Haruskah saya menjadi pendeta?

Ayat bacaan: Kisah Rasul 10:42-43
===========================

“Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

Pada masa kuliah, ada sebagian teman2 saya yang begitu meyakini kebenaran firman, dan ingin jadi pelaku dalam mewartakan kabar gembira, sehingga mereka tampil frontal bak pendeta dimanapun mereka berada. Dapat diduga, kelompok ini segera dijauhi orang. Orang merasa enggan dekat dgn mereka, karena apapun yang mereka katakan, pasti akan ditelaah langsung menurut alkitab, tanpa pandang bulu. Kata2 seperti: “sudahkah kamu mengenal Yesus?” jadi kata pembuka yang favorit. Saya pada saat itu belum bertobat, dan mereka sempat datang ke rumah untuk “mewartakan kabar gembira”, alias menceramahi saya dengan segudang kata yang diambil dari alkitab. Pandangan saya waktu itu cuma satu: menyeramkan!

Ya, saya tahu bahwa adalah kewajiban kita untuk mengenalkan Yesus kepada orang banyak. Saya tahu bahwa keselamatan hanya ada didalam Yesus, seperti yang banyak kita temukan dalam berbagai paragraf dalam injil. Tapi yang orang sering lupa, memberitakan dan bersaksi tentang Yesus tidak berarti kita harus tampil frontal bak prajurit2 perang bersenjatakan pedang alkitab pada sekitar kita. Tidak. Hal tersebut seringkali menakutkan, menjengkelkan, dan membuat orang makin jauh dari Yesus. Syukur2 anda tidak sampai dibawa ke kantor polisi sbg akibat provokasi dan melanggar SARA. Disisi lain, ada sebagian orang yang merasa tidak memiliki cukup pengetahuan dan kemampuan untuk menjadi saksi Kristus. Salah seorang teman berkata, “itu tugasnya pendeta deh… saya belum mengetahui betul isi injil, hapal aja enggak..”. Atau ada juga yang langsung keringat dingin dan takut ketika harus tampil dihadapan sekian banyak orang. Haruskah kita menghapal dulu seluruh isi alkitab, dan mendalami sampai ke akar2nya, baru kita boleh mewartakan kabar gembira ini?

Teman, di berbagai kisah dalam injil, Tuhan mengangkat nabi2 dengan latar belakang yang berbeda2. Bahkan yang punya latar belakang pahit, kelam dan penuh dosa pun, Tuhan tetap pakai mereka. Kita tidak perlu menjadi pendeta untuk menjadi saksi Kristus. Kita tidak perlu kemana2 menenteng Alkitab, menceramahi orang dimana saja dan kapan saja, kita tidak perlu sekolah teologia dulu untuk mampu menjadi cerminan kasih Tuhan. Ya, dari latar belakang manapun anda, jika anda membuka diri anda untuk tampil sebagai saksi Tuhan, anda akan dipakaiNya. Apakah anda seorang insinyur, dokter, wiraswasta, usahawan, karyawan, ibu rumah tangga ataupun pengangguran sekalipun, anda bisa tetap menjadi pelaku, karena masih sangat banyak disekitar kita yang belum mengenal Kristus, dan karenanya belum diselamatkan. Contoh paling sederhana, dengan suasana keluarga anda yang harmonis, dengan kehidupan sosial anda yang penuh kasih terhadap sesama, dengan berbagai perbuatan2 baik anda pada sekeliling anda, anda sudah menjadi saksi dan mengenalkan siapa Kristus itu sebenarnya. Bayangkan, jika keluarga anda jadi sorotan karena sering bertengkar dan didengar sampai radius seratus meter setiap hari, tetapi anda sibuk menceramahi tentang Yesus, tidak akan ada seorangpun yang percaya, apalagi bertobat.

Mewartakan injil seharusnya sudah menjadi bagian alami dalam kehidupan kekristenan. Jangan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang super istimewa dan luar biasa. Dari kehidupan sehari2 anda lah, orang akan melihat bahwa Yesus itu sungguh luar biasa. Ada banyak panggilan untuk anda, sehingga anda tidak harus menjadi pendeta, pastor, pengkotbah jalanan, misionaris, atau door to door evangelist untuk mewartakan injil. Masing2 punya panggilan tersendiri. Saya sendiri, yang belum lama lahir baru, dan kemaren2 masih banyak bolongnya untuk saat teduh dan berdoa, memilih untuk patuh pada Tuhan, dan percaya, bahwa kesepuluh jari yang saya pergunakan ini akan dibimbing olehnya untuk menuliskan isi hatiNya. Untuk mewartakan injil dan membawa berita suka cita, kita tidak memakai kemampuan kita sendiri, melainkan kuasa Yesus dan urapan Roh Kudus lah yang akan membawa orang2 untuk mendekatkan diri padaNya, melalui kita, anak2Nya. Sentuh hati mereka, berikan yang terbaik, kasihi mereka tanpa memandang asal usulnya, dengan kasih Allah, dan lihatlah mereka akan melihat bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa dan ajaib.

Siapkah anda untuk bersaksi tentang Yesus? jika bersedia, bukalah hati dan patuhlah, hiduplah menjadi cermin kasih Bapa, dan Dia akan mengirim orang2 kepada anda untuk diselamatkan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply