Hal Pengampunan (2)

(sambungan)Perumpamaan ini sesungguhnya sederhana dan secara jelas menerangkan alasan mengapa Tuhan mengharapkan kita mau mengampuni untuk menerima pengampunan daripadaNya. Dia penuh kasih dan kasihNya memerdekakan kita. Segala hutang kita dilunasi Kri…

(sambungan)

Perumpamaan ini sesungguhnya sederhana dan secara jelas menerangkan alasan mengapa Tuhan mengharapkan kita mau mengampuni untuk menerima pengampunan daripadaNya. Dia penuh kasih dan kasihNya memerdekakan kita. Segala hutang kita dilunasi Kristus di atas kayu salib, dan itu dimungkinkan ketika Tuhan tergerak didorong oleh besarnya kasihNya kepada kita. Kalau kita menerima anugerah keselamatan yang begitu besar, bukankah sangat keterlaluan apabila kita malah berlaku sebaliknya kepada orang lain? Perumpamaan ini sangatlah jelas menerangkan alasan mengapa antara mengampuni dan diampuni itu saling berhubungan. Kalau kita hubungkan dengan pesan Yesus lainnya dalam Lukas 6:38 yang berbunyi “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu”, maka kita juga akan melihat bahwa ada hubungan sebab akibat yang sama. Kalau kita mau diberi pengampunan, maka kita harus memberi pengampunan terlebih dahulu kepada orang yang bersalah kepaa kita. Ingatlah bahwa ukuran yang kita pakai untuk mengukur akan diukurkan kembali kepada kita.

Jika kita melihat Matius 18:35 di atas, maka kita harus tahu bahwa pengampunan yang kita lepaskan hendaklah dilakukan dengan segenap hati dan bukan ala kadarnya dan asal-asalan. Kita tidak boleh memaafkan hanya di mulut saja tetapi hati kita masih menyimpan dendam. Itu bukanlah bentuk pengampunan yang benar. Kita tentu tidak mau kalau Tuhan melakukan itu kepada kita bukan? Karenanya kita pun tidak boleh tanggung dalam mengampuni.

Mari kita periksa diri kita masing-masing. Apakah kita masih termasuk orang yang sulit mengampuni atau memaafkan orang lain? Jika ya, sadarilah bahwa itu akan menjadi penghalang bagi kita untuk menerima pengampunan dari Tuhan. Apabila memang masih sangat sulit, belajarlah mulai sekarang untuk bisa. Berdoalah dan mintalah bantuan Roh Kudus untuk melembutkan hati anda. Menyimpan dendam dan menolak memaafkan orang tidak akan pernah membawa kebaikan bagi kita, tapi malah menambah banyak masalah. Kita bisa kehilangan damai sejahtera, rasa bahagia, rasa tenang dan tidak bisa menikmati hidup kalau kita menyimpan dendam, terlebih lagi kita bisa kehilangan semua janji Allah apabila kita menyimpan kepahitan dan benci terhadap orang lain. Jangan biarkan roh seperti itu bercokol di dalam diri kita. Berilah pengampunan maka Tuhan akan dengan senang hati mengampuni kita.

Forgiveness is the key to freedom

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply