Gembalaku Dikau

uskup bandung* Syukur atas tahbisan Uskup Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC Kini Dikau Gembala utama bersama Sang Gembala,  sejak saat Monsinyur Ignatius Suharyo mentahbiskanmu bersama para Uskup lain di Sabuga ITB. Bandung bersorak-sorai tak hanya umat,  tetapi juga masyarakat dalam kegembiraan rohani seorang Uskup kelahiran setempat pertama Anugerah terindah. Dikau Uskup kelima Kota Bunga yang tak […]

uskup bandung

* Syukur atas tahbisan Uskup Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC

Kini Dikau Gembala utama bersama Sang Gembala,  sejak saat Monsinyur Ignatius Suharyo mentahbiskanmu bersama para Uskup lain di Sabuga ITB.

Bandung bersorak-sorai tak hanya umat,  tetapi juga masyarakat dalam kegembiraan rohani seorang Uskup kelahiran setempat pertama Anugerah terindah.

Dikau Uskup kelima Kota Bunga yang tak terkirim dari luar, melainkan lahir tumbuh berkembang di Tanah Pasundan.

Tak terkejut aku saat namamu diumumkan sebagai Uskup Terpilih sebab tiga puluh tahun silam sejak kukenal dikau Sucimu sudah terpancar di antara bocah-bocah remaja pencari kehendak-Nya di persemaian benih panggilan Bumi Mertoyudan Kota Seribu Bunga.

Pancaran Sucimu kunikmati kerna tanpa rencana kau dan aku terlahir di hari, tanggal, bulan, dan tahun yang sama dan kita pun berada dalam shio yang sama.

Monyetlah kita dalam paradigma oriental budaya Tionghoa atau rasi bintang Aquariuslah pembingkai kita.

Teringat aku di tahun 1988 saat kita terjerembab di Jl Cikutra dari atas sepeda motor yang sama dan banyak saksi mata berteriak histeris menyaksikan dua anak manusia terkapar di atas aspal tertindih bebek besi terancam tergilas semua kendaraan besar yang ada di belakang kita namun saat kematian kita memang belum tiba selain luka-luka yang mencoreng sekujur raga.

Mamamu penuh kasih mempersiapkan arak untuk pengoles luka-luka kita. Sambil meringis menahan nyeri meronta sakit tiap olesan arak melemaskan belulang yang memar dan mengeringkan luka.

Kini Dikau Gembala utama bersama Sang Gembala dengan tongkat pengembalaanmu sejak pentahbisanmu sebagai Uskup Termuda di Indonesia.

Uskup Bandung dan Romo Budi Purnomo

Teman sejawat sejak di Seminari Mertoyudan: Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunyamin OSC yang baru saja ditahbiskan oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo menyempatkan diri berfoto sejenak dengan Romo Aloysius Budi Purnomo Pr dari Keuskupan Agung Semarang. Mereka ini adalah teman kelas seangkatan sejak masuk Seminari Mertoyudan tahun masuk 1984 dan harus  ‘berpisah’ setelah keduanya memutuskan ‘jalur’ imamatnya tahun 1988. Romo Budi masuk diosesan KAS, Mgr. Anton masuk Ordo “Crossier” Salib Suci. (Dok, Pribadi Romo Aloysius Budi Purnomo Pr)

 

Aku bahagia boleh mengenal dan bersahabat denganmu Monsinyurku dalam setiap jatuh bangun panggilan Kita.

Saat Pelukan Sucimu menaungiku dan kucium punggung telapak Tanganmu dengan Cincin penggembalaanmu kurasa haru dalam ketaatan imamatku kepada Dikau dalam kolegialitas Episkopal pengganti Para Rasul bersama pewaris penerus Tahta Petrus.

Ut diligitatis invincem, dalam semangat saling mengasihi Sesama, semangatmu menggema bersama bunga-bunga surga saat kau berkata.

Martabat uskup adalah anugerah istimewa, sekaligus salib indah yang hendak saya pikul dengan sukacita.

aku hanya bisa turut menopang keindahan Salib itu di dalam setiap doa sebagai seorang sahabat.

Proficiat, jadilah berkat bagi umat dan masyarakat berlipat-lipat dalam segala kelimpahan Rahmat.

Kebon Kopi Bandung

 

Kredit foto: Uskup Diosis Bandung Mgr. Antonius Bunyamin OSC bersama teman seminaris satu angkatan sejak Seminari Mertoyudan. (Dok. Romo Aloysius Budi Purnomo Pr)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply