Fountain Of Life

Ayat bacaan: Wahyu 21:6
=======================
Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”

fountain of life, air kehidupan

Ah.. kami kembali kesulitan air. Air dari Perusahaan Air Minum (PAM) sudah macet selama dua hari, dan hidup pun menjadi sulit selama dua hari ini. Bayangkan stok air yang kami miliki cuma satu bak mandi kecil, dan itu harus dihemat sampai air kembali mengalir, yang kami sendiri tidak tahu kapan akan terjadi. Saya belajar satu hal dari kejadian ini: betapa air memiliki peran yang sangat penting, kalau boleh saya katakan vital bagi kehidupan kita. Kadang-kadang hal itu tidak kita pikirkan ketika air mengalir tanpa masalah di rumah, tapi semua akan kita sadari begitu kita mengalami kesulitan air. Air adalah unsur alam yang mutlak dibutuhkan oleh setiap mahluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Bisa dikatakan tidak akan ada kehidupan tanpa air. Air pun merupakan sumber kesuburan, dimana mahluk hidup akan tumbuh dan berkembang. Peradaban demi peradaban biasanya dimulai di pinggiran sungai atau lokasi dimana ada air. Dalam kehidupan kita sehari-hari pun terdapat begitu banyak penggunaan air, seperti minum, masak, mandi, mencuci, membersihkan dan lain-lain.

Tadi pagi ketika saya bangun dan mengucapkan selamat pagi pada Tuhan, Dia memberi sebuah kalimat yang sangat jelas saya dengar dalam hati saya: “Fountain of life”. Ya, saya langsung berpikir bahwa jika kebutuhan air dalam hidup ini begitu penting, demikian pula kerohanian kita butuh air. Seringkali kerohanian kita mengalami kekeringan, jiwa kita terasa haus dan jika dibiarkan, kita pun bisa mengalami dehidrasi rohani, dimana kita kehilangan kepercayaan, kehilangan harapan, kehilangan motivasi dan semangat, yang kemudian digantikan oleh rasa khawatir, takut, was-was, ragu yang bisa membuat emosi kita labil sehingga kita kehilangan sukacita dalam hidup. Tapi jangan takut, dan lihatlah Tuhan itu luar biasa! Dia ingin mengingatkan kita semua hari ini bahwa Tuhan Yesus menyediakan mata air kehidupan yang akan mengalir tanpa henti dalam hidup setiap anak-anakNya, setiap orang percaya yang taat sepenuhnya kepadaNya. Lihatlah apa kata Yesus pada perempuan Samaria. “Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” (Yohanes 4:10). Selanjutnya kita melihat janji Yesus tentang air kehidupan. “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:37-38). Lihatlah betapa baiknya Kristus sebagai gembala yang akan menuntun kita ke mata air kehidupan, dimana Allah akan menghapus air mata dari kita semua. (Wahyu 7:17). Dan betapa indahnya Yerusalem baru, dimana sungai air kehidupan yang jernih bagai kristal mengalir keluar dari tahta Kristus (Wahyu 22:1). Kemudian kembali ditegaskan bahwa mempelai wanita (kita, orang-orang percaya) dipersilahkan mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma (Wahyu 22:17).

Ketika air di dunia ini satu saat bisa berhenti mengalir, tidak demikian halnya dengan air kehidupan yang bersumber dari Kristus. Saya bersyukur akan kasih Kristus yang tidak henti-hentinya mengalir dalam hidup ini bagai air yang segar dan baru setiap hari. Selama kita berjalan bersama Kristus, selama itu pula air kehidupan mengalir dalam hidup kita tanpa macet, tanpa sangkut, dan akan selalu jernih. Air kehidupan Kristus akan selalu lebih dari cukup untuk membuat jiwa kita segar, kerohanian kita tidak akan kekeringan. Mengalir, mengalir dan mengalirlah dalam diri saya dan diri anda. Haleluya, puji Tuhan!

Segarlah jiwa dan roh setiap hari dengan air kehidupan yang mengalir tanpa henti dari tahta Anak Domba

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment