Gereja Termurah di Keuskupan Palangka Raya dengan Biaya Rp 20 Juta

INIKAH gereja termurah karena hanya menelan biaya Rp 18 Juta ditambah Rp 2 juta untuk biaya membeli lahan?  Bisa jadi inilah gereja termurah di Indonesia. Karena proses pembangunan gedung gereja ini hanya makan biaya kurang lebih Rp 18 juta rupiah saja. Tentu kesan murah ini sangat relatif, bila dibandingkan dengan kondisi bangunan-bangunan gereja di wilayah […]

INIKAH gereja termurah karena hanya menelan biaya Rp 18 Juta ditambah Rp 2 juta untuk biaya membeli lahan?  Bisa jadi inilah gereja termurah di Indonesia. Karena proses pembangunan gedung gereja ini hanya makan biaya kurang lebih Rp 18 juta rupiah saja. Tentu kesan murah ini sangat relatif, bila dibandingkan dengan kondisi bangunan-bangunan gereja di wilayah lain yang mungkin saja tidak permanen hingga biayanya lebih murah.

Beberapa tahun silam, saya mendapat undangan memberkati Gereja Stasi Unsum di Paroki Santo Petrus-Paulus, Ampah, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Saat Ketua Panitia Pembangunan memberi laporan biaya pembangunan di sela-sela acara ramah tamah usai pemberkatan, saya dibuat haru dan bangga.

Menurut panitia pembangunan, secara keseluruhan biaya yang telah dikeluarkan untuk projek pembangunan gedung gereja Stasi Unsum ini  makan biaya sebesar Rp 40 juta. Bangunan gereja ini berukuran sekitar 8 x10 m dengan dinding dari kayu, atap seng dan lantai semen. , dari kayu, atap seng, lantai semen.

Saat itu pula, saya berpikir bahwa inilah bangunan Gereja yang paling murah di seluruh Keuskupan Palangka Raya. Nah, siapa tahu juga paling murah di seluruh Indonesia?

Lebih murah lagi

Ternyata, fakta lain punya cerita berbeda.

Pada tanggal  6 Desember 2011, saya kembali melakukan turne perjalanan ke paroki lain tak jauh dari Paroki Santo Petrus-Paulus. Kali itu, destinasi turne saya adalah mengunjungi Paroki Santo Mikhael Tamiang Layang.

Dalam laporannya, Panitia Pembangunan Gereja menyampaikan paparannya sebagai berikut.   Untuk  pembelian tanah seluas  9 x 35 m, panitia telah mengeluarkan biaya sebanyak  Rp 2 juta. Dari dana swadaya umat sebanyak 15 KK diperoleh sumbangan sebesar Rp 11 juta.  Biaya proses pembangunan gereja yang bahan berdinding kayu seluas 6 x 8 meter menelan biaya kurang lebih Rp 18 juta. Toral jenderal hanya membutuhkan Rp 20 juta untuk proses pembangunan gedung gereja sederhana ini.

Nah, bisa jadi inilah rekor biaya pembangunan gereja baru dengan biaya paling murah yang pernah saya dengar di Keuskupan Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Semoga saja di waktu-waktu yang akan datang, masih muncul seribu cerita tentang projek pembangunan gereja di pedalaman dengan biaya lebih murah lagi.

Photo credit: Uskup Diosis  Palangka Raya Mgr. AM Sutrisnaatmaka MSF (Dok. Keuskupan Palangka Raya, Kalimantan Tengah)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply