Hanya Menjalankan Kewajiban

Ayat bacaan:Luk 17:10
====================
“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

daily bread

Hari ini saya menuliskan apa yang menjadi motivasi saya untuk berkomitmen menulis renungan secara rutin. Saya bukanlah orang yang mengenal Tuhan Yesus dari kecil. Saya hidup di keluarga multi agama, dan melewatkan masa kecil saya dengan kondisi keimanan yang diperebutkan oleh kedua orang tua saya. Bukan hanya belum mengenal Yesus, hidup saya pun dulu bergelimang dosa. Satu ketika di tahun 2001, melalui serangkaian peristiwa yang sulit saya jelaskan, Tuhan menyatakan dirinya beberapa kali. Ketika ibu saya dalam kondisi serius di rumah sakit akibat kanker, saya pun mengalami lagi berbagai peristiwa yang sulit dijelaskan secara logika manusia, dan puncaknya adalah perjumpaan saya dengan Tuhan Yesus. Pada saat itu, saya tidak menunggu lagi dan segera menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi saya dan dibaptis sebagai tanda ketaatan saya. Setelah itu? Hidup tidak menjadi gampang. Saya diproses cukup keras, yang nanti pada suatu waktu akan saya bagikan sebagai renungan. Tapi yang saya tahu, dalam setiap proses yang saya jalani itu, saya merasakan betul bahwa Tuhan tetap ada bersama saya, dan Dia bukan menyiksa saya, melainkan membentuk saya menjadi manusia baru.

Saya tidak pernah sekolah alkitab. Saya bukanlah mahasiswa teologi, apalagi pendeta. Saya bukan pengarang , belajar di fakultas ilmu komunikasi atau sastra. Waktu yang saya jalani bersama Yesus juga masih seumur jagung. Saya masih belum hafal lagu2 pujian dan penyembahan, saya terkadang masih lupa berdoa sebelum makan, saya masih sering berjuang melawan keinginan daging, saya masih juga terpeleset, tapi satu hal yang pasti, saya sedang dalam proses, dan saya menikmati proses ini. Saya menyadari sepenuhnya, sebagai manusia saya tidak luput dari kesalahan, tapi sebagai murid Yesus, saya harus selalu mengakui kesalahan-kesalahan itu dan tidak akan pernah menyerah.

Saya tidak punya keinginan duniawi dalam menulis renungan setiap hari. Saya tidak mencari pujian, penghargaan, tidak bermegah terhadap diri sendiri atau motivasi2 pribadi lainnya. Pengetahuan saya mengenai alkitab pun terbatas. Apa yang saya lakukan hanyalah melakukan apa yang menjadi tugas saya sebagai murid Yesus dan tidak mengharap apa2 dari ini semua. Sejujurnya, meskipun Tuhan Yesus menjanjikan kebahagiaan ketika kita kedapatan sedang melakukan tugas pada saat kedatanganNya (Luk 12:43), tapi apa yang saya perbuat adalah ucapan syukur tidak terhingga atas penebusan Yesus buat kita semua di atas kayu salib. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana jika hal itu tidak terjadi, terlebih lagi bagaimana jika saya tidak mengalami serangkaian kesaksian seperti yang saya sebutkan diatas. Saya juga rindu lebih banyak lagi jiwa bisa diselamatkan. Bayangkan betapa ironisnya jika saya tidak berbuat apapun buat saudara2 kita yang belum selamat atau yang terperangkap dalam belenggu dosa, padahal saya sendiri mengalami kasih luar biasa Yesus setiap saat. Saya rindu untuk menyatakan bahwa di dalam Yesus lah ada keselamatan, dan upah dosa adalah maut.(Roma 6:23). Komitmen ini saya lakukan dengan penuh sukacita.

Dengan segala kerendahan hati, saya hanyalah seorang manusia yang tidak ada apa2nya. Apa yang saya tuliskan setiap hari adalah berdasarkan tuntunan Roh Kudus yang terus membimbing saya dan bukan kekuatan sendiri. Sungguh luar biasa Tuhan, dalam proses yang menjadi suatu kewajiban pun Dia tetap membimbing. Karena tanpa bimbinganNya, mustahil saya bisa menulis secara rutin seperti ini. Praise the Lord!

Penebusan di kayu salib adalah bentuk kasih terbesar dari Tuhan untuk kita semua, anak2Nya yang berharga. Tidak ada apapun yang sebanding dengan itu.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply