Friday, 31 October 2014

Firman Tuhan dalam Lagu

Ayat bacaan: Kolose 3:16
====================
“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”

firman dalam laguDi salah satu radio hari ini saya mendengar penyiarnya berkata bahwa ia baru saja dijamah Tuhan lewat salah satu lagu rohani yang ia putar. Saya pernah mengalaminya, dan saya yakin teman-teman pun demikian. Ada kalanya lagu pujian atau penyembahan membawa kesan mendalam dan pada saat-saat tertentu bisa sangat mengena, memberi jawaban terhadap pergumulan yang tengah kita hadapi, menegur atau juga bisa jadi meneguhkan kita yang tengah goyah dalam menghadapi sesuatu yang sulit. Jika ada yang bertanya, bagaimana mungkin itu bisa terjadi, saya akan menjawab mengapa tidak? Lagu-lagu yang biasanya disebut dengan lagu rohani ini bisa berisi firman Tuhan atau setidaknya terinspirasi dari firman di dalam Alkitab. Firman Tuhan itu hidup dan punya kuasa yang luar biasa besarnya, dan jika itu tampil dalam bentuk alunan lagu, maka itu pun bisa berdampak besar pada kita, sama seperti ketika kita membaca atau mendengarkan firman Tuhan lewat kotbah, kaset dan sebagainya. Satu hal yang pasti, Tuhan bisa memakai berbagai media untuk menjadi corongNya untuk berbicara kepada kita, dan lagu merupakan salah satu di dalamnya.

Lagu rohani termasuk lagu pujian dan penyembahan tentu tidak asing lagi bagi kita. Ditengah-tengah menjamurnya lagu-lagu yang mengajarkan banyak hal yang buruk seperti perselingkuhan, obat-obatan, pemutusan hubungan yang dibuat seolah wajar atau dibubuhi alasan-alasan sebagai pembenaran, putus asa dan hal-hal jelek lainnya, lagu-lagu rohani bisa membawa berkat bagi kita. Lagu-lagu rohani tidak jarang sanggup memberi kekuatan, penghiburan atau menggantikan kegelisahan dan kesedihan dengan perasaan damai dan sukacita. Lagu rohani bisa menegur ketika kita salah jalan, juga mampu menebalkan iman kita. Ada banyak pula lagu-lagu rohani dalam bahasa Indonesia yang langsung mengambil firman Tuhan dari alkitab, seperti misalnya “Seperti Rusa” (Mazmur 42:1), “Ujilah Aku Tuhan” (Mazmur 139:23), “Tuhan adalah Gembalaku” (Mazmur 23), “Sejauh Timur dari Barat” (Mazmur 103:12) dan lain-lain. Hari ini saya ingin menyampaikan sebuah pesan penting mengenai peran dari kehadiran lagu-lagu rohani yang akan sangat berguna bagi kita untuk menghadapi hidup yang terus semakin sulit.

Ketika sebagian dari kita memiliki kesulitan untuk mengingat atau menghafal firman Tuhan, ada sesuatu di dalam otak kita yang ternyata sanggup membuat kita lebih mudah untuk menghafal lirik dari sebuah lagu. Seringkali sulit rasanya bagi kita untuk menghafal pelajaran, tetapi kita akan dengan mudah menghafal lirik lagu yang panjang atau bahkan dalam bahasa lain sekalipun. Dan lagu-lagu yang langsung mengambil ayat-ayat alkitab ini akan sangat membantu kita untuk menerima firman Tuhan. Jadi lagu-lagu seperti ini akan memiliki keuntungan ganda. Di satu sisi firman Tuhan akan masuk ke dalam ingatan kita dan tentu saja tertanam dalam hati kita, di sisi lain kita akan memuliakan Tuhan langsung lewat bibir dan lidah kita dengan menyanyikannya.

Betapa pentingnya bagi kita untuk terus mengisi diri kita dengan firman Tuhan dalam menghadapi hari-hari mendekati akhir zaman. Dalam surat Paulus kepada Timotius dua ribu tahun yang lalu ia sudah mengingatkan akan datangnya masa sukar pada hari-hari terakhir ini. (2 Timotius 3:1). Paulus berkata bahwa ini adalah masa dimana “manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.” (ay 2-4). Ini adalah masa dimana orang secara lahiriah akan terlihat seperti menjalankan ibadah, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. (ay 5). Di akhir zaman seperti ini akan ada banyak orang berdosa “yang walaupun selalu ingin diajar,tetapi tidak pernah dapat mengenal kebenaran” (ay 7). Alangkah riskannya untuk berada dalam keadaan seperti ini apabila kita dalam keadaan kering dan lemah. Karena itulah kita perlu membekali diri kita terus menerus dengan kebenaran firman Tuhan agar kita tidak ikut-ikutan terseret ke dalam berbagai bentuk penyesatan yang akan membinasakan kita. 

Di saat dunia modern dibombardir oleh berbagai ajaran menyesatkan yang dikemas dalam berbagai bentuk yang terlihat sangat menyenangkan atau indah, seperti menyusup lewat syair lagu misalnya, sungguh penting bagi kita untuk menguatkan diri kita agar tidak terseret ke dalamnya. Menyanyikan lagu-lagu pujian dan penyembahan selain akan menyenangkan hati Tuhan, tentu berperan sangat penting pula dalam hal tersebut. Ingatlah bahwa Tuhan bersemayam (atau dalam bahasa Inggrisnya dikatakan dwell) di atas puji-pujian kita seperti yang tertulis di dalam Mazmur 22:4. Dan Paulus berkata “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16). Kekayaan Kristus hendaknya meresap ke dalam hati kita, salah satunya lewat bermazmur, menyanyikan puji-pujian dan lagu-lagu rohani yang jumlahnya ada begitu banyak. 

Jika anda termasuk orang yang sulit menghafal dan suka bernyanyi, mengapa tidak mencobanya? Tidak peduli bagaimana suara anda, selama dinyanyikan dengan sungguh hati semua itu akan terdengar bagai alunan melodi indah di telinga Tuhan. Dan firman-firmanNya akan tertanam dalam hati kita, yang mampu menguatkan, meneguhkan, menghibur dan membawa berkat bagi kita, sekaligus menjadi kesempatan buat kita untuk memperkatakan firman. Ingatlah Tuhan berkata “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11). Tidak salah untuk mendengar lagu-lagu sekuler sepanjang isinya tidak mengajak kita untuk membangkang dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan, tapi jangan abaikan pula kuasa firman Tuhan yang hadir lewat lagu-lagu ini. Selain enak untuk dinikmati dan bisa dinyanyikan, lagu-lagu ini pun akan memberi banyak hal yang bermanfaat bagi keselamatan kita. So, what are you waiting for? Let’s sing God’s verses today!

Lagu-lagu rohani, pujian dan penyembahan bisa mengantarkan kita memasuki hadirat Tuhan dan menjadi corong Tuhan untuk menyampaikan pesanNya pada kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Incoming search terms:

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Firman Tuhan dalam Lagu"

Response on "Firman Tuhan dalam Lagu"