Wednesday, 17 December 2014

Film “The Debt”, Memburu Penjahat Perang dengan Sedikit Kompromi

TENTANG tangguh dan canggihnya operasi intelijen memburu ‘musuh’ bangsa dan negara, Dinas Intelijen Israel Mossad adalah legenda besar. Di banyak operasi rahasia mengejar musuh, Mossad punya catatan sejarah panjang akan keberhasilannya mendeteksi keberadaan musuh, menculiknya dan kemudian membawa pergi untuk dimintai pertanggunganjawabnya atas kejahatan masa lalu. Tapi, tak jarang juga Mossad pun bisa bertangan dingin, yakni membawa tahanan politik musuh negara itu ke ujung tabir kematiannya.

Tembakan pistol atau dentuman bom sering kali dilakukan Mossad tanpa ampun untuk melenyapkan semua musuh negara dan bangsa Yahudi ini.

Film The Debt juga berkisah tentang medan operasi intelijen Mossad yang dilakukan di garis pertahanan musuh. Kali ini, setting peristiwanya terjadi di Berlin Timur, ketika Perang Dingin masih berkecamuk di Eropa dimana Berlin Timur dikuasai oleh rezim komunis asuhan Uni Soviet.

Siapa target sasaran operasi intelijen yang hanya dilakukan oleh tiga agen senior Mossad ini? Buruan mereka adalah bukan orang sembarangan. Dia adalah Dr. Dieter Vogel (Jespers Christensen), seorang dokter profesional yang pernah menjadi kepala ‘projek’ rekayasa genetika di Birkenau—tempat pembantaisan massal orang Yahudi era pemerintahan fasis di Jerman pimpinan Hitler.

Kala itu, Dr. Vogel menjadi semacam pemimpin pusat laboratorium yang intinya bertujuan menciptakan manusia unggul. Mereka yang tidak memenuhi kriteria akan dikirim ke gas chamber untuk dimusnahkan (dibunuh) secara massal. Dan orang-orang Yahudi menjadi barang mainan Dr. Dieter Vogel ini. Di kalangan agen-agen Mossad, Dr. Dieter Vogel lazim mendapat julukan buruk sebagai Tukang Bedah Birkenau (The Surgeon of Birkenau).

Karenanya, bagi Israel dan agen-agen Mossad, memburu dimana dan kemana pun berada Dr. Dieter Vogel menjadi semacam seruan keras yang berbau semangat nasionalisme. Selain dendam sejarah, tentu saja –seperti dikatakan agen-agen Mossad ini— memburu dan melenyapkan Dr. Dieter Vogel adalah tuntutan sejarah dan menjawab tugas negara.

Karena persoalan itulah, ketiga agen Mossad itu berada di Berlin.

Jalan panjang menemukan penjahat perang
Usaha menemukan keberadaan Dr. Vogel bukan perkara mudah. 15 tahun lamanya agen-agen Mossad berusaha mencari dimana penjahat perang ini berada. Eureuka! Akhirnya mereka berhasil mendeteksi keberadaan Vogel yang ini menyaru diri sebagai dokter ahli kebidanan dan membuka klinik praktik di sebuah sudut di Berlin Timur.

Untuk memburu Tukang Bedah Birkenau itu, Mossad mengutus tiga orang agen yakni Rachel Singer (Jessica Chastain), David Peretz (Sam Worthington) dan Stefan Gold (Marton Csokas) yang bertindak sebagai komandan mereka. Misi mereka jelas, harus berhasil membawa ‘pulang” Tukang Bedah Birkenau itu ke Israel untuk dimintai pertanggungjawabannya sebagai ‘arsitek’ pembantai ribuan orang Yahudi di Birkenau.

Dalam menjalankan misi rahasia itu, ternyata duet David dan Stefan sama-sama jatuh hati kepada rekan sejawatnya yakni Rachel hingga akhirnya diketahui hamil. Kisah inilah yang akhirnya membawa Rachel mendatangi klinik tempat Dr. Dieter Vogel itu dirawat, sekaligus memastikan target sasaran mereka memang orang yang mereka incar.

Setelah melalui penyelidikan yang rumit untuk mencari terobosan membawa Vogel keluar dari Berlin Timur, akhirnya ‘misi’ menculik Tukang Bedah Birkenau ini jatuh ke tangan Rachel. Pura-pura menjadi pasiennya, Rachel berhasil membekuk buruannya dengan cara menyuntikkan obat bius ke leher Si Tukang Bedah Birkenau ini.

Namun, upayanya melarikan Vogel keluar wilayah Berlin Timur gagal, setelah dosis obat bius yang disuntikkan ke leher Vogel ternyata tidak mempan ‘menidurkan’ buruan Mossad ini. Usai baku tembak dengan tentara komunis Jerman Timur, rombongan Mossad ini akhirnya terpaksa menyembunyikan Si Tukang Bedah di sebuah apartemen.

Namun, perbedaan pendapat antara Stefan dan David mengenai cara menangani penjahat perang ini malah membuka peluang Si Tukang Bedah ini melarikan diri, terutama setelah berhasil memperdaya Rachel.

Pelarian Vogel dari tangan Mossad ini membawa petaka moral dan politik bagi Stefan, komandan lapangan operasi Mossad. Risih dianggap gagal menjalankan misi negara dan menahan malu sebagai anggota Mossad, Stefan pun lalu kepikiran punya ‘jalan pintas’: resmi membuat laporan ke Tel Aviv dengan satu cerita karagan yakni melaporkan  buruan mereka lari dan terpaksa ditembak mati. Selesai.

Cerita rekayasa itu disetujui bertiga. Ini yang mau saya sebut sebagai kompromi yang tidak lazim di kalangan para agen Mossad yang dikenal tak mudah gagal dan apalagi menyerah dalam memburuh musuh bangsa dan negara.

Dan waktu pun berjalan sangat cepat. Selang 20 tahun kemudian, Rachel Singer (Helen Miller) pun sudah mulai tua dan punya anak bernama Sarah hasil pernikahannya bersama Stefan.

Ukrania
Dalam sebuah pesta, tiba-tiba saja David tua (Ciara Hinds) muncul dan mengatakan sebenarnya dia sangat mencintai Rachel dan malah mengajaknya pergi menjalani kehidupan baru usai pensiun dari Mossad. Namun, pesta keluarga ini berubah skenario setelah muncul informasi A-1 yang menyebutkan dokter Tukang Bedah Birkenau yakni Dieter Vogel yang berhasil kabur waktu disekap di Berlin Timur itu ternyata masih hidup di sebuah sanatorium di Ukrania.

Bosan karena hidup dalam kebohongan mengelabuhi Mossad dengan mengatakan Vogel sudah ditembak mati di Berlin Timur, maka Rachel Singer pun membuat keputusan besar: datang ke Ukrania memburu sendiri kematian Vogel. Ia berhasil menjalankan misinya dengan menyuntikkan sianida ke punggung Vogel, namun nyawanya pun meradang karena kena tusuk gunting tajam ketika berduel dengan Vogel.

The Debt yang diproduksi tahun 2010 dan naik layar setahun kemudian ini merupakan hasil besutan sutradara John Madden. Film  ini sebenarnya merupakan skenario daur ulang dari film berjudul sama namun hasil besutan orang lain, yakni sutradara Yahudi asal Israel bernama Assaf Bernstein dengan judul Hibrani HaChov, produksi tahun 2007.

Tidak banyak mengumbar senjata, namun lazimnya nonton film spionase The Debt adalah kisah yang menawan tentang tingginya rasa nasionalisme agen-agen Mossad memburuh para penjahat perang era pemerintahan fasis Hitler semasa Perang Dunia II.

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Film “The Debt”, Memburu Penjahat Perang dengan Sedikit Kompromi"

Response on "Film “The Debt”, Memburu Penjahat Perang dengan Sedikit Kompromi"