Harta Bukanlah Segalanya

Ayat bacaan: 1 Raja Raja 3:11-13
=========================
“Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.”

kekayaan bukan segalanya

Ingat lagunya Oppie? “Andai a a a a a.. ku jadi orang kaya..” lirik ini mungkin menyuarakan permintaan banyak orang yang membayangkan betapa nikmatnya hidup bergelimang harta. Jika anda diberi satu kesempatan untuk meminta dan pasti dikabulkan, apa yang anda minta? Semoga bukan anda, tapi saya rasa banyak orang yang akan segera meminta harta berlimpah. Saya sering mendengar orang berkata, “seandainya aku bisa sekaya dia, aku tidak perlu susah lagi..” Dan banyak orang yang bekerja mati-matian, melupakan anak,istri dan keluarganya, tidak bisa lagi menikmati hidup, karena mereka mengejar kekayaan, menimbun harta sebanyak-banyaknya selagi masih bisa.

Satu pelajaran menarik bisa kita ambil dari kisah Salomo yang bisa dibaca pada kitab Raja Raja 3:1-15. Pada suatu hari Salomo bertemu Tuhan dalam mimpinya. Tuhan memberi kesempatan bagi Salomo untuk meminta sesuatu. Apa yang diminta Salomo? Kekayaan, kekuasaan, kemakmuran, umur panjang? Tidak, Salomo meminta hikmat; hati yang paham menimbang perkara, hati yang bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Allah pun senang dengan permintaan Salomo. Dia mendapatkan hikmat begitu besar, akal yang begitu luas melebihi dataran pasir di tepi laut, yang menjadikannya lebih dari siapapun hingga banyak orang dari segala bangsa pun datang untuk mendengar hikmat Salomo. Tuhan tidak berhenti memberkati sampai di sini saja. Karena apa yang diminta Salomo baik adanya, dan tidak berfokus pada keuntungan pribadi yang sifatnya sementara saja, Tuhan pun memberkati Salomo semua itu tanpa ia minta.

Semua orang tidak ingin hidup susah, semua orang ingin kaya. Tapi Tuhan tidak menginginkan kita hanya fokus untuk menimbun harta. Dalam Amsal 23:4 Salomo pun mengingatkan kita:”Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.” 1 Timotius 6:9-10 juga mengingatkan kita bahwa keinginan daging untuk menjadi kaya akan menjerumuskan kita kedalam jerat yang hampa dan mencelakakan, membawa keruntuhan dan kebinasaan. Banyak di antara kita yang tadinya bertumbuh dalam iman dan hidup taat, tetapi ketika berkat keuangan mulai tercurah, kilauan harta membutakan mereka. Jadilah mereka hamba-hamba harta yang mengorbankan semuanya, termasuk iman dan waktu-waktu mereka bersama Tuhan demi meraup uang lebih lagi.

Bukan kuat manusia yang membuat diri mereka kaya, tapi dari Tuhan lah semua itu berasal. (1 Samuel 2:7). Kita memperoleh karunia hikmat dan kebijaksanaan, hati yang mampu membedakan hal yang baik dan buruk, akal luas, kepintaran, jika kita tetap taat dan dekat dengan Tuhan. Tidak perlu meminta harta, tahta dan lainnya, karena Tuhan telah menjamin hidup anak-anakNya yang selalu bertekun dalam iman agar tak kekurangan suatu apapun seperti yang tertulis dalam Ulangan 2:7 atau Yakobus 1:4. Ketika harta materi bisa sewaktu-waktu habis dan hilang, hikmat, kebijaksanaan dan akal budi mampu menuntun kita untuk tetap bisa membedakan yang baik dan jahat, serta membuka mata kita tentang segala kebaikan Tuhan. Mana yang anda pilih?

Hikmat dan kebijaksanaan jauh lebih berharga, dan bisa mendatangkan lebih dari yang anda butuhkan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

2 Comments

  • Lirik sebuah lagu “harta adalah hiasan hidup semata”. Dan sebuah perenungan, untuk apa umur yang panjang kalau hanya untuk menambah dosa. Terimakasih

  • Hikmat atau kebijaksanaan dipengaruhi bagaimana intensitas komunikasi dan kesetiaan kita kepada Tuhan. Terimakasih

Leave a Comment