Harga Manusia

Ayat bacaan: 1 Petrus 1:18-19
========================
“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”

human trafficking, perdagangan manusia, berharga di mata Tuhan

Human trafficking atau perdagangan manusia merupakan masalah global yang masih cukup sulit untuk diatasi. Data statistik perdagangan manusia cukup memprihatinkan. Meski data sebenarnya sulit untuk diperoleh, namun diperkirakan setiap tahunnya sekitar 600.000 – 800.000 wanita dan anak-anak menjadi korbannya diseluruh dunia. Dari jumlah diatas, korban di Asia mencapai total terbanyak yaitu sekitar 375 ribu, dimana 200.000-225.000 diantaranya berasal dari Asia Tenggara. Indonesia merupakan kontributor terbesar di Asia Tenggara. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan, kesulitan hidup yang membuat banyak keluarga berantakan, rendahnya tingkat pendidikan sehingga mudah terbuai bujuk rayu dan tertipu menjadi alasan utama mengapa kasus perdagangan manusia banyak terjadi di Indonesia. Di sisi lain, tingginya permintaan di beberapa negara, umumnya permintaan untuk dijadikan objek seksual membuat banyak orang jahat yang melihatnya sebagai sebuah peluang usaha. Tidak heran begitu banyak wanita dan anak-anak dibawah umur yang tertipu dengan iming-iming kerja di luar negeri, kemudian mengalami pelecehan seksual dan dijadikan budak seks. Ini baru bicara soal penipuan. Di kota kelahiran saya, sekitar tahun 1998, ada seorang ibu pemilik warung kopi yang rela menjual keperawanan anaknya yang masih dibawah umur. Ia “melelang” anaknya untuk ditawar selama seminggu, penawaran tertinggi akan mendapatkan keperawanan si anak. Akhirnya seorang pria tua memenangkan tawaran itu dengan “ganti rugi” hanya 1 juta rupiah. Sungguh keterlaluan.

Ketika banyak orang tua yang rela menjual anaknya baik dengan iming-iming kerja di luar negeri maupun terang-terangan seperti si ibu pemilik warung diatas, saya jadi berpikir, berapa sih sebenarnya harga seorang manusia? apakah harga manusia itu hanya sesuatu yang relatif dan bisa dinilai dengan segepok uang saja? Apa yang mendasari penetapan harga manusia? Rasanya keterlaluan ketika orang merasa berhak untuk memperdagangkan manusia, karena manusia bukan diciptakan oleh manusia, tapi oleh Tuhan.

Di mata Tuhan, manusia punya nilai sangat tinggi. Ayat bacaan hari ini menggambarkan bahwa kita semua begitu berharga di mataNya. Kita bukan ditebus dengan barang fana, harta kekayaan atau benda-benda yang sifatnya sementara, tapi oleh darah Kristus, yang tak bernoda dan bercacat. Segala dosa kita dan Bukankah ini sesuatu yang luar biasa, bukti nyata bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan? Kita semua dilukis pada telapak tanganNya, dan tetap ada dalam ruang mataNya (Yesaya 49:16). Tuhan begitu mengasihi kita, maka Dia mengorbankan anakNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita (Yohanes 3:16), merancang masa depan penuh harapan dalam damai sejahtera bagi kita semua (Yeremia 29:11), dan menyediakan kita semua hingga berkelimpahan (Matius 13:12). Ini semua fakta bahwa kita bernilai sangat tinggi, sangat istimewa, sangat berharga di mata Tuhan.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Efesus 1:7). Kita memperoleh pengampunan dosa dan keselamatan oleh darah Kristus sendiri. Bukan hanya ditebus, tapi malah kita dibenarkan oleh darahNya,dan karenanya kita diselamatkan dari murka Allah. (Roma 5:9). Inilah harga manusia di mata penciptanya. Hanya orang yang tidak menghargai ciptaan Tuhan-lah yang tega menjual manusia. Karena kita semua telah dibayar lunas langsung dengan darah Kristus di atas kayu salib,kita tidak boleh lagi menjadi hamba manusia. (1 Korintus 6:20). Kita semua harus menjaga diri kita baik-baik, hidup penuh kekudusan, bukan karena kita punya sejumlah harga di mata manusia, tapi karena kita sungguh berharga di mata Tuhan.

Hargailah diri sendiri dan sesama, karena kita semua sangat bernilai bagi Tuhan, Pencipta kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply