Give Love on Christmas Day

Ayat bacaan: 1 Yohanes 4:11===========================”Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.”Ada salah seorang yang saya kenal menceritakan kisah sedihnya di masa kecil karena…

Ayat bacaan: 1 Yohanes 4:11
===========================
“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.”

Ada salah seorang yang saya kenal menceritakan kisah sedihnya di masa kecil karena ia hampir-hampir tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah. Saat kecil ia dididik lumayan keras. Tradisi tampaknya mengharuskan seorang ayah untuk tidak terlalu dekat dengan anaknya dengan tujuan agar anak tidak menjadi manja dan lemah. Pujian hampir tidak ada, sementara teguran bahkan hukuman terus datang mendera. Meski demikian ia tetap merindukan kasih dari sang ayah, yang ternyata hanya bisa ia dapatkan saat momen-momen perayaan seperti Natal dimana ia mendapatkan hadiah. “Waktu kecil saya berpikir, seandainya bisa, saya lebih baik tidak mendapat hadiah tapi mendapat kehangatan kasih seorang ayah, bermain bersamanya. Saya mau menukarkan semua hadiah untuk satu kesempatan saja, tapi itu tidak mungkin bisa.” katanya. Ayahnya merupakan tipe pekerja keras yang terus mencari uang dan pulang larut malam, kemudian langsung tidur. Itupun saat ia pulang, tidak ada yang boleh ribut lagi, karena ia bisa sangat marah apabila terganggu saat beristirahat. Sang ayah kemudian meninggal karena sakit dan ia pun dibesarkan oleh ibunya. Praktis ia tidak pernah merasakan figur ayah yang penuh kasih dalam hidupnya. Ia mengerti bahwa ada Bapa di Surga yang akan selalu mengasihinya, melindungi, memelihara dan menjaganya. Tapi ia masih rindu untuk merasakan kasih nyata dari ayah di dunia, meski ia pun tahu bahwa itu hampir-hampir tidak mungkin karena ibunya sudah lanjut usia dan tidak pernah lagi menikah sejak ayahnya tiada.

Ada banyak orang yang mengalami hal seperti ini dalam hidup mereka. Mereka tumbuh dengan kekurangan kasih dari salah satu atau bahkan kedua orang tuanya. Dalam kasus-kasus yang saya temui, banyak dari mereka bermasalah dalam hidup, baik dari segi karakter, tempramen, kepribadian dan sebagainya. Ada yang bahkan sampai kepada bentuk-bentuk kerusakan moral seperti terjerumus obat-obatan dan sebagainya. Seandainya kita mau peka, kita akan dengan mudah melihat bahwa ada banyak orang di sekitar kita yang merindukan kasih, kepedulian dan pertolongan dari kita. Tidak selalu mereka butuh bantuan dari segi finansial, karena dari pengalaman saya ada banyak orang yang justru butuh perhatian dari kita agar tidak kesepian menjalani segala sesuatu sendirian. Mungkin mereka ada disekitar orang ramai, tetapi di dalam mereka kesepian.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah sesi wawancara dengan musisi yang berasal dari negara tetangga. Saat itu ia baru saja meluncurkan album Natal dan menyampaikan pada saya apa makna Natal buat dirinya. “Christmas is a time of thanksgiving and appreciation.” katanya. Natal adalah saat yang tepat untuk mengucap syukur dan berterima kasih. Pertama dan terutama kepada Allah Bapa yang sudah mengaruniakan Yesus untuk berkorban demi keselamatan kita, dan itu seharusnya menjadi teladan atau contoh bagi kita dalam hal bagaimana kita hidup di dunia. Jadi menurutnya, selain baik dipakai untuk mengingat segala kebaikan Tuhan, bersyukur dan berterima kasih atas kasihNya yang begitu besar, hari Natal pun merupakan saat yang tepat untuk dipakai sebagai titik tolak dalam berbagi kasih kepada sesama. “Even just a smile will mean so much to others.” katanya lagi. Apa yang ia ingin sampaikan lewat album Natalnya pun sangat indah, yaitu pesan untuk masa depan yang lebih cerah, harmonis dan lebih baik, sebuah harapan akan perdamaian dan ungkapan kasih kepada setiap orang, tanpa terkecuali.

Ia menyadari betul betapa besar kasih Tuhan pada kita sehingga Tuhan Yesus dianugrahkan kepada kita, dan lewat karya penebusan Kristus kita pun dibebaskan dari belenggu dosa, dari kegelapan dan diselamatkan. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, ia pun mengatakan bahwa bentuk kasih Tuhan yang dinyatakan secara nyata lewat kasih Kristus buat kita haruslah menjadi sebuah contoh bagaimana kita harus hidup di dunia. Natal baginya adalah saat untuk memberi kasih dan berbagi senyum dengan orang lain. Album Natalnya pun dikeluarkan bukan untuk memanfaatkan momen mencari keuntungan, tapi ada pesan akan sebuah harapan masa depan yang lebih cerah dan harmonis, pesan perdamaian dan kasih untuk semua orang. Berhubung ia berprofesi sebagai pelaku seni musik, maka ia pun membagi kasih dan berkat itu lewat lagu-lagu yang ia bawakan.

Pesan dan makna Natalnya sejalan dengan ayat yang saya jadikan bahan perenungan kita hari ini. “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.” (1 Yohanes 4:11). Jika kita menyadari betapa besarnya kasih Allah pada kita, maka sudah seharunya kita pun saling mengasihi. Jika Allah tidak mengasihi kita, maka Yesus tidak akan pernah datang ke dunia, dan hingga saat ini kita masih akan tetap berada di dalam kegelapan dengan kondisi hubungan terputus dengan Tuhan. Apa yang diberikan Tuhan kepada kita sungguh luar biasa besar. Pengorbanan Yesus lewat karya penebusan yang diluar batas perikemanusiaan pun akhirnya membayar lunas semua hutang-hutang dosa kita dan memulihkan sebuah hubungan indah antara Sang Pencipta dan yang diciptakan. Di dalam Yesus ada keselamatan, ada damai sukacita, ada pengharapan dan ada kelimpahan. Terlebih, di dalam Dia ada kasih yang sempurna. Atas anugerah kasih yang begitu besar yang Tuhan limpahkan kepada kita, bukankah itu harus kita jadikan contoh dalam kehidupan kita pula? Bahwa kita dikasihi Allah sampai sedemikian besar, sudah seharusnya pula kita membagi kasih kepada orang lain.  Perhatikanlah doa Yesus bagi murid-muridNya. “dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” (Yohanes 17:26).

Hari Natal adalah saat yang tepat untuk mulai berpikir untuk membagi kasih kepada orang lain. Tidak hanya dengan kata-kata semata, tetapi juga lewat perbuatan dan dalam kebenaran. (1 Yohanes 3:18). Alangkah indahnya jika kasih sempurna Kristus yang ada di dalam kita bisa kita berikan kepada saudara-saudara kita yang lain. Sebuah perayaan Natal janganlah sampai terhenti hanya pada pesta-pesta atau kado-kado indah dengan keluarga dan teman, tapi rayakanlah itu dengan membagi kasih kepada siapapun mereka di sekitar kita. Biarlah kemuliaan Tuhan bisa dinyatakan lewat kita dengan bentuk ungkapan kasih tanpa terkecuali kepada setiap orang. Kasih adalah sebuah inti dasar dari kekristenan, yang sanggup menutupi banyak sekali dosa. (1 Petrus 4:8). Ada banyak orang yang merindukan uluran kasih dari saudara-saudarinya yang peduli di luar sana. Mari kita sama-sama membagi kasih lewat ucapan, senyuman, kepedulian dan perbuatan nyata. Biarlah nama Yesus dimuliakan lewat diri kita, sehingga lebih banyak lagi yang diselamatkan. Christmas is all about love. It’s time to share the perfect love we have from Jesus. Let’s give love on christmas time, spread the joy to everyone.

Berikan cinta kasih sempurna Kristus kepada orang lain sebagai ungkapan syukur dan terimakasih kita kepadaNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply