God Is Good All The Time

Ayat bacaan: Nahum 1:3,7
=====================
“TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya… TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya”

Tuhan itu panjang sabar, Tuhan itu besar kuasa, Tuhan itu baik

Sejak pagi saya berusaha menghubungi seorang teman yang tinggal di Jakarta. Tapi berulang-ulang jawaban yang saya terima hanyalah “the number you’re calling is busy, please try again in a few more minutes.” Kesal rasanya karena ada sesuatu yang penting yang ingin saya bicarakan. Di saat saya masih berulang kali mencoba, saya tergerak untuk fokus kepada penggalan “please try again” yang terdengar dari answering machine. Jika melihat kita yang terus menerus melakukan pelanggaran, mungkin Tuhan pun kesal. Tapi ternyata Tuhan itu begitu panjang sabar dan besar kuasaNya, sehingga kata “please try again” itu masih diberlakukan kepada kita hingga hari ini untuk memberi kesempatan kepada kita agar kita mau berubah memperbaiki diri.

Saya sadar betapa kita manusia itu sebenarnya melakukan begitu banyak hal yang salah di mata Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari, namun lihatlah betapa panjangnya kesabaran Tuhan. Dalam kitab Nahum dikatakan demikian: “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.” (Nahum 1:3) Dia selalu siap mengampuni kita dan terus menerus memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Jika kita bisa hidup hari ini dengan baik, jika hari ini kita sudah berada di rel yang benar dan terus menjaga hidup kita untuk tidak keluar jalur, semua itu hanyalah dimungkinkan karena Tuhan masih terus dengan sabar memberikan kesempatan bagi kita untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tanpa itu semua, mungkin sejak dulu kita sudah binasa. Dari ayat di atas kita memang melihat bahwa kesalahan kita tidak akan pernah luput dari penghakiman Tuhan, tapi di atas itu, Tuhan sesungguhnya panjang sabar. Dia sungguh baik memberikan kita waktu dan kesempatan untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi. Tidak hanya itu saja, Tuhan pun besar kuasaNya. Lihatlah bagaimana Tuhan mengatur segala alam semesta beserta isinya, sehingga tidak satupun dari planet dan bintang bertabrakan dan saling menghancurkan satu sama lain. Ini pun memungkinkan kita untuk terus berbenah diri. Bayangkan jika tiba-tiba alam semesta menjadi kacau, kesempatan kita untuk memperbaiki diri pun pupus sudah. Daud begitu menyadari hal ini dan ia pun berkata “Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah.” (Mazmur 135:5).

Selain terus berpanjang sabar memberi kesempatan bagi kita, Tuhan pun selalu memposisikan diriNya untuk selalu menjadi tempat perlindungan yang utama. TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (Nahum 1:7). Kuasa Tuhan yang besar, yang mampu melebihi akal mengatasi segala kemustahilan akan selalu membuat kita aman ketika berlindung di dalamnya. Dalam hal ini pun Daud menyadarinya dan berkata “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:8). Kenapa tidak? Kebaikan Tuhan yang luar biasa itu bukan hanya “pepesan kosong” belaka namun sudah sangat nyata terbukti baik lewat perjalanan hidup tokoh-tokoh Alkitab maupun banyak kesaksian dari masa ke masa. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:1).

Lutut bertelut akan kebesaran kuasa Tuhan yang jauh melebihi kemampuan nalar manusia, hati bersyukur akan kesabaran Tuhan terhadap proses perbaikan diri kita, dan kebaikan Tuhan seharusnya membuat kita berdiri dan bersorak sorai dalam sukacita. Ini gambaran seperti apa sebaiknya kita menyikapi segala perbuatan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Lewat Kristus kita semua sudah dimerdekakan, oleh sebab itu kita harus menyikapinya dengan terus menjaga diri kita agar tidak kembali terjatuh kepada kebiasaan-kebiasaan buruk atau dosa-dosa di masa lalu. “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5:1). Demikianlah Tuhan mengasihi kita dan tidak menginginkan satupun dari kita binasa. Dan begitulah baiknya Tuhan yang dengan sabar terus menantikan kita untuk menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Bersyukurlah kepadaNya bahwa Dia tidak menggunakan kuasaNya yang dahsyat untuk menghancurkan kita, namun justru untuk menyelamatkan kita, menganugerahkan kasih karuniaNya kepada kita manusia yang punya begitu banyak kesalahan ini. Dan bersyukurlah bahwa Tuhan menggunakan kebaikanNya bukan untuk menolak kita, melainkan justru untuk menggapai dan menyentuh hati kita. Jangan sia-siakan kesabaran dan kebaikan Tuhan, jangan lupakan kuasaNya. Mari puji dan sembah Dia hari ini. Let’s praise the Lord today, for He is so good to you and me, all the time.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply