Hari Minggu Berdoa, Hari Rabu Mencari Kerja

HAMPIR enam tahun yang lalu saya di-PHK oleh perusahan tempat kerja saya di Minneapolis, Minnesota, Amerika. Pengalaman pahit ini sebetulnya tidak begitu mengagetkan, karena memang waktu itu banyak karyawan yang di-PHK terutama yang bekerja di bagian teknologi informasi dan personalia. Dan saya bekerja sebagai Technical Recruiter. Setelah diskusi dengan istri, kami membuat rencana untuk mencari […]

Celebrate discovery papan pengumuman by Api Sulistyo

HAMPIR enam tahun yang lalu saya di-PHK oleh perusahan tempat kerja saya di Minneapolis, Minnesota, Amerika. Pengalaman pahit ini sebetulnya tidak begitu mengagetkan, karena memang waktu itu banyak karyawan yang di-PHK terutama yang bekerja di bagian teknologi informasi dan personalia.

Dan saya bekerja sebagai Technical Recruiter.

Setelah diskusi dengan istri, kami membuat rencana untuk mencari pekerjaan baru.

Saya teringat suatu semboyan yang mengatakan “Looking for a job is a full time job”. Mencari pekerjaan adalah suatu pekerjaan penuh. Artinya kita perlu meluangkan waktu paling tidak delapan jam sehari. Kegiatan ini bisa diisi dengan menulis resume, networking, membaca lowongan kerja, dst.

Dalam proses menjalin koneksi, saya mendapatkan informasi bahwa banyak gereja di Amerika menyediakan layanan khusus bagi pencari kerja. Pertemuan pencari kerja biasanya diadakan setiap hari Rabu jam 11:00 pagi dipimpin oleh relawan yang juga anggota gereja setempat. Setelah mencari informasi lebih lanjut, saya menghadiri salah satu dari pertemuan ini di gereja kristen, sekitar enam kilometer dari rumah saya.

“Elevator speech”

Dalam pertemuan kami waktu itu ada 16 orang. Acara pertama adalah perkenalan. Setiap peserta diberi waktu 30 detik untuk memperkenalkan diri secara padat jelas. Perkenalan seperti ini biasa disebut ‘elevator speech’. Jadi seperti kita berada di elevator dan memperkenalkan diri dalam waktu yang singkat.

Elevator speech harus merangkum hal-hal penting seperti nama, bidang keahlian, pendidikan, pengalaman, dan jenis pekerjaan yang dicari.

Setelah acara perkenalan, agenda berikutnya lebih leluasa dan bisa mencakup hal-hal yang berhubungan dengan mencari kerja. Seorang peserta mengeluh bahwa dia tidak pernah mendapat panggilan walaupun dia sudah mengirimkan lamaran ke banyak lowongan. Dari diskusi yang berlangsung ternyata resume-nya tidak mempunyai tujuan yang jelas serta kurang informatif.

Saya juga masih ingat seorang peserta lain mengatakan bahwa dalam mencari kerja anda perlu mengenal banyak orang. Tetapi lebih penting lagi adalah menemukan orang yang mengenal anda. Karena orang yang mengenal anda itulah yang akan bisa menjadi referensi.

“It is not about who you know, but who knows you.”

Dari pertemuan lain di gereja Katholik, Nama Kudus Yesus (The Holy Name of Jesus) saya sempat mendapatkan referensi dari seorang di suatu perusahaan swasta. Dan akhirnya saya memang mendapatkan tawaran. Tapi karena berbagai faktor, saya terima tawaran lain.

Pertemuan di gereja ini juga bisa dipakai untuk tukar pengalaman tentang wawancara kerja, tawar menawar gaji, penulisan surat pengantar, menghubungi orang lewat tilpun, dan lain-lain. Gereja yang cukup besar kadang bisa mengundang nara sumber yang bisa berbagi wawasannya tentang mencari kerja. Nara sumber ini biasanya anggota gereja yang bekerja di bagian personalia.

Kemudahan dari Gereja

Pihak Gereja sebetulnya tidak dituntut banyak untuk menyediakan layanan bagi pencari kerja. Yang dibutuhkan hanyalah tempat untuk pertemuan serta mencari relawan sebagai fasilitator. Saya kira ada banyak anggota gereja yang bisa menjadi fasilitator kalau ada kemauan.bingung cari kerja

Sampai hari ini saya masih sering menerima informasi lewat email dari Bill Corrigan, fasilitator di gereja Katoolik Nama Kudus Yesus. Dia menyebarkan informasi lowongan kerja yang dia terima dari berbagai perusahaan, lembaga sosial, pemerintahaan, dan pendidikan.

Saya tidak heran kalau layanan seperti ini sudah diberikan oleh beberapa gereja di Indonesia. Berdasarkan pengalaman pribadi, layanan ini sangat berharga bagi pencari kerja. Selain untuk mendapatkan pekerjaan, layanan ini sebetulnya juga membantu pencari kerja untuk mendapatkan rasa percaya diri serta semangat untuk berjuang. Bantuan ini penting sekali karena orang yang kehilangan pekerjaan, apapun alasannya, merasa tertekan, kurang percaya diri, dan patah semangat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply