Hari VII Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani Sejak 1908

doa persatuan umat kristiani 1Sabtu, 24 Januari 2015, PW St. Fransiskus dr Sales Ibr. 9:2-3,11-14; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Mrk. 3:20-21 … Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi… Injil hari ini mewartakan kepada kota tentang kerabat Yesus yang menganggap Yesus tidak waras saat Ia memulai karya publik-Nya. Kita ingat sabdaNya bahwa musuh-musuh kita justru akan datang dari dalam rumah kita sendiri (bdk. Mat 10:36). Injil Markus menyampaikan reaksi kerabat Yesus. Mereka pikir Yesus sudah gila. Ia tidak waras lagi, kata mereka. Sebagaimana kita ketahui, Yesus selalu mendapat perlawanan dari para pemimpin Yahudi. Namun bagi Yesus, tantangan terberat justru dari kerabatNya sendiri yang menganggapNya tak waras alias gila. Apa pelajaran bagi kita? Saat kita mengimani Yesus dan menjadi orang Kristen, kita pun akan menghadapi tantangan dari keluarga kita pula. Tantangan terberat justru datang dari orang-orang terdekat kita. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus dan belajar dariNya dalam menghadapi tantangan dan kesulitan dari kerabat kita. Mari kita bersiap sedia taat setia mengikuti Yesus meski menghadapi tantangan dan kesulitan. Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu mengutamakan Dikau dan mengalami sukacita dalam melakukan kehendakMu. Semoga belas kasihMu tumbuh dalam diri kami terutama dalam menghadapi tantangan dan kesulitan kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

doa persatuan umat kristiani 1

Sabtu, 24 Januari 2015, PW St. Fransiskus dr Sales

Ibr. 9:2-3,11-14; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Mrk. 3:20-21

… Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi…

Injil hari ini mewartakan kepada kota tentang kerabat Yesus yang menganggap Yesus tidak waras saat Ia memulai karya publik-Nya. Kita ingat sabdaNya bahwa musuh-musuh kita justru akan datang dari dalam rumah kita sendiri (bdk. Mat 10:36).

Injil Markus menyampaikan reaksi kerabat Yesus. Mereka pikir Yesus sudah gila. Ia tidak waras lagi, kata mereka.

Sebagaimana kita ketahui, Yesus selalu mendapat perlawanan dari para pemimpin Yahudi. Namun bagi Yesus, tantangan terberat justru dari kerabatNya sendiri yang menganggapNya tak waras alias gila.

Apa pelajaran bagi kita? Saat kita mengimani Yesus dan menjadi orang Kristen, kita pun akan menghadapi tantangan dari keluarga kita pula. Tantangan terberat justru datang dari orang-orang terdekat kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus dan belajar dariNya dalam menghadapi tantangan dan kesulitan dari kerabat kita. Mari kita bersiap sedia taat setia mengikuti Yesus meski menghadapi tantangan dan kesulitan.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu mengutamakan Dikau dan mengalami sukacita dalam melakukan kehendakMu. Semoga belas kasihMu tumbuh dalam diri kami terutama dalam menghadapi tantangan dan kesulitan kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply