Filosofi Bekerja (1)

Ayat bacaan: Keluaran 36:1
=======================
“Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN.”

Seorang teman baru saja membagikan filosofinya dalam menyikapi kesibukan dalam bekerja yang seringkali menyerap energi dan tenaga sehingga mendatangkan kelelahan. Baginya kesibukan dalam melakukan sebuah pekerjaan jauh lebih baik ketimbang hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Ia berprinsip bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan haruslah dilakukan sebaik-baiknya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23), dan ia pun selalu berusaha sedapatnya mengaplikasikan pengajaran Yesus untuk berjalan ekstra mil (Matius 5:41). Karena ia bertekad menjalankan kedua hal ini dalam apapun yang ia kerjakan, tidaklah mengherankan kalau ia bisa merasa sangat kelelahan. Katanya, sebagian orang menganggapnya bodoh karena mau kerja mati-matian dengan upah yang menurut mereka tidak sebanding, tapi ia terus melakukan seperti apa yang dikatakan firman-firman Tuhan tersebut. “Aku sering merasa seperti kehabisan bensin, tapi daripada menganggapnya sebagai beban, aku memandangnya sebagai happy problem.” katanya. Happy, karena kalau lelah artinya ia masih bekerja dan ada kesempatan baginya untuk melakukan firman Tuhan.

Apa yang menjadi filosofinya dalam memandang sebuah kesibukan bekerja bagi saya sangat menarik dan memberkati. Kedua prinsip yang ia pegang sangatlah baik untuk kita teladani, terlebih hari ini ketika kebanyakan orang hanya berhitung untung rugi secara sempit. Serius tidaknya dan baik tidaknya sesuatu yang dikerjakan tergantung pada berapa nilai upah yang diterima. Itu pemikiran dunia, yang sangatlah berbeda dengan prinsip firman. Berbuat sebaik-baiknya seperti Tuhan yang menyuruh, lantas memberi ekstra, lebih dari kewajiban untuk mencapai hasil terbaik. Dari apa yang ia alami dan sering pula saya alami sendiri, Tuhan ternyata tidak pernah kekurangan cara untuk menyatakan berkatNya saat kita melakukan tepat seperti apa yang Dia mau. Mungkin dari sebuah pekerjaan kita sepertinya tidak mendapat hasil jerih payah yang sebanding, tapi dari jalan lain berkatNya bisa datang melimpah tanpa disangka-sangka. Itu sangat sering terjadi, sehingga ini bisa menjadi bukti nyata akan kesetiaan Tuhan dalam menepati janji, setidaknya lewat kesaksian saya dan teman saya ini.

Selanjutnya mari kita lihat prinsip atau filosofi menarik lainnya dalam bekerja dari sebuah kisah  mengenai pengangkatan Bezaleel dan Aholiab untuk membangun Kemah Suci dalam kitab Keluaran. “Berkatalah Musa kepada orang Israel: “Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan.” (Keluaran 35:30-31). Bezaleel dan Aholiab adalah dua orang yang kepadanya diberikan tugas untuk membangun Kemah Suci. Tuhan tidak sekedar menyuruh, tapi Dia membekali dengan Roh Allah yang memberi keahlian, pengertian dan pengetahuan agar mampu mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan itu. Tidak hanya itu, tapi Tuhan pun memberikan kepandaian untuk mengajar agar orang lain pun bisa mendapat ilmu dari apa yang mereka miliki. “Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.” (ay 34).

Betapa banyaknya talenta yang telah Tuhan berikan kepada kedua orang ini. Secara detail dikatakan seperti berikut: “Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus, dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu.” (ay 35). Terdengar seperti rumit dan bertumpuk-tumpuk bukan? Anggaplah ayah anda ingin anda mengerjakan sesuatu yang besar, ia ingin anda sukses, karenanya ia menyekolahkan anda agar punya ilmu pengetahuanyang baik dan keahlian yang cakap, lantas melengkapi pula semua modal yang dibutuhkan agar anda bisa segera mulai mengerjakannya sampai berhasil. Kira-kira seperti itu gambarannya. Dari sini saja kita bisa mengambil beberapa kesimpulan bahwa:
1. Tuhan punya rencana besar bagi kita
2. Tuhan ingin kita sukses
3. Agar bisa sukses, Tuhan sudah melengkapi kita dengan talenta
4. Talenta diberikan berbeda-beda, karenanya kita perlu membangun hubungan dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama
5. Tuhan juga melengkapi kita dengan modal dan lain-lain yang dibutuhkan melalui curahan berkatNya

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: