Acara Paskahan Lingkungan St.Ignatius Loyola, Paroki St. Yoseph Palembang. Tampak Ketua Panitia Yenny Chandra dan Romo Rakidi Pr – pastor paroki. (Aloysius Kristiawan)

BANYAK cara dapat dilakukan untuk mengungkapkan kegembiraan. Lingkungan St. Ignatius Loyola sebagai bagian dari Paroki St. Yoseph Palembang merayakan kegembiraan Paskah dengan berbagai rangkaian acara yang digelar pada  tanggal 8 April 2018. Perayaan Paskah Bersama memang sudah menjadi tradisi lingkungan ini.


Tahun ini, dalam suasana yang tidak jauh beda, kegembiraan Paskah diawali dengan rangkaian perlombaan untuk anak-anak: mewarnai gambar, menghias telur, dan mencari pipet yang kemudian ditukarkan dengan telur sebagai hadiahnya. Selain itu diadakan juga lomba baca Kitab Suci dan ber-Mazmur.


Perlombaaan juga disediakan bagi kelompok-kelompok, yaitu, estafet bola pingpong dan memindahkan bola pingpong. Keseruan dan keceriaan para warga lingkungan melebur dalam kegiatan yang diikuti bapak-bapak dan ibu-ibu, dan makin dilengkapi dengan hadiah-hadiah yang disediakan panitia.


Meriahnya suasana Paskahan antar warga Lingkungan St. Ignatius Loyola, Paroki St. Yoseph, Palembang. (Aloysius Kristiawan)

Selaku Ketua Panitia Paskah Lingkungan, Yenni Chandra mengungkapkan bahwa kegiatan ini memang diselenggarakan untuk membangun kerukunan dan kebersamaan antarwarga lingkungan, dan diharapkan juga mampu menjadi sebuah kesaksian tentang memberi contoh yang baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat.


Disampaikan juga bahwa Lingkungan St. Ignatius Loyola memiliki program untuk mewujudkan tema APP yang lalu “Membangun Solidaritas Sosial demi Keutuhan Ciptaan.”


Direncanakan, lingkungan akan menyediakan bibit pohon palma bagi keluarga-keluarga yang hendak menanamnya di rumah masing-masing. Hal ini dilandaskan pada keprihatinan bersama akan ketersediaan daun-daun palma yang akan selalu dibutuhkan setiap tahunnya untuk Perayaan Minggu Palma.


Perayaan Paskah ini juga dihadiri oleh Romo Laurensius Rakidi Pr, pastor paroki, beberapa perwakilan DPH Paroki serta ketua-ketua wilayah.


Romo Rakidi berpesan, bahwa paskah sesungguhnya bukan sekadar kenangan akan kebangkitan Tuhan Yesus, namun harus menjadi wujud nyata kebangkitan kita sebagai murid Kristus.


Secara praktis, kebangkitan sebagai warga lingkungan hendaknya terwujud dalam keterlibatan dan kehadiran bersama pada kegiatan lingkungan.


Dalam kebersamaan Paskah ini, seluruh warga dipersatukan menjadi sehati-sejiwa bersama Kristus yang bangkit.


Aloysius Kristiawan

Guru Pendidikan Agama Katolik di SMAK Xaverius 4 Palembang.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.