Forum Pertemuan Kateketik antar Keuskupan se Indonesia ke-X di Bandung (3): Film sebagai Media Refleksi

SETELAH memplenokan hasil diskusi, peserta PKKI-X diajak untuk belajar bahwa film ternyata bisa menjadi media refleksi. Film yang ditampilkan sebagai pembelajaran adalah film Artificial Intelligence

Sebelum belajar dari film tersebut, Ibu Yap Fu Lan, Dosen Katekese dari Universitas Atmajaya Jakarta, terlebih dahulu memberi pengantar. Baginya, dunia digital menawarkan banyak kemudahan. Namun, orang zaman sekarang justru menjadi takut pada keheningan. Sehingga manusia zaman sekarang tidak tertarik mengambil nilai/pesan, hanya melihat teknologi digital sebagai sarana hiburan. Film sebenarnya juga bisa menjadi media refleksi.

Menurut Ibu Yap Fu Lan, Film Artificial Intelligence merupakan sarana bagi para peserta PKKI-X untuk berhenti sejenak dari proses diskusi, masuk ke dalam keheningan dan menarik maknanya bagi karya katekesenya: media komunikasi sosial digital jangan sampai menghilangkan nilai-nilai manusiawi kita. 

Ibu Yap Fu Lan mengisahkan bahwa film Artificial Intelligence ini merupakan film science fiction yang diluncurkan tahun 2001. Film ini  mengangkat kisah dari sebuah novel dan menghubungkannya dengan cerita Pinokio. Film ini menampilkan obsesi David, seorang bocah robotik yang sangat ingin menjadi anak laki-laki sungguhan. Film ini juga menyajikan kontras: robot yang ingin menjadi sangat manusiawi dan manusia yang justru tenggelam oleh ambisi, kedengkian dan perilaku barbar. 

Dari film ini, Ibu Yap Fu Lan mengajak para peserta PKKI-X menyadari bahwa kita hidup di era digital sekarang ini cenderung menjadi bagaikan robot. Dengan kesadaran bahwa kita manusia bukan hanya daging dan mesin, kita harus menghidupkan dimensi spiritual kita. Caranya adalah dengan terlibat sebagai pribadi dan masuk ke dalam keheningan. 

Dari film ini, Ibu Yap Fu Lan mengajak para peserta PKKI-X belajar bahwa keinginan menggunakan teknologi tercanggih utnuk pewartaan dan pendidikan iman, khususnya dalam berkatekese, jangan sampai membuat kita lupa akan tujuan katekese untuk mendewasakan iman dan mendewasakan pribadi orang beriman. Ia mengingatkan bahwa berkatekese bukan sekedar transfer pengetahuan, melainkan untuk mencerdaskan umat beriman dan membentuk perilaku hidup Kristiani mereka. (Selesai)

Photo credit: Panitia Pertemuan Kateketik Antar Keuskupan se-Indonesia (PKKI) ke X di Bandung (Teresia Lumi)

Artikel terkait:

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. markus9:38-50
  2. bahan khotbah markus 9 : 38-50
  3. Bahan Khotbah Markus 9:38-50
  4. markus 9 38 50
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: