“Gladen Wungon” Peringati Kemerdekaan RI di Balai Budaya Rejosari

balai budaya 10SETELAH  nyanyian Indonesia Raya berkumandang, dalang cilik dari Kayen, Pati Selatan meliak-liukkan gunungan sebagai pratanda gladen wungon di Balai Budaya Rejosari (BBR) mulai. Diiringi oleh para pengrawit Wanasari Laras, dalang berusia 14 tahun ini terasa tidak canggung menyabetkan wayang-wayang itu. Mengambil lakon Sri Boyong, Bagus menggebrak malam di Dusun Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus. Peringatan Kemerdekaan […]

balai budaya 10

SETELAH  nyanyian Indonesia Raya berkumandang, dalang cilik dari Kayen, Pati Selatan meliak-liukkan gunungan sebagai pratanda gladen wungon di Balai Budaya Rejosari (BBR) mulai. Diiringi oleh para pengrawit Wanasari Laras, dalang berusia 14 tahun ini terasa tidak canggung menyabetkan wayang-wayang itu.

Mengambil lakon Sri Boyong, Bagus menggebrak malam di Dusun Rejosari, Kecamatan Dawe, Kudus.
Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 yang diadakan malam Jumat Pon tanggal 21 Agustus ini merupakan momen khusus bagi Balai Budaya Rejosari (BBR).

Secara khusus BBR mengundang tiga dalang, mulai dari dalang cilik, dalang remaja serta dalang dewasa.

balai budaya 10

Dalang cilik: Demikian namanya Bagus, sang dalang cilik yang naik pentas melakonkan pentas wayang kulit dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 di Balai Budaya Rejosari tanggal 21 Agustus 2014. Ki Bagus tampil bersama dua dalang lain yang lebih senior. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

Diistilahkan gladen wungon karena perhelatan ini bukanlah pagelaran. melainkan gladi semalam suntuk.

BBR memfasilitasi para pecinta seni mengeskpresikan ketrampilan mereka berkesenian dan kecintaan mereka akan negeri ini. Ketiga dalang yang tampil merupakan perwakilan dari generasi yang mencintai kebudayaan sebagaimana mereka juga mencintai kemerdekaan bangsa ini.

balai budaya 9

Segenap pemerhati kesenian tradisional Jawa di kawasan Pantura wilayah Timur: Mengambil lokasi di Balai Budaya Rejosari (BBR), segenap pemerhati dan pencinta gamelan dan wayang berkumpul menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 dengan pergelaran sederhana wayang kulit. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

balai budaya13

Tetap semangat: Tidak ada kata ngantuk dalam kegiatan menabuh gamelan saat berlangsung pergelaran wayang kulit di Balai Budaya Rejosari. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

balai budaya 12

Semalam suntuk: Inilah Balai Budaya Rejosari di Kudus, Jawa Tengah. Tempat istimewa yang bisa menjadi medan latihan sekaligus unjuk kebolehan bagi para dalang yunior maupun senior di kawasan Pantura wilayah timur untuk naik pentas. Pergelaran wayang kulit semalam suntuk terjadi di Balai Budaya Rejosari tanggal 21 Agustus 2014 dalam konteks peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

balai budaya 11

Yang muda, yang perkasa: Usia muda tak menggoyahkan semangat dan keberanian dalang muda dari kawasan Pantura wilayah Timur ini untuk naik pentas melakonkan kisah wayang kulit di Balai Budaya Rejosari, Kudus, Jawa Tengah. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

Selain ketiga dalang yang tampil hadir pula dalam gladen malam itu beberapa dalang lain sekitar desa Rejosari. Hadir pula Sedulur Sikep Sukolilo Pati dan Undaan Kudus. Para pandhemen, pecinta kebudayaan Jawa dari Pati, Semarang, Kudus dan daerah Rejosari juga tampak memeriahkan peringatan kemerdekaan di BBR ini.

Kredit foto: Dok. Romo YB Haryono MSF, Balai Budaya Rejosari (BBR), Kudus, Jawa Tengah.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply