Gelas Kecil dalam Gelas Besar

Ayat bacaan: Ibrani 12:26-28
===================
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.”

Pada suatu kali saya pernah merasa takut melihat kondisi perekonomian kita yang semakin lama semakin buruk. Pemerintah selalu mengumandangkan tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi makro, tetapi faktanya di lapangan daya beli semakin menurun. Harga melambung tinggi, uang yang masuk tetap sama jika tidak malah berkurang. Harga daging sempat dikatakan tertinggi di dunia, lantas bandingkanlah pendapatan perkapita kita dengan negara-negara lain. Ini bisa menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang, terutama kalangan menengah ke bawah yang akan terkena dampak terbesar dari situasi ini. Saat itu rasa khawatir mulai timbul dalam hati saya. Tidak mau terus-terusan merasa cemas, saya pun kemudian berdoa dan terus tidur. Di saat itu saya mendapatkan sebuah mimpi yang sepertinya menjawab kecemasan saya lewat ilustrasi yang menarik. Ini yang akan saya bagikan hari ini.
Dalam mimpi itu saya melihat sebuah gelas besar yang diisi dengan gelas lebih kecil. Sebuah kelereng diletakkan didalam gelas yang kecil berisi air, lalu ditutup rapat. Gelas besar lalu diisi dengan air hingga hampir penuh dan ada tangan yang mulai mengaduk-aduk gelas besar itu. Air mulai bergolak dan ada sebagian yang tumpah. Semakin kuat adukannya, semakin besar pula air bergolak dan semakin banyak pula yang tumpah ke luar. Tapi gelas kecil dengan kelereng di dalamnya terlihat tetap tenang seperti tidak mengalami apa-apa. Tidak ada yang tumpah meski diluar air tengah tergoncang kesana kemari. Saya terbangun dan teringat akan ayat yang saya pakai menjadi ayat bacaan hari ini. Saya pun kemudian mengucap syukur dan berterima kasih karena Tuhan mengingatkan saya bahwa ada sesuatu yang tetap bisa memastikan bahwa kita tidak harus ikut tergoncang di tengah dunia yang sedang tergoncang dengan hebatnya.

Mari kita liat ayat bacaan hari ini. “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (Ibrani 12:26-28). Kalaupun memang belum mulai terjadi saat ini, akan ada saat dimana semua yang dapat terguncang akan diguncangkan. Seperti layaknya pengayak pasir, Tuhan akan mengayak bumi dan langit untuk menyaring mana yang bisa terbuang dan mana tidak. Bumi dan langit, itu bisa terguncang. Perekonomian kita bahkan dunia bisa atau sudah tergoncang. Popularitas, status, karir, kedudukan, itu bisa tergoncang. Tapi Firman Tuhan jelas berkata bahwa ada yang tidak akan pernah terpengaruh oleh guncangan apapun. Ada yang akan tetap stabil dan penuh sukacita, damai sejahtera dan penuh kasih yang tidak ada habisnya. Dan itu adalah Kerajaan Allah.

Sekarang mari kita lihat Firman berikut: “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah…Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Roma 8:14,17). Lihatlah ada janji Tuhan yang luar biasa yang berlaku pada semua anak-anakNya yang mengasihi Dia. Jika kita gabungkan ayat dalam kitab Roma dengan ayat bacaan hari ini, Tuhan ternyata menjanjikan kita menjadi ahli waris dari sesuatu yang tidak akan pernah dan bisa tergoncangkan. Not before, not now, not ever. Dalam menghadapi masa yang sukar di hari-hari sekarang ini, janji Tuhan ini harus kita pegang teguh dan imani. Menjadi ahli waris dari kerajaan yang tidak tergoncangkan sudah diberikan kepada kita sebagai bagian dari kasih karunia. Tapi ingat bahwa ahli waris Kerajaan hanyalah dijanjikan kepada siapapun yang mau turut menderita bersama-sama dengan Kristus dan mengasihi Tuhan, seperti yang tertulis dalam Yakobus 2:5.

Dalam kitab Ibrani dikatakan karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan maka kita harus mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut, lalu dalam kitab Roma tadi dikatakan bahwa ahli waris kerajaan hanya akan disematkan kepada orang yang mau pikul salib seperti halnya Kristus lantas dalam Yakobus disebutkan bahwa itu akan menjadi milik orang-orang yang mengasihi Tuhan. Ini semua berbicara mengenai cara kita hidup dengan kudus, hidup berkenan di hadapan Tuhan. Ini berbicara mengenai percaya sepenuhnya dan menyerahkan hidup secara total ke dalam tangan Tuhan, mengenai mengenal pribadi Tuhan dan beriman kepada Yesus Kristus. Ini berbicara mengenai waktu-waktu kita untuk datang pada Tuhan dengan pujian dan penyembahan, mempersembahkan korban syukur yang terbaik dalam doa-doa, saat teduh maupun persekutuan, juga mengenai sebuah hidup yang kita jalani sepenuhnya bersama Tuhan, baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dan lingkungan. Lihatlah bahwa dalam goncangan luar biasa yang melanda dunia saat ini dan yang akan datang nanti, ada sebuah janji Tuhan untuk meluputkan kita dari itu semua. Ketika kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, ketika kita berada di dalamnya, kita tidak akan tergoncang.

Menghadapi hari yang semakin sulit kedepannya kita tidak lagi punya waktu untuk main-main. Mari periksa diri kita apakah kita berada dalam gelas yang kecil atau yang besar. Apakah kita menjadi bagian yang ikut tergoncang dan tercampak keluar atau menjadi bagian dari yang tidak tergoncang, meski diluar sana semuanya sedang gonjang-ganjing, apakah kita masih merupakan bagian dari dunia yang fana atau menjadi ahli waris Kerajaan Surga sebagai anak-anak Tuhan. Sangatlah keliru jika kita berpikir akan bisa bertumpu kepada banyaknya harta kekayaan, kekuatan manusia atau hal-hal lain yang sifatnya hanya sementara. Bergantung sepenuhnya pada Tuhan, Raja dari Kerajaan yang tidak tergoncangkan akan membawa anda tetap tenang meski keadaan disekitar anda sedang sangat tidak kondusif. Dia menjanjikan keselamatan ditengah badai kesulitan yang menerpa dunia saat ini. Ketenangan anda pun bisa membawa dampak positif bagi orang-orang disekeliling anda. Karena itu mengucap syukurlah. Beribadahlah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Berbuatlah sama seperti Kristus yang rela mengosongkan diri demi keselamatan umat manusia, lalu kasihi Tuhan dengan sebentuk kasih sejati, tulus, murni dan sungguh-sungguh. Disaat itulah anda akan menerima status sebagai ahli waris dari sebuah Kerajaan yang tidak akan pernah tergoncangkan.

Langit dan bumi bisa digoncang, tetapi ahli waris Kerajaan tidak akan pernah ikut didalamnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: