Gereja Maria Ratu Pencinta Damai Pancasila akan selalu dikenang umat di Kalbar

bangunan Gereja MRPD Pontianak tampak depan

Gereja Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pancasila, yang diresmikan dan ditahbiskan 1 Januari 2018, merupakan salah satu dari tiga gereja yang akan selalu dikenang oleh umat di Kalimantan Barat. Dua gereja lainnya adalah Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak dan Gereja Katedral Kristus Raja Sintang.

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mengatakan hal itu seraya berterima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, karena di masa jabatannya telah memberikan dukungan bagi umat Katolik di Kalimantan Barat dalam membangun dua katedral dan gereja MRPD itu.

“Bapak Gubernur kita ini luar biasa. Mengapa saya katakan luar biasa, karena beliau sungguh memperhatikan seluruh masyarakat Kalimantan Barat tanpa memandang agama dan suku. Hal ini terbukti juga dengan berdiri kokohnya bangunan Mesjid Mujahidin yang megah berkat bantuan dan dukungan beliau semasa jabatannya,” kata Mgr Agus.

Gereja MRPD Pancasila yang diresmikan oleh Gubernur Cornelis dan diberkati oleh Mgr Agus itu merupakan renovasi dari gedung serbaguna yang sudah cukup tua. Menurut Karolin, Ketua Umum Pembangunan Gereja MRPD yang juga Bupati Landak, panitia pembangunan gereja ini mulai aktif tahun 2014 dan panitia memberanikan diri menghadap Gubernur Cornelis yang juga umat paroki itu.

Gereja MRPD dengan luas lantai 1594,5 meter persegi, yang dibangun di atas lahan seluas 4680 meter persegi itu, bisa menampung umat sekitar 1500 orang. Biaya pembangunan sekitar 37 milyar yang terdiri dari sumbangan Gubernur Cornelis sebesar 30 milyar dan sisanya swadaya umat, sumbangan donatur, sumbangan beberapa BUMN, BUMD, dan sumbangan dari Katedral Pontianak.

Menurut Gubernur Cornelis, membangun gereja tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus secara bersama dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. “Kita membangun tidak bisa sendiri. Sebagai gubernur, saya juga harus bekerja sama dengan pemerintah pusat, harus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten kota, masyarakat, sampai ke daerah-daerah sehingga pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” kata Gubernur Cornelis.

Selain itu gubernur mengajak panitia menyelesaikan segala persoalan administrasi, “karena itu merupakan bentuk transparansi pembangunan gereja.” Laporan pertanggungjawaban, jelasnya, bila perlu dilakukan audit, “sehingga jelas, tidak ada duga-duga.”

Menurut Kepala Paroki MRPD Pancasila Pastor John Rustam Pr, gereja itu dipersembahkan kepada Bunda Maria yaitu Bunda Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD). Oleh karena itu, lanjut imam itu, “panitia sengaja memilih tanggal 1 Januari 2018 sebagai tanggal peresmian, karena bertepatan dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, pelindung gereja ini.”

Umat Paroki MRPD, lanjut Pastor Rustram, percaya bahwa terlaksananya peresmian dan pemberkatan gereja itu pada pesta Tahun Baru itu tidak terlepas dari doa dan penyertaan Bunda Maria, “sebab begitu banyak pengalaman iman yang umat dan saya sendiri alami selama proses pembangunan gereja ini.”

Pastor Rustam sangat khawatir ketika dipercayakan sebagai pastor paroki di saat gereja itu sedang dalam proses pembangunan. “Saya sangat khawatir, darimana dana untuk membangun gereja yang cukup megah ini?! Namun, semua kekhawatiran dan ketakutan itu sama sekali tidak terjadi. Ini sungguh Bunda Maria yang memberi pertolongan,” imam itu yakin. (mssfic)

PERESMIAN Gereja MRPD oleh Mgr. Agustinus Agus Pr dan Drs. Cornelis, MHPeresmian Gereja MRPD oleh Mgr Agustinus Agus Pr dan Gubernur Cornelis Gubernur Kalbar Cornelis memancung tebu muda sebagai simbol penymbutan kedatangan pejabat penting dalam upacara adat Dayak Gubernur Kalbar Cornelis memancung tebu muda sebagai simbol penymbutan kedatangan pejabat penting dalam upacara adat Dayak

Perarakan uskup dan para imam diiringi tarian khas Dayak KalbarFotto bersamaALTAR dan panti imam

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: