Hari IV Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani Sejak 1908

sabath by ellen whiteRabu, 21 Januari 2015 PW St. Agnes Ibr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 3:1-6 Yesus berkata kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Bagaimanakah kita sungguh memuji Allah melalui Perayaan Ekaristi Hari Minggu sebagai Hari Tuhan? Bagaimana pula kita memuliakan sesama kita? Lagi, kita merenungkan ajaran Yesus tentang Sabat. Sambil menunjukkab kesalahan kaum Farisi dalam memahami Sabat, Yesus menegaskan arti Sabat menurut Allah yakni untuk berbuat baik dan menyelamatkan daripada untuk berbuat jahat dan menghancurkan kehidupan. Kemarin kita merenungkan Sabat sebagai cara kita untuk memuji Allah atas segala karya keselamatanNya bagi kita. Sabat tak boleh menghalamgi kita untuk berbuat baik bagi sesama. Bagaimana kita sebagai umat Kristiani memahami Sabat? Apa ragnifikansi dan relevansi Sabat bagi kita? Kita umat Kristiani merayakan hari Minggu sebagai Hari Tuhan. Pada hari Minggu kita mengenang karya penebusan dan ciptaan baru yang digenapi Allah dalam wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita baharui komitmen kita untuk sungguh mengasihi Yesus Kristus, Tuhan di atas segalanya. Kita juga menyadari bahwa kasih kepada Allah meluap bagi sesama pula. Mari kita merayakan Hari Minggu sebagai hari Tuhan serta melanjutkannya dalam Adorasi Ekaristi yang jadi sumber kita untuk mengasihi sesama. Tuhan Yesus Kristus, dalam kemenanganmu atas segala dosa melalui wafat dan kebangkitanMu, berilah kami jaminan bahwa kami bolwg ambil bagian dalam istirahat surgawi abadi. Ubahlah hati kami agar kami mengasihi Dikau dan sesama dengan perbuatan baik yang bersumber dari Ekaristi dan Adorasi selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

sabath by ellen white

Rabu, 21 Januari 2015

PW St. Agnes

Ibr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 3:1-6

Yesus berkata kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”

Bagaimanakah kita sungguh memuji Allah melalui Perayaan Ekaristi Hari Minggu sebagai Hari Tuhan? Bagaimana pula kita memuliakan sesama kita?

Lagi, kita merenungkan ajaran Yesus tentang Sabat. Sambil menunjukkab kesalahan kaum Farisi dalam memahami Sabat, Yesus menegaskan arti Sabat menurut Allah yakni untuk berbuat baik dan menyelamatkan daripada untuk berbuat jahat dan menghancurkan kehidupan.

Kemarin kita merenungkan Sabat sebagai cara kita untuk memuji Allah atas segala karya keselamatanNya bagi kita. Sabat tak boleh menghalamgi kita untuk berbuat baik bagi sesama.

Bagaimana kita sebagai umat Kristiani memahami Sabat? Apa ragnifikansi dan relevansi Sabat bagi kita?

Kita umat Kristiani merayakan hari Minggu sebagai Hari Tuhan. Pada hari Minggu kita mengenang karya penebusan dan ciptaan baru yang digenapi Allah dalam wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita baharui komitmen kita untuk sungguh mengasihi Yesus Kristus, Tuhan di atas segalanya. Kita juga menyadari bahwa kasih kepada Allah meluap bagi sesama pula. Mari kita merayakan Hari Minggu sebagai hari Tuhan serta melanjutkannya dalam Adorasi Ekaristi yang jadi sumber kita untuk mengasihi sesama.

Tuhan Yesus Kristus, dalam kemenanganmu atas segala dosa melalui wafat dan kebangkitanMu, berilah kami jaminan bahwa kami bolwg ambil bagian dalam istirahat surgawi abadi. Ubahlah hati kami agar kami mengasihi Dikau dan sesama dengan perbuatan baik yang bersumber dari Ekaristi dan Adorasi selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply