Fruitful Rain of Blessings

Ayat bacaan: Yakobus 5:17-18
========================
“Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.

hujan berkat, berbuah, berdoa sungguh-sungguh

Ketika mengulas mengenai Elia kemarin, saya mendapatkan sisi lain dari ayat yang merupakan penggalan dari surat Yakobus, seperti yang saya angkat menjadi ayat bacaan hari ini. Disamping nabi besar, nabi “api” dan nabi “hujan” (the rain maker), Elia tetaplah merupakan manusia biasa seperti kita. Apa yang membuatnya luar biasa adalah kesungguhannya dalam berdoa. Kemudian perhatikan ayat 18, “Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan, dan bumipun mengeluarkan buahnya.”. Mari kita beri penekanan pada kata “berdoa”, “hujan” dan “buah”. Implikasinya? Saya tertarik untuk menyoroti kebiasaan sebagian besar orang yang terus menerus sibuk bekerja sehingga menomorduakan bahkan melupakan berdoa sebagai sebuah kewajiban yang harus kita lakukan pula. Atau mungkin berdoa, tapi berdoa hanya sebatas konteks kebiasaan, rutinitas, dan bukan berasal dari kerinduan hati terdalam untuk mencari dan bersekutu dengan Tuhan karena mengasihi Tuhan. Ayat bacaan hari ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan kesungguhan dalam “berdoa”, agar “hujan” turun dan membuat kita “berbuah”.

Rangkaian kesibukan sehari-hari, berbagai rutinitas dalam pekerjaan bisa menyita waktu kita yang begitu singkat ini. Kita tidak lagi punya waktu untuk keluarga dan tidak lagi punya waktu untuk dipakai sebagai saat teduh atau saat-saat membangun keintiman dengan Tuhan. Jangankan itu, tidur saja sudah tidak punya waktu lagi. Mungkin itu yang terlintas di benak orang-orang yang begitu disibuki oleh pekerjaannya. Bekerja tentu penting. Alkitab dengan tegas menyatakan hal itu. “Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” (2 Tesalonika 3:10). Tapi bekerja bukanlah segala-galanya. Mencari nafkah bukanlah satu-satunya hal yang bisa melengkapi kebutuhan kita. Selain memenuhi kebutuhan primer seperti pangan untuk bisa bertahan hidup, kita juga membutuhkan firman Tuhan. “Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4). Bekerja itu bagus, tapi jika tidak disertai doa, maka pekerjaan yang kita lakukan pun tidak akan menghasilkan buah yang baik.

Mari kita lihat firman Tuhan berikut. “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.” (Ulangan 11:13-14). Tuhan siap menurunkan hujan berkat kepada siapapun yang taat pada perkataanNya, mengasihiNya dan dengan sungguh-sungguh beribadah padaNya. Hujan berkat yang akan memampukan kita menghasilkan buah dengan berkelimpahan. Itu janji Tuhan. Bersungguh-sungguh taat, lalu bersungguh-sungguh beribadah dengan segenap hati dan jiwa. Bukan karena kebiasaan, bukan karena rutinitas, bukan simbolis apalagi hanya agar terlihat baik di mata orang, namun karena panggilan hati yang sungguh-sungguh dan kerinduan untuk mengasihiNya. Inilah yang mampu menurunkan hujan berkat agar kita bisa berbuah dengan subur.

Perhatikan janji berkat berikut. “TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.” (Ulangan 28:12). Hujan berkat berasal dari perbendaharaan Tuhan, yang turun dari langit (surga). Bukan atas hasil usaha kita, namun dari perbendaharaan Tuhan, yang diberikan kepada semua orang yang taat dan melakukan firmanNya. Termasuk didalamnya tentu berdoa dengan sungguh-sungguh dengan segenap jiwa dan hati seperti di atas.

Berbuah dengan subur bukan hanya berbicara mengenai berkat-berkat jasmani, tapi juga mengenai berkat-berkat rohani. Berbuah tidak hanya dalam pekerjaan, studi, namun juga dalam pelayanan. Apakah pelayanan anda selama ini sudah disertai dengan doa yang sungguh-sungguh? Ingatlah bahwa doa yang berasal dari orang benar dan dengan yakin diucapkan akan memiliki kuasa yang sangat besar. “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b). Berdoa dengan sungguh-sungguh yang berasal dari hati akan membuat Tuhan membuka perbendaharaanNya yang melimpah dari Surga untuk menurunkan hujan berkatNya ke atas kita, hujan yang akan membuat “bumi” termasuk kita di dalamnya sanggup mengeluarkan buah. Selain bekerja, janganlah melupakan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan berkenan melimpahkan hujan dari langit untuk kita. Selain itu, jangan pula menipu Tuhan dengan menghindari memberikan persembahan perpuluhan. “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Maleakhi 3:10). Pemberian perpuluhan akan membukakan tingkap-tingkap langit (windows of heaven, floodgates of heaven) dan mencurahkan berkat hingga berkelimpahan. Elia adalah hanya manusia biasa yang sama seperti kita, yang punya kelemahan dan keterbatasan. Jika lewat Elia hujan bisa turun, maka hujan itu pun mampu turun atas kita sampai kita mengeluarkan buah, baik dalam pekerjaan, studi, kehidupan maupun pelayanan. Ingin memiliki pekerjaan, studi, hidup dan pelayanan yang berbuah? Sertailah kegiatan-kegiatan anda dengan doa yang sungguh-sungguh dan ketaatan akan firmanNya yang diaplikasikan secara nyata dalam hidup. Do it now, because God is ready to pour you with His rain of blessings.

Tuhan membuka tingkap-tingkap Surga untuk melimpahi anak-anakNya yang berdoa dengan sungguh-sungguh dan taat dengan hujan berkat

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply