di jalanan. Ada teman lain yang mengatakan bahwa sulit untuk membuat dua janji dalam sehari di Jakarta, terutama apabila lokasinya saling berjauhan. Kalau sudah panas dan macet, emosi pun bisa cepat meningkat. Tidak saja itu membuat kita gampang tersinggung dan berselisih dengan orang lain di jalan raya, tapi itu pun jelas-jelas tidak baik buat kesehatan kita.

Betapa sulitnya menahan emosi ketika kita sedang stres, sedang menghadapi masalah, kurang tidur bahkan ketika terjebak macet dibawah terik matahari. Marah mungkin wajar untuk batas tertentu, asal tidak berkepanjangan sehingga membuka kesempatan bagi iblis untuk menjerumuskan kita ke dalam berbagai kejahatan. Jadi jelas penting bagi kita untuk mengasah kemampuan dalam hal mengendalikan emosi sedini mungkin sebelum emosi kita menjadi melebar melebihi batas. Memiliki hati yang lembut akan sangat membantu proses tersebut.

Siapa tokoh yang memiliki kelembutan hati melebihi siapapun menurut Alkitab? Tokoh itu adalah Musa. Ayatnya ada dalam kitab Bilangan. “Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.” (Bilangan 12:3). Mengapa Musa? Itu jelas masuk akal. Bayangkan bangsa besar yang ia pimpin menuju tanah terjanji adalah bangsa yang dikatakan tegar tengkuk alias bandelnya bukan main. Bangsa Israel sudah mengalami berbagai bentuk mukjizat Tuhan secara langsung tepat di depan mata mereka, tetapi mereka tetap begitu mudah untuk mengeluh dan bereaksi negatif atas setiap kesulitan yang mereka hadapi. Mereka terus bersungut-sungut. Mengolok-olok, menyudutkan, menyindir, sinis dan menunjukkan sikap memberontak tanpa tahu bersyukur, dan semua itu semua itu menjadi makanan Musa sehari-hari secara terus menerus selama puluhan tahun. Saya membayangkan mungkin kalau kita yang ada di posisi Musa, bisa bertahan seminggu saja sudah bagus. Tapi ternyata Musa sanggup mengendalikan emosinya dan terus mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan untuk ia perbuat.

Kelembutan hati akan mampu membuat kita tidak gampang terpancing emosi dan mudah tersinggung. Kelembutan hati akan menghindarkan kita dari perdebatan-perdebatan yang didasari ego yang tidak konstruktif bahkan sia-sia. Kelembutan hati akan membuat kita tidak mendendam dan mampu mengampuni. Tuhan Yesus pernah mengingatkan kita agar memiliki hati yang lemah lembut dalam rangkaian ucapan bahagia yang Dia ucapkan di atas bukit di depan ribuan orang. “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” (Matius 5:5). Lemah lembut seperti apa yang Yesus maksud? Dalam versi bahasa Inggris kita membaca rincian yang lebih detail: “the mild, patient, long suffering”, alias “lembut, sabar dan tahan dalam penderitaan atau tabah”. Orang yang memiliki sikap seperti ini dikatakan Yesus akan memiliki bumi. Tuhan akan memenuhi janjiNya pada mereka ini, bukan kepada orang yang pendek kesabarannya, cepat emosi, kasar dan cepat mengeluh.

Sebuah tips menarik hadir lewat Daud mengenai kesabaran. “Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:1-5). Tuhan itu setia dan akan selalu memperhitungkan baik buruknya perbuatan manusia. Kita diingatkan untuk senantiasa bergembira dan setia, serta menyerahkan hidup kita kepadaNya dengan kepercayaan penuh. Selanjutnya Daud berkata “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.” (ay 8-9). Ini paralel dengan apa yang dikatakn Yesus di atas. Kemarahan tidaklah mendatangkan hal baik tapi bisa membawa orang untuk terjerumus pada kejahatan, yang pada akhirnya akan dilenyapkan.

Pada kesempatan lain Yakobus mengingatkan pula agar kita cepat untuk mendengar, tapi lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah. (Yakobus 1:19).  Mengapa? “sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (ay 20). Memang tidaklah mudah untuk bisa menahan diri, tapi itulah yang menjadi kehendak Tuhan dan berkenan di hadapannya. Mungkin sulit bagi kita untuk meniru figur Musa dalam hal kelembutan hati, tapi tidak ada salahnya untuk mulai mencoba. Adakah di antara teman-teman yang merasa sulit mengendalikan emosi saat ini? Apakah anda gampang tersulut emosi ketika berkendara ditengah macet dan terik panas setiap hari di jalan raya? Redakanlah emosi anda dan tersenyumlah. Anda bisa memutar lagu-lagu yang bisa membantu anda agar lebih rileks, lebih baik lagi jika anda memutar lagu-lagu pujian/penyembahan dan ikut bernyanyi memuji Tuhan selagi terjebak macet seperti itu. Itu akan jauh lebih berguna ketimbang membiarkan diri dikuasai emosi. Itu yang sering saya lakukan, dan saya telah membuktikan sendiri bahwa itu sangat efektif. Apa yang penting adalah agar kita tidak gampang emosi dan tetap menjaga hati kita agar tetap lembut. Jangan anti dikritik, jangan gampang tersinggung, jangan mendendam, dan hati yang lembut pun berperan sangat penting dalam hal ini. Disanalah anda akan merasakan kebaikan Tuhan dengan penuh sukacita tanpa terganggu oleh situasi tidak mengenakkan apapun di sekitar anda.

Miliki hati yang lemah lembut sesuai kehendak Bapa di Surga

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here