Everyday Is A Test

Ayat bacaan: 2 Korintus 12:9
======================
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”

everyday is a test, setiap hari ada masalah, masalah bertubi-tubi, menghadapi masalah beruntun

Bosan mendengar air mati di rumah saya? Itulah yang lagi-lagi terjadi. Sudah dua hari air kembali mati. Tadi pagi komputer istri saya sepertinya terkena virus, sehingga tugas saya pun bertambah lagi, membawa komputer untuk direparasi. Cukup? Tidak, karena malam setelah saya selesai mengajar dan hendak pulang, mobil tiba-tiba rusak. Sabar, tentu itu yang seharusnya saya lakukan, dan saya tahu Tuhan pun menginginkan saya untuk bisa bersabar menghadapi berbagai masalah. Tapi sejak air berhenti mengalir kemarin, saya terus menerus mendengarkan ayat yang saya jadikan ayat bacaan hari ini di dalam hati saya.

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” What a wonderful God He is! Dalam tiap titik kesulitan di atas, saya merasakan kuasa Tuhan dinyatakan. Bagaimana? Mari saya ajak teman-teman melihat situasinya satu persatu.

  • Pertama, air mati. Ternyata di bawah rumah saya ada selang kecil yang lubangnya kira-kira sebesar sedotan (straw). Untuk menampung satu ember membutuhkan kira-kira setengah jam, tapi air itu mengalir dari gunung dan tidak berhenti, sehingga saya bisa menampung dengan sabar terus menerus untuk mengisi bak mandi saya. Tidakkah saya bersyukur bahwa Tuhan memberi saya tenaga yang cukup untuk menggotong ember demi ember sehingga kami tidak harus kekurangan air? Tidakkah saya bisa bersyukur bahwa masih ada selang yang walaupun kecil tapi masih bisa mengalirkan air ke dalam ember? Itu jauh lebih baik daripada tidak ada sumber air sama sekali, atau jika saya dalam keadaan sakit sehingga tidak mampu mengangkat ember. 
  • Kedua, kasus komputer yang terkena virus. Saya tinggal membawa komputer itu ke kampus dimana saya mengajar, karena disana ada teknisi-teknisi yang siap membantu memperbaiki tanpa biaya. Ya, saya memang harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membongkar pasang komputer, dan membawanya ke kampus, tapi saya masih punya tenaga lebih dari cukup untuk itu. 
  • Ketiga, mobil mogok, ternyata Tuhan kembali menunjukkan kuasaNya. Walaupun hari sudah malam, tapi saya bertemu dengan montir sepeda motor yang bersedia membantu, setidaknya hingga mobil bisa saya bawa kembali ke rumah dengan selamat. Dan luar biasa, walaupun orang itu tidak saya kenal, dia tidak mau menerima bayaran sama sekali meski telah mengutak atik mobil berjam-jam. “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” That’s absolutely right, and I praise the Lord for that. Haleluya!

Everyday’s a test. Setiap hari adalah ujian, apakah kita mampu taat dan tetap bersukacita ketika menghadapi permasalahan hidup atau tenggelam dalam keluhan dan kekecewaan. Petrus mengingatkan akan hal yang sama pula. “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” (1 Petrus 4:13). Berbagai ujian itu pun akan mendatangkan ketekunan (Yakobus 1:3). Kita belajar sabar, belajar tekun, dan yang lebih penting lagi, belajar percaya sepenuhnya pada Tuhan bukan ketika kita sedang aman-aman saja, tapi justru ketika kita menghadapi kesulitan hidup. Kita bisa bersungut-sungut dan mengeluh karena kesulitan itu menyita waktu, tenaga dan pikiran kita, sebaliknya kita bisa bersukacita dan bersyukur bahwa Tuhan selalu beserta kita dalam hal apapun. Mukjizat dimana Tuhan menyatakan kuasaNya tidak harus selalu dari hal-hal “bombastis” seperti orang mati dibangkitkan, orang sakit parah tiba-tiba sembuh dan sebagainya, tapi dalam banyak hal yang mungkin terlihat kecil, – terkadang sangat kecil sehingga banyak yang tidak menyadarinya karena fokus pada masalahnya dan bukan pada penyelesaian – , itu semua tetaplah mukjizat Tuhan yang nyata, tidak kurang hebatnya dari mukjizat-mukjizat di atas. Tiga masalah yang saya alami beruntun mulai kemarin semuanya menjadi bukti bahwa penyertaan Tuhan tetap ada, dan mukjizatNya tetap terjadi. Semua telah dicukupkan, dan Dia tetap hadir dengan kuasaNya yang ajaib.

Apapun masalah yang tengah kita hadapi, itu semua adalah ujian, dan bagaimana sikap dan cara menjawabnya semua tergantung diri kita sendiri. Saya percaya, Tuhan menjanjikan berkat yang lebih lagi bagi anak-anakNya yang mampu melewati berbagai ujian dengan sukacita berlimpah dan tetap percaya penuh pada kuasaNya. Jadi ketika anda menghadapi masalah beruntun dan bertubi-tubi, bersukacitalah karena Allah telah mencukupkan kasih karuniaNya bagi kita agar mampu menghadapi semuanya itu. Haleluya!

Anda tengah didera masalah bertubi-tubi? Bersyukurlah karena itu artinya anda akan merasakan kuasa Allah yang ajaib

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply