Father’s Approval

Ayat bacaan: Mat 3:17
==================

“..lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Tentu banyak diantara teman2 yang mengingat ayat yang cukup populer ini. Ya, itu adalah ayat yang menceritakan saat2 tepat setelah Yesus dibaptis. Langit terbelah, dan Roh Kudus turun seperti burung merpati diatas Yesus, dan terdengar lah suara Allah yang berbunyi demikian.

Dalam hidup kita, tentu kita sangat ingin orang tua kita, terutama sang ayah, bangga akan kita. Banyak diantara kita, sayangnya, tidak mendapatkan hal tersebut dari sang ayah. Ya, mungkin kebutuhan kita dicukupi, biaya pendidikan kita dipenuhi, tapi jangankan mendapat pujian, mungkin melihat ayah di rumah saja jarang. Atau kalaupun ketemu, ayah seringkali dalam keadaan lesu, kecapaian, dan hanya berbicara sepatah dua patah kata, yang penting2 saja. Ada banyak anak, yang hidupnya terbengkalai, meskipun berkecukupan atau malah berkelimpahan, hanya karena mereka mati2an mengejar image dihadapan ayah mereka, berbuat segala sesuatu untuk sepatah kata pujian darinya. Bagi teman yang beruntung, tentu pujian ayah, atau kebanggaan ayah atas kita dihadapan teman2nya, akan merupakan hal yang akan selalu kita ingat dan punya kesan mendalam. Ya, sadar atau tidak, didalam hidup ini kita butuh suatu pengakuan akan eksistensi kita, dan hal itu, akan sangat bermakna apabila diucapkan oleh seseorang yang sangat kita hormati dan sayangi.

Teman, lihatlah ayat diatas. Allah segera mengucapkan “approval” atau pengakuaNnya atas Yesus begitu Yesus dibaptis. Baptis, adalah tanda ketaatan, tindakan iman dari kepercayaan dan ketaatan kita kepada Allah. Baptisan juga merupakan sebuah bukti pernyataan pertobatan dari dosa, dan keinginan untuk hidup baru dalam Tuhan Yesus. Hal mengapa Tuhan Yesus juga harus dibaptis, yang seringkali dijadikan alasan untuk menolak pribadi Yesus sebenarnya oleh saudara2 kita yang berlainan agama, tentu telah kita ketahui bersama. Itu adalah teladan dari kerendahan hati, dan contoh bagi kita semua untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Tapi saya tidak akan berpanjang2 mengenai hal ini pada renungan hari ini. Saya justru ingin menyoroti sisi lain dari ayat tersebut. It’s Father’s Approval.

Tuhan tidak berkata, “inilah anak Ku yang sarjana S3, yang super jenius, yang punya gelar dua paragraf. Tuhan tidak berkata, ini lah anak Ku yang sangat ganteng, tersohor, gayanya selangit. Tuhan tidak berkata, inilah anak Ku yang kepintarannya melebihi manusia terjenius, dikali 10. Tuhan tidak berkata, inilah anak Ku yang IP nya 4, lulus cum laude, kuliah di luar negeri, atau sangat rajin bekerja. Tuhan mengatakan, ini lah Anak Ku yang Kukasihi. Garis bawahi kata kukasihi, dan ini menyatakan hati Bapa yang penuh kasih. Tuhan berkenan atas dasar kasih, dan Dia mencurahkan kasih kepada anak2Nya yang mana Dia berkenan. Lihat juga, Tuhan berkata demikian justru sebelum Yesus melakukan mukjizat apapun. Ini adalah awal dari pelayanan Yesus di dunia. Artinya, sebelum Yesus, the Son of God, melakukan pelayananNya dan menggenapi kehendak Allah, Dia terlebih dahulu di”approved”, diakui dan disetujui oleh Allah Bapa. Coba bayangkan dalam pekerjaan anda, jika sebelum anda bekerja anda telah diapprove oleh pimpinan anda, jika sebelum anda sekolah dan berusaha, kemampuan dan eksistensi anda diakui oleh orang tua anda, anda akan mengerjakannya dengan sepenuh hati dan bangga kan? Demikian pula, keberadaan kita di dunia ini, sebagai anak2Nya terkasih, setelah kita menunjukkan ketaatan kita kepadaNya, melakukan apa yang menjadi kehendak hati Bapa, kita pun mendapat approval yang sama seperti Yesus. We are not alone, nor abandoned, we have our Father’s approval. Halleluya.

Jadilah selalu anak2Nya yang menjadi teladan, Tuhan berkenan atas diri dan hidup anda.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment