Embun Rohani Pagi dari Sanana, Maluku Utara: “Aku Telah Melihat Tuhan”

Ilustrasi: dooor23org

SELASA, 3 April 2018
Dalam Oktaf Paskah:
Bac I: Kis. 2: 36-41
Injil: Yoh. 20: 11-18


“Suci dan tulusnya cinta-Mu membersihkan aku dari lumuran noda dan dosa, maka sekarang aku membalas cinta-Mu dengan hatiku yang suci dan cintaku yang tak bertepi.”


Kematian-Mu, Tuhan, telah menggali lubang kesedihan dan kehilangan di hatiku, tetapi kebangkitan-Mu sedang menimbun lubang itu dengan sukacita dan kegembiraan.


Cinta selalu mendorong seseorang untuk berbuat apa saja terhadap orang yang dicintainya. Demikianlah yang dialami oleh Maria Magdalena yang hatinya hancur berkeping-keping karena kehilangan sosok yang lebih dulu menerima dan mencintainya apa adanya ketika ia masih berlumuran noda, dosa dan salah. Cinta Yesuslah yang mengangkat harkat dan martabatnya menjadi mulia dan terhormat.


Karena itu, Maria Magdalena tidak hanya berjalan melalui via dolorosa, tapi ia juga berdiri tegar di bawah kaki Salib Tuhan dan gurunya dengan linangan air mata. Cinta tulusnya tetap mendorongnya untuk datang lagi ke kubur itu, walaupun ia tahu dan sadar bahwa yang menantinya hanyalah sesosok mayat Tuhan yang tak bersuara, diam nan membisu. Tapi itulah cinta yang tak bertepi di dalam hati Maria Magdalena terhadap Yesus, Guru dan idolanya.


Cinta berbalas cinta. Cinta yang berbalut kesedihan terbalaskan dengan sukacita dari Dia yang dicintainya. Maria! Sebuah sapaan yang sudah biasa didengar selama bersama Sang Guru. Lanjut-Nya, “pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”


Dan ketika bertemu dengan para murid Yesus, Maria Magdalena pun berkata; “Aku telah melihat Tuhan.”


Saudara dan sahabatku,
Memang matamu tidak melihat Tuhan seperti Maria Magdalena, tetapi setiap tahun bahkan setiap saat Tuhan lewat Roh Kudus-Nya telah menghembuskan sukacita dan kegembiraan di tengah duka dan kecemasan hatimu; Ia memberi kekuatan dan harapan di kala engkau lemah dan kecewa; dan Ia memberi penghiburan di saat hatimu diliputi kesedihan.


Pagi ini kudatangi engkau dengan kata-kata dan salam Tuhan yang bangkit, “Salam bagimu … Jangan takut”


Kawan, Tuhan tak pernah membiarkan hatimu larut dan hanyut dalam kesedihan, kecemasan dan ketakutan. Ia akan selalu bersamamu, kini dan selama-lamanya. Pergilah dan katakan kepada semua orang pengalaman dicintai Tuhanmu.


Selamat beraktivitas di hari baru. Tuhan bersamamu selalu. Jangan takut.


Salam, doa dan berkat dari seorang sahabat untuk para sahabatnya (Romo Inno)


Romo Inno Ngutra Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Amboina; Sekretaris Uskup Dioses Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: