Gadis Inggris Nikahi Pejuang ISIS, Ortunya Kelabakan dan Malu

isis istri by cnnNAMANYA singkat saja Aqsa, seorang gadis muda Inggris dengan latar belakang berdarah Asia. Hari-hari ini, Aqsa menjadi berita mendunia, setelah ketahuan dirinya diam-diam telah nekad meninggalkan Muzaffar-Khalida Mahmood –kedua orangtuanya di Glasgow, Inggris. Ta berselang kemudian, terdengar kabar bahwa Aqsa pun sudah menikahi salah satu pejuang ISIS di Irak. Inggris pun gempar. Tak kurang masyarakat […]

isis istri by cnn

NAMANYA singkat saja Aqsa, seorang gadis muda Inggris dengan latar belakang berdarah Asia. Hari-hari ini, Aqsa menjadi berita mendunia, setelah ketahuan dirinya diam-diam telah nekad meninggalkan Muzaffar-Khalida Mahmood –kedua orangtuanya di Glasgow, Inggris. Ta berselang kemudian, terdengar kabar bahwa Aqsa pun sudah menikahi salah satu pejuang ISIS di Irak.

Inggris pun gempar. Tak kurang masyarakat internasional, terutama setelah berita penggorokan James Foley yang konon ditengarai dilakukan oleh pejuang ISIS dengan aksen logat British English yang kental.
Kini, berita minggatnya Aqsa dan keputusannya menikahi pejuang ISIS di Irak makin membuat Inggris dan negara-negara Eropa lainnya kebat-kebit. Ternyata, pasukan ISIS tidak hanya terdiri dari pejuang-pejuang lokal dari kawasan Timur Tengah saja, melainkan juga dari benua Eropa, Amerika, dan bahkan China.

Tentu saja, Indonesia juga tak ketinggalan dalam daftar ini. Menurut penuturan Dubes Irak Abdullah Hasan Salih untuk Indonesia di Jakarta hari Jumat 5 September 2014 ini, sedikitnya telah terdeteksi ada 53 pejuang ISIS berdarah Indonesia.

Baca juga: 53 Indonesian nationals joined IS movement, says ambassador

Bahkan sebelumnya, Kapolri Jenderal Sutarman sudah terlebih dahulu blak-blakan: 56 orang Indonesia ikut bergerilya bersama ISIS di Suriah dan Irak; beberapa di antaranya diketahui telah meninggal dalam perang.

Tinggalkan luka batin
Aqsa, gadis muda berdarah Asia, ini baru berumur 20 tahun. Ia sangat menyukai film-film Harry Porter dan kelompok musik ColdPlay. Namun tak dinyana, meski lahir dan dibesarkan dari keluarga muslim moderat, tiba-tiba saja Aqsa melarikan diri, meninggalkan rumah dan negaranya Inggris untuk ‘berjihad’ bersama kelompok militant ISIS.

Ia tidak memanggul senjata, tapi menyediakan diri dinikahi oleh pejuang ISIS.

Aqsa tidak sendirian. Beberapa perempuan Malaysia belum lama ini juga diketahui telah meninggalkan negaranya untuk menjadi istri dari para pejuang ISIS.

Ny. Khalida dan suaminya Muzaffar Mahmood –kedua orangtua Aqsa di Glasgow—mengaku tidak tahu mengapa akhirnya Aqsa yang dididik secara moderat tiba-tiba saja bisa ‘ganti haluan’ menjadi ekstrim dan militant.

“Aqsa, kami masih mencintaimu nak. Namun kami harus memprirotaskan diri terlebih dahulu –keluarga dan saudara-saudarimu—terlebih dahulu. Keputusanmu itu menjadikan kami dan semua pihak sebagai korban pertama yang telah kamu khianati; tak terkecuali juga masyarakat sekitar dan orang-orang Skotlandia,” tutur keluarga Inggris berdarah Asia dalam sebuah pernyataan sebagaimaan dilansir oleh BBC.

Aqsa menjadi berita gempar di Inggris, tak lama setelah muncul komentar di Twitter yang isinya ‘ngomporin’ masyarakat Inggris untuk melakukan kekerasan sebagaimana yang pernah terjadi di Woolwich dan di AS. Akun di Twitter ini memakai nama Umm Layth dan diperkirakan itu nama alias yang sengaja dipostingkan Aqsa untuk menyembunyikan identitas aslinya. Namun, akun ini sekarang sudah dihapus.

Meski mengaku telah ‘dikhianati’ oleh putrinya karena mendadak berubah menjadi pribadi sangat militan, baik Ny. Khalida maupun suaminya Muzaffar tetap punya keinginan agar Aqsa sekali waktu bisa ‘sadar kembali’ dan pulang ke rumah.

“Nak, (perbuatanmu) telah merobek hati keluarga besar kita dan menjadikan hidup kami berubah total. Pulanglah kembali, Nak!,” pinta keluarga Inggris berdarah Asia ini.

Bisa dimana saja
Keluarga Mahmood juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat Inggris, bahwa ‘pembelotan’ semacam ini bisa terjadi kapan saja dan di keluarga mana pun. Karena itu, kata mereka, “Meski hidup dalam suasana serba bebas dan punya banyak kesempatan maju, namun toh akhirnya putri kami membelot menjadi pribadi radikal. Dan hal semacam ini bisa terjadi pada setiap keluarga mana pun.”

Laporan intelijen Inggris menyebutkan, Aqsa diketahui terbang pertama-tama ke Turki dan baru kemudian menyeberang ke Suriah dengan tujuan Aleppo pada bulan November tahun 2013. Karena tidak ada kontak berbulan-bulan, maka keberadaan Aqsa dinyatakan ‘hilang’ dan dilaporkan kepada polisi.

Sebelum dinyatakan hilang dan membelot menjadi anggota ISIS, Aqsa bersekolah di Craigholme School dan setelah lulus SMA menyempatkan beberapa tahun sekolah di universitas setempat.

Keluarga ini tegas mengatakan, mereka mendidik Aqsa penuh dengan perhatian dan kasih. Bahkan mereka menegaskan, keluarga mereka termasuk bahagia. “Rasanya lebih tepat mengatakan kalau putri kami Aqsa telah diperdaya pikiran dan hatinya oleh ISIS dan kemudian memperalat dia,” kata pengacara keluarga ini sebagaimana dilansir BBC.

Tanda-tanda perubahan sikap pada diri Aqsa mulai kelihatan, ketika gadis muda ini mulai menunjukkan perhatiannya terhadap para korban perang di Suriah. Kepada orangtuanya, Aqsa mengaku tergerak hati ingin ‘berbuat sesuatu’ dan menolong mereka.

Sumber/Kredit foto: BBC

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply