From RHO-ers: "Perjalanan Iman"

From: Roeby CH <roeby99 @ xxxx . com>
==============================

Dunia bekerja sebagai salah satu bentuk dunia yang kita jalani selalu
tidak pernah lepas dari ketegangan atau kekhawatiran yang terkait di
dalamnya baik akibat dari hubungan yang sederhana ataupun yang
kompleks seperti sebuah proyek baru.
Untuk sebuah proyek baru jelas sekali kita dapat melihat sumber dari
kekhawatiran tersebut, ya kekhawatiran karena belum pernah ada yang
menjalankan proyek tersebut jadi tidak tahu jalan / cara yang pasti
karena hal tersebut adalah sama sekali baru apalagi membayangkan
hasilnya.. karena begitu banyak pertimbangan, perhitungan, perkiraan
manusia yang terlibat di situ, dan yang mengherankan kebanyakan dari
kita membayangkan hal yang menakutkan bahkan bagi diri kita sendiri
seperti gagal dalam proyek alias tidak mencapai apa yang diharapkan ..
ataupun hubungan yang sederhana seperti hubungan antara rekan sekerja,
atasan dan bawahan, yang seringkali saling “jilat” dan saling “sikut”.

Dan banyak orang ingin dan sangat tertarik menghilangkan ketegangan /
stress tersebut dengan berbagai cara yang instan seperti contohnya
adalah banyak di jual seminars – seminar ataupun ajaran – ajaran yang
menawarkan kelepasan dari stress, kebebasan, menjadi cepat kaya dan
lain sebagainya yang intinya adalah memberikan kelepasan terhadap
masalah – masalah dunia ini. Dan pada banyak kesempatan juga kita
manusia termasuk saya “lupa” akan adanya Yesus Kristus sebagai Tuhan
dan Juru selamat yang menawarkan kelepasan total dan juga gratis
asalkan kita mau taat pada Nya dan mengikuti ajaranNya. Pertanyaan Nya
adalah mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawaban singkatnya adalah
kita lebih yakin dengan apa yang kelihatan dan berbicara langsung
dengan kita itulah sebabnya dibutuhkan iman bukan pikiran karena
memang Yesus tidak bisa kita pahami dengan pikiran kita namun dapat
kita pahami dengan iman.

Apakah iman itu? Ibrani 11:1 menyatakan “Iman adalah dasar dari segala
sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak
kita lihat.” …Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun
percaya…”Yohanes 20:29. Mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan,
namun akan menjadi sangat sederhana dan lebih mudah dipahami bila itu
tidak kita pikirkan dengan logika kita namun melalui mata hati kita.
Untuk sejenak kita kembali pada hari kemarin, seminggu yang lalu atau
beberapa waktu silam, pernahkah kita pergi ke tempat yang sama sekali
baru atau alamat teman kita yang baru, coba kita ingat – ingat apakah
kita pernah belajar naik sepeda atau berenang? Atau bermain suatu
permainan baru?

Apa yang kita rasakan saat itu? Apa yang kita lakukan untuk hal
tersebut, kenapa kita mau melakukan nya? Apa yang membuat kita pada
waktu itu rela membayar harganya supaya bisa naik sepeda walaupun kita
bisa terluka karena jatuh, atau kenapa kita mau untuk bisa berenang
atau bisa memainkan permainan yang baru itu? Kenapa tidak kita lakukan
hal itu untuk belajar beriman? Lain tidak adalah kita punya motivasi
yang luar biasa pada saat itu yang mengalahkan semua pikiran dan
perasaan kita bahwa bila kita sudah bisa maka kita akan merasa puas
dan bangga padahal yang kita lakukan lain tidak adalah lebih untuk
kepentingan diri kita sendiri, coba Anda bayangkan sejenak bila Anda
belajar untuk bisa beriman seperti hal nya belajar bersepeda maka saya
rasa Anda akan mulai sekarang juga karena bila Anda beriman maka
relasi Anda dengan Tuhan menjadi lebih indah lagi, lebih memahami
ajarannya dan mengenal Tuhan itu sendiri dengan lebih cepat lebih
dalam dan lebih mengasikan dari sebelumnya dan dari apa yang pernah
kita pikirkan, bukan dengan pikiran sendiri yang terkadang malah
me-logikakan ajaranNya dan menjadi jauh dari arti sebenarnya.

Pertanyaan selanjutanya adalah bagaimana caranya? Memangnya mudah
belajar menjadi beriman? Dan Anda sudah mengetahui jawabannya seperti
Anda belajar bersepeda dulu, ya kenapa tidak? Anda dapat bertanya
kepada orang yang sudah lebih mahir atau lebih paham daripada Anda dan
berkumpul bersam-sama dengan mereka serta bisa belajar dari Alkitab
dan tentu saja berlatih dengan tekun bila ingin lebih cepat
menguasainya.
Namun lebih penting adalah kemauan kita untuk memulai nya seperti
halnya belajar bersepeda dulu.

Mulailah dengan berdoa mintalah Tuhan membimbing kita agar kita dapat
meluangkan serta mempersiapkan waktu untuk belajar, mulailah dengan
benar, bukalah injil Matius 6:33 yang isinya: “Tetapi carilah dahulu
Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan
kepadamu. Sebab itu janganlah kuatir akan hari besok, karena hari
besok mempunyai mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari
cukuplah untuk sehari.” Lengkapnya bacalah Matius 6:25-34, renungkan
dan mulailah sekarang juga serta hiduplah dalam bimbingan Tuhan!

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply