cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (9)


Prakarsa tahunan, yang dimulai di Gereja Inggris, telah tumbuh menjadi gerakan doa ekumene sedunia dengan nama ‘Datanglah Kerajaan-Mu’ yang meminta umat Kristiani seluruh dunia untuk berdoa dan orang lain lain untuk mengenal kekuatan Kristus dalam kehidupan mereka.


Prakarsa itu, seperti dilaporkan oleh Philippa Hitchen dari Vatican News, dimulai dua tahun lalu sebagai ajakan dari para Uskup Agung Anglikan dari Canterbury dan dari York, yang meminta umat Kristiani untuk ikut dalam doa sedunia mulai hari raya Kenaikan hingga perayaan Pentakosta.


Seraya mengenang cara Roh Kudus turun atas para murid pertama, umat Kristiani dipanggil untuk menerima tugas membagikan iman mereka kepada orang lain guna mengubah dunia dewasa ini.


Dalam video website, Uskup Agung Canterbury Justin Welby mengajak semua orang untuk berdoa secara sadar bahwa Tuhan mendengar semua orang yang berpaling kepadanya dalam iman. “Doa dibuat atas keyakinan bahwa kekuatan terkuat di dunia itu tidak terlihat. ‘Datanglah Kerajaan-Mu’ dibuat atas keyakinan, yang diberikan kepada kita oleh Yesus, ini. Seringkali ketika kita berdoa, kita tidak langsung melihat hasilnya, tetapi kita tahu kita harus percaya dan yakin bahwa Yesus mendengar doa kita,” kata uskup Anglikan itu.


‘Datanglah Kerajaan-Mu’ kini telah tumbuh menjadi gerakan ekumene internasional, yang diikuti oleh banyak denominasi Kristen.


Ketua Konferensi Waligereja Katolik Inggris dan Wales Uskup Agung Westminster Mgr Vincent Nichols mengatakan, ‘Datanglah Kerajaan-Mu’ adalah doa kerinduan, tetapi juga pengharapan dan kepercayaan akan janji Allah. “Bagi saya itu doa yang sangat luar biasa. Kerukunan yang tertulis dalam ciptaan akan tercapai dalam doa itu di saat kita hidup dalam ketidaknyamanan dan kesakitan serta penyesalan dan kesetiaan yang besar terhadap janji akan apa yang dapat dilakukan Kristus dan apa yang akan dilakukan Kristus.”


Situs itu memberikan banyak bahan untuk gereja-gereja dan pribadi-pribadi dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Jepang, Portugis, Kiswahili, dan Korea.


Situs itu mendorong gereja-gereja untuk mengadakan acara-acara doa dan menulisnya secara online agar orang lain dapat ikut dalam inisiatif lokal, atau sekedar berdoa dalam kedamaian dan ketenangan rumah-rumah atau tempat-tempat kerja mereka.


Bahan-bahan online juga menawarkan banyak kesaksian video dari orang-orang yang hidupnya telah diubah secara radikal oleh kekuatan doa, dengan cara yang mengejutkan dan seringkali rahasia.


Itulah sebabnya komunitas-komunitas dan gereja-gereja di seluruh dunia berkumpul bersama, antara Kenaikan tanggal 10 Mei dan hari raya Pentakosta tanggal 20 Mei, untuk berdoa agar teman-teman, keluarga, dan tetangga mereka dapat mengenal Kristus dan memberi kesaksian tentang iman itu di dunia.


Uskup Agung Justin Welby menegaskan, “Jangan pernah meremehkan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki oleh doa-doa kalian di dunia!”(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.