From RHO-ers: "Kemenangan Mutlak dalam Pencobaan"

From: darwin wijaya
===================================

Kemarin saya sempat berdiskusi dengan teman-teman yang
saya anggap sudah makin melenceng dari hidup yang
benar tentang dosa dan penghakiman, dan ketika saya
tegur, dia menjawab “yang sekarang urusan sekarang,
yang nanti urusan nanti, dan saya tidak pernah tau apa
yang akan terjadi nanti. kalau memang benar ada
penghakiman nantinya, saya akan bertobat jika saya
sudah tua nanti”. Saya ingin mengkaitkan dengan
sedikit dari yang saya dapat dari khotbah hari ini di
gereja.

Sebuah renungan singkat.

Ada sebuah sekolah untuk anak-anak yang tuli dan bisu,
dan mereka pada umunya berumur 6-7 tahun. Sekolah itu
sekolah kristen, dan ada seorang evangelis yang datang
untuk mengajar disana. Sang penginjil melontarkan
begitu banyak pertanyaan, dan di akhir khotbah nya, ia
mempertanyakan 3 pertanyaan penting.

1. Siapakah yang menciptakan langit dan bumi juga
engkau? lalu ada satu anak mengacungkan tangannya. ia
pun menuliskan dipapan tulis “Tuhan Yesus Kristus”

2. Apakah Tuhan Yesus Kristus yang menciptakan langit
dan bumi juga engkau adalah Tuhan yang penuh kasih?
lalu ada anak yang lain mengacungkan tangannya. ia
menulis “iya, Tuhan yesus adalah Tuhan yang penuh
kasih”

Pertanyaan ke 3 adalah pertanyaan yang menggentarkan
murid tersebut. pertanyaan ke 3 adalah:

3. Lalu jika Tuhan Yesus kristus adalah Tuhan yang
penuh kasih, mengapa ia menciptakan kalian bisu dan
tuli?

Begitu pertanyaan itu dituliskan di papan tulis,
langsung airmata menetes dengan sendirinya. Semua
anak-anak itu tertunduk, tak ada satu pun anak yang
berani mengacungkan tangannya ke atas. Lalu dengan
tegar seorang anak berdiri dengan terisak-isak dan
mengacungkan tangannya. Lalu ia menuliskan satu
jawaban yang begitu mengagetkan evangelis itu.
Jawabannya adalah “Supaya nama ALLAH dipermuliakan”.

Begitu mendengar semua itu, saya tersentak. Mengapa
anak yang baru berumur 6-7 tahun bisa menjawab dengan
demikian. Saya langsung membayangkan bagaimana bila
saya yang berada di posisi anak itu, atau ketika
pertanyaan yang memiliki konsep yang sama
dipertanyakan kepada saya ketika saya mengalami
pencobaan. Mungkin saya akan memaki-maki Tuhan, atau
paling tidak saya hanya bisa terdiam. Saya tak bisa
mempertanggung jawabkan iman saya, tapi anak yang
berumur 6 tahun bisa mempertanggung jawabkan. Setan
akan selalu mencobai manusia. Ia akan selalu memakai
cara-cara yang hebat dan mungkin saja memakai orang
terdekat kita untuk mencobai kita. Supaya kita jatuh
dalam tipu msulihat yang setan berikan.

Apakah kita yang telah Tuhan beri lebih sempurna
dibanding anak tadi, dan ketika kita masuk dalam
pencobaan kita selalu menyalahkan Tuhan?

Apakah kita yang telah Tuhan tebus diatas kayu salib,
tidak mau memiliki iman sejati seperti anak yang bisu
dan tuli itu?

Jika kita bagian dari orang-orang tersebut, marilah
kita bersama-sama kembali ke jalan kebenaran. Tuhan
selalu memelihara kita. Coba tanyakan dalam diri kita
masing-masing, apakah kita lebih banyak berbuat dosa
yang menyakitkan Tuhan atau perbuatan yang berkenan di
hati Tuhan? Lalu bandingkanlah dengan berkat dan
karunia yang telah kita terima dengan hukuman-NYA!
Yang mana yang telah engkau terima lebih banyak,
berkat atau hukuman-NYA?

Marilah kita berserah total di dalam setiap pencobaan
kepada-NYA, supaya kita dapat memenangkan setiap
percobaan yang diberikan setan, seperti ketika Tuhan
Yesus kristus memenangkan pencobaan di padang gurun
tanpa kebutuhan yang terpenuhi, tanpa mujizat dan
tanpa kemuliaan yang diperlihatkan. Seperti itulah
kita percaya pada-NYA!

Semoga blog ini boleh menjadi berkat bagi semua yang
membacanya, AMIN

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply