Ayat bacaan: Matius 24:44
=====================
“Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

gunung Merapi, kedatangan Yesus kedua kali

Gunung Merapi yang terletak di antara Jawa Tengah dan Yogyakarta adalah gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Gunung ini berdiri tegak dengan ketinggian 2968 m dan dinyatakan sebagai salah satu gunung berapi yang paling berbahaya di dunia. Sejarah mencatat sejak tahun 1548, gunung Merapi sudah meletus sebanyak 68 kali. Letusan kecil terjadi setiap 2-3 tahun sekali, dan yang lebih besar meletus dalam kisaran 10-15 tahun sekali. Karena bahayanya, sedikit saja gunung Merapi menunjukkan tanda-tanda mulai aktif, pemerintah pun akan segera mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi agar penduduk yang tinggal di lereng Merapi segera mengungsi pun akan segera dikeluarkan. Pada tahun 2006 gunung Merapi sempat mengeluarkan hujan abu vulkanik dan awan panas yang lebat. Hal ini membuat warga panik dan melarikan diri mencari tempat yang aman. Lava yang mencapai 4 juta meter kubik menutupi seluruh kapasitas kubah gunung Merapi, sehingga jika Lava kembali menyembur dari dalam, lava itu akan langsung keluar dari kubah dan menghancurkan daerah di sekitarnya. Ancaman gunung berapi memang mengerikan, begitu pula ancaman-ancaman yang diakibatkan dari berbagai bencana alam lainnya. Begitu menakutkan sehingga orang pun akan segera bergegas menyelamatkan diri ketika alam terlihat mulai menunjukkan tanda-tanda terjadinya bencana.

Setelah Yesus meninggalkan Bait Allah untuk terakhir kalinya dan duduk di atas Bukit Zaitun, murid-murid Yesus bertanya tentang kapan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya dan apa yang akan menjadi tanda dari kedatanganNya. “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Matius 24:3). Yesus kemudian menjelaskan dengan panjang lebar banyak hal yang akan menjadi tanda kedatanganNya mulai dari deru perang, pengikut Yesus akan diserahkan untuk disiksa dan dibunuh, akan banyak orang murtad, kebencian merajalela, dan sebagainya. Meski menjelaskan berbagai tanda-tanda yang mendahului kedatanganNya untuk kedua kali, Yesus tetap mengingatkan manusia untuk selalu siap sedia, karena Dia akan datang pada saat yang tidak disangka-sangka. “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (ay 42-44).

Petrus mengingatkan bahwa di akhir jaman akan tampil para pengejek yang mempertanyakan tentang kebenaran kedatangan Kristus untuk yang kedua kali. “Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” (2 Petrus 3:4). Akan muncul orang-orang yang siap mempengaruhi kita semua agar lengah dan lupa untuk berjaga-jaga. Petrus mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah lalai, dan tidak pernah menghendaki ada yang binasa. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (ay 9). Tuhan menginginkan kita untuk tetap berjaga-jaga, karena Dia tidak mau ada anakNya yang sampai binasa. Selanjutnya Petrus berkata: “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” (ay 10). Seperti halnya perkataan Yesus sendiri, hari itu akan tiba pada saat yang tidak terduga, seperti pencuri. (ay 10). Pada saat itu langit akan lenyap, bumi akan hangus dalam nyala api dan segala di atasnya akan lenyap. Maka dari itu, kita pun diingatkan untuk tetap hidup suci dan saleh. (ay 11).

Para pengejek selalu ada di sekitar kita, seperti apa yang diingatkan Petrus. Manusia punya tendensi untuk mengabaikan peringatan, dan baru ketakutan ketika bencana sudah terlanjur datang. Kita pun sangat berpotensi untuk lengah, dan beranggapan bahwa Tuhan Yesus tidak akan datang saat ini, besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi, alias masih lama. Tidak ada yang tahu persisnya kapan Yesus akan kembali ke dunia. Karena itu, janganlah lengah, tetaplah berjaga-jaga dalam hidup yang kudus dan berkenan di hadapan Tuhan setiap saat.. Lengah dan lalai hingga mengabaikan tanda-tanda akhir jaman sesungguhnya jauh lebih berbahaya daripada mengabaikan ancaman gunung Merapi. Kelalaian kita mengabaikan pesan yang tertulis dalam Alkitab akan menjerumuskan kita kedalam penyesalan tak berkesudahan. Mari kita selalu berjaga-jaga dengan sungguh-sungguh!

Mengabaikan firman Tuhan sama artinya dengan mengundang bencana

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.