Enaknya Rumah Sendiri

“Raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling.” (2 Sam 7, 1)

KEMARIN saya mendapatkan informasi bahwa para pengungsi di Karangkobar telah diperbolehkan pulang. Mereka kembali ke rumah masing-masing karena situasi dirasa sudah aman.

Yang masih menunggu keputusan adalah warga yang harus direlokasi ke tempat lain. Telah ditawarkan beberapa lokasi, namun warga keberatan karena lokasi tersebut jauh dari lahan pertanian mereka.

Banyak orang ingin memiliki rumah sebagai tempat tinggal yang tetap. Banyak orang telah mendapatkannya, entah rumah warisan orang tua atau rumah yang dibeli dengan hasil keringat sendiri. Mereka puas dengan rumahnya sendiri, sekalipun rumah tersebut berukuran kecil dan pekarangannya tidak begitu luas.

Dalam rumah itu, mereka bisa beristirahat dengan tenang dan melakukan banyak kegiatan dengan aman bersama dengan anggota keluarga. Tinggal dan menetap di rumah sendiri bisa menimbulkan rasa nyaman, aman, jauh dari kegelisahan atau kekuatiran.

Daud mengalami hal itu. Tuhan mengambilnya dari padang penggembalaan dan menjadikannya raja. Tuhan menyertainya dan mengalahkan musuh-musuhnya. Daud akhirnya menetap dalam sebuah rumah dan tinggal di sana dengan aman.

Para pengungsi dan kurban bencana merupakan sebagian dari sekian banyak orang yang tidak mempunyai rumah atau tempat tinggal tetap. Banyak orang yang masih tinggal di kolong jembatan, bantaran sungai, emperan toko, terminal dan stasiun. Banyak orang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Mereka harus selalu siap untuk mengungsi sewaktu banjir datang, ada penggusuran dan razia petugas, serta kebijakan penertiban.

Rasa nyaman dan aman terasa jauh dibandingkan dengan rasa kuatir dan gelisah. Sang Juruselamat pun dilahirkan dalam kondisi seperti ini. Jauh dari rumah yang tetap, lahir dalam perjalanan, terbaring dalam palungan. Rasa aman dan nyaman pun terusik oleh Herodes yang memburu-Nya.

Teman-teman selamat petang dan selamat menyambut Natal. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: