God’s Treasure Chest (1)

Ayat bacaan: Roma 15:4
====================
“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”

Salah satu cerita yang saya sukai waktu kecil adalah kisah-kisah tentang harta karun peninggalan bajak laut. Bukan bajak lautnya yang menarik bagi saya, tapi harta karunnya. Tokoh utama menemukan sebuah peta yang berisi petunjuk jalan menuju ke tempat di mana harta karun itu disimpan. Setelah mengikuti petunjuk-petunjuk itu, akhirnya sebuah peti harta karun yang penuh dengan emas permata pun ditemukan tertimbun di dalam tanah. Ini kisah yang selalu saya gemari karena ada proses yang dilakukan terkadang penuh dengan sandi atau rahasia sampai akhirnya harta karun itu berhasil diperoleh. Berjalanlah hingga langkah tertentu, jika anda mengabaikannya maka bahaya menghadang. Mengikuti sepenuhnya dengan teliti dan taat akan membawa anda untuk menemukan harta terpendam itu. Bisakah harta karun itu langsung muncul di hadapan kita? Tentu tidak. Jika semudah itu untuk didapat, tentu namanya bukan lagi harta karun. Untuk bisa memperoleh harta karun, orang harus terlebih dahulu memiliki petanya, lalu membacanya baik-baik, mempelajarinya dengan seksama dan mengikuti petunjuk yang dimuat di dalam peta. Setelah itu semua dilakukan barulah harta karun itu bisa ditemukan.

Alkitab dalam banyak hal mirip seperti sebuah harta karun. Alkitab berisi begitu banyak tulisan yang memuat Firman Tuhan sebagai penuntun hidup yang mengarahkan kita kepada keselamatan. It’s a God’s treasure chest! Harta karun Tuhan yang bisa kita dapatkan. Tapi seperti halnya harta karun, kita tidak akan bisa mendapatkan apa-apa jika tidak membaca, mempelajari, merenungkan dan melakukan segala yang digariskan Tuhan kepada kita. Dengan kata lain, perlu usaha, keseriusan dan komitmen bagi kita untuk bisa menemukan segala harta karun yang bukan saja menguntungkan dalam kehidupan saat ini tapi juga untuk kehidupan kekal yang akan datang.

Anda bisa lihat semua bentuk-bentuk berkat yang disediakan Tuhan dalam banyak bagian, misalnya dalam Ulangan 28:1-14. Disana anda bisa mendapati janji berkat atas usaha, penyertaan Tuhan, peninggian status, dibukanya perbendaharaanNya untuk dilimpahkan atas kita dan sebagainya. Tapi itu hanya bisa kita peroleh apabila kita “…baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini…” (ay 1). Lalu di akhir bagian Ulangan 28 ini juga disebutkan “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (ay 13-14).

Tuhan mengingatkan hal yang serupa melalui Yosua: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8) dan seperti apa yang diajarkan Yesus sendiri seperti dalam Lukas 47-49: “Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya–Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan–, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

Kita tidak akan bisa melakukan sebelum kita mengetahui jelas apa yang menjadi suara Tuhan, kita tidak bisa mengetahui sebelum mulai membaca. Seperti halnya mengikuti peta harta karun, kita pun akan masuk pada jebakan atau kebinasaan jika kita bertindak di luar petunjuk yang telah disediakan. Sebaliknya keselamatan dan keberhasilan akan bisa dicapai apabila kita setia mengikuti langkah demi langkah. Alangkah sayangnya jika kita masih melewatkan begitu banyak janji Tuhan hingga hari ini.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply