Hanya Berserah kepada-Nya Saja

pasrah pada tuhan by the oak initiativeSenin, 1 September 2014.Hari Biasa XXII 1 Korintus 2:1-5; Mazmur 119:97-102; Lukas 4:16-30 “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” Lukas 4:21 INJIL  yang diwartakan kepada kita pada hari ini amat istimewa bagiku. Yesus mudik dan pergi ke sinagoga bersama warga setempat. Ia datang untuk membacakan firman. Firman yang dibaca dari Kitab Nabi […]

pasrah pada tuhan by the oak initiative

Senin, 1 September 2014.Hari Biasa XXII
1 Korintus 2:1-5; Mazmur 119:97-102; Lukas 4:16-30

“Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” Lukas 4:21

INJIL  yang diwartakan kepada kita pada hari ini amat istimewa bagiku. Yesus mudik dan pergi ke sinagoga bersama warga setempat. Ia datang untuk membacakan firman.

Firman yang dibaca dari Kitab Nabi Yesaya, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luke 4:18-19).

Terhadap kutipan tersebut Yesus pun berkomentar singkat dan jelas. “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”
(Lukas 4:21).

Sayangnya, orang-orang kampung tidak percaya denga perkataan Yesus itu. Meski mereka kagum, namun mereka menolak sabda itu. Bahkan meskipun mereka sudah mendengar bahwa Yesus banyak membuat mujizat di banyak tempat lain, namun mereka tak juga percaya. Mereka meragukan Yesus!

Yesus mulai mengutip sabda yang mengejutkan mereka. Yesus justru mengutip peristiwa Perjanjian Lama, yakni peristiwa janda Sarfat dan Naaman, pada masa Nabi Elia dan Elisa. Mereka percaya dan menerima mujizat. Sementara itu, orang-orang Israel, sebagai bangsa terpilih, justru tidak percaya! (Lukas 4:25-27).

Mendengar itu, mereka semakin kalap dan marah. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu (Luke 4:29).

Apa yang dapat kita renungkan dari Injil ini? Kata Injil beraasal dari kata euvangelium yang berarti kabar baik. Nabi Yesaya telah menubuatkan kedatangan Yesus sebagai Mesias yang dicurahi Roh Kudus untuk memberikan kebebasan bagi para tawanan dan pembebasan dari dosa dan yang jahat (lih Yesaya 61:1-2). Yesus datang untuk menggenapi nubuat itu. Dialah Sang Pembebas, Dialah yang membawa pembebasan bagi kita dari belenggu tirani sosial maupun spiritual.

Adorasi Ekaristi Abadi menjadi satu bentuk pemenuhan janji pembebasan bagi kita. Janji kasih dan penyertaanNy digenapi dalam gerakan ini. Yesus Kristus mengundang kita untuk menemukan kedalaman makna hidup kita dengan menyembah-Nya. Yesus menganugerahkan kepada kita kesempatan untuk menikmati kehadiran-Nya yang akan mengubah hidup kita kita bermakna dan mendalam.

Di sana kita bisa beriman, cerdas, tangguh mendalam dan misioner.

Yesus telah merancang kehidupan kita yang memancarkan cahaya rahmat. Ia hendak memenuhi hidup kita dengan kekudusan-Nya agar kita mampu menjadi cahaya bagi sesama. Dengan Adorasi Abadi, Yesus dapat melakukan banyak mujizat-Nya asal kita percaya kepada-Nya secara total.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki hal-hal besar terjadi dalam hidup kami. Dengan Adorasi Ekaristi Abadi, bantulah kami untuk mengubah hal-hal yang biasa yang tak penting dan rutin menjadi berkah kemenangan. Mampukan kami untuk terbuka kepada Roh Kudus agar mujizat-Mu kian nyata dalam kehidupan kami, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•ĐǎƖєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan

Photo credit: Ilustrasi (Courtesy of  the Oak Initiative)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply