Eutikhus Yang Malang

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 20:9
===========================
“Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.”

tertidur di gereja


Seandainya anda membaca pada tajuk berita surat kabar ada judul yang berbunyi: “Akibat Mengantuk Saat Kebaktian, Seorang Anak Muda Jatuh dari Tingkat Tiga” , apa reaksi anda? Mungkin reaksi bisa beragam. Ada yang geli, ada yang tertawa, ada juga yang geleng-geleng kepala, ada yang sedih dan lain-lain. Coba bayangkan seseorang tidak kuat menahan kantuk, kemudian tertidur dan gara-gara hal tersebut ia jatuh dari tingkat tiga ke bawah. Tapi ini bukan kisah fiksi, melainkan pernah benar-benar terjadi. Orang itu bernama Eutikhus, dan kejadian itu terjadi di Troas dalam rangkaian perjalanan penginjilan Paulus.

Mungkin Eutikhus bukanlah orang pertama yang tertidur dalam kebaktian, dan pasti bukan yang terakhir. Saya tidak tahu apakah ada yang mengalami pengalaman persis yang dialami Eutikhus, rasanya- dan semoga – tidak ada. Dalam tiap kebaktian ada saja orang yang tidak kuat menahan kantuk, bahkan tertidur. Jika ditanya alasannya pun bisa bermacam-macam. Ada yang mengatakan seminggu penuh telah bekerja terlalu berat, ada yang beralasan kurang tidur, bahkan ada yang menyalahkan pendeta karena kotbahnya membosankan.

Salah satu kunci agar bisa mengikuti kebaktian dengan baik adalah persiapan yang cukup. Banyak orang yang pergi ke gereja di hari Minggu hanya karena rutinitas, karena terbiasa atau karena dipaksa oleh orang tua, istri/suami dan lain-lain. Pertama-tama kita harus menyadari betul bahwa kita beribadah ke gereja itu banyak gunanya dalam segala hal, baik buat hidup yang sekarang atau hidup yang akan datang nanti.(1 Tim 4:8). Bayangkan ketika kita mengalami begitu banyak tekanan dan bergumul dalam pekerjaan selama 6 hari, kerohanian kita bisa disegarkan kembali, dipulihkan agar kuat menghadapi minggu berikutnya dengan siraman firman Tuhan. Bagaimana ibadah kita pun berpengaruh pada apa yang akan datang pada kita di kehidupan berikutnya. Berikutnya, kita harus menyadari betul bahwa tujuan kita menghadiri kebaktian adalah berkumpul bersama saudara-saudara seiman untuk memuliakan Tuhan. Kita bisa saling menguatkan, saling sokong, bersama-sama bersukacita dalam hadirat Tuhan. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat 18:20).

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25). Ingat bahwa iblis akan selalu mengaum-aum, mencoba mempengaruhi lewat segala hal agar kita tidak fokus dalam kebaktian, bahkan terus mengupayakan agar kita punya seribu satu alasan untuk tidak menghadiri kebaktian. Sebaiknya persiapkan diri anda sehari sebelumnya, termasuk dalam merencanakan apa yang anda akan lakukan pada malam minggu dan tidur yang cukup, sehingga anda dapat mengikuti kebaktian dengan segar dan bersemangat. Tetap ingatkan diri kita bahwa kita adalah manusia-manusia yang membutuhkan kekuatan Tuhan agar bisa terus melanjutkan hidup kita dengan optimal. Meski mungkin anda telah menetapkan jadwal teratur untuk bersama Tuhan di saat-saat teduh di rumah setiap hari, tapi pada kebaktian di gereja anda memuliakan Tuhan bersama dengan saudara-saudara lainnya, merasakan hadirat Tuhan turun atas seluruh anak-anak Tuhan yang benar-benar mencariNya. Bukankah ini hal yang indah?

Eutikhus dibangkitkan dan tidak jadi mati, mukjizat bisa terjadi kapan saja, itu benar. Tapi jika kita tidak bersungguh-sungguh beribadah dalam kebaktian, berkat bisa melayang melewati diri kita. Kita kehilangan banyak hal indah dan kehilangan “stok” rohani buat perjuangan seminggu ke depan. Persiapkanlah diri anda semaksimal mungkin agar anda bisa mendengar perkataan Tuhan tanpa rintangan apapun.

Persiapkan diri sebaik mungkin setidaknya sehari sebelumnya agar kita dapat beribadah dengan baik

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply