Embun Rohani Pagi dari Kota Sanana, Maluku Utara: Senin (2/4/18), Melawan “Hoax” Rohani

Ilustrasi: Hoax kabar bohong by Ist

DALAM Oktaf Paskah

Bacaan I: Kis 2: 14. 22–32Injil: Mat 28: 8-15

“Harusnya tentang iman dan Allah adalah berita gembira dan sukacita, bukan berita bohong, apalagi kecenderungan beberapa pemimpin agama sekarang rela menjual ayat-ayat suci demi kepopuleran dan  kelangsungan hidup mereka. Lebih celaka lagi, jika para pemimpin agama menggunakan ayat-ayat suci untuk membodohi dan merusak jiwa umatnya.”


Hoaks atau berita bohong, fitnah alias tipu-menipu mungkin setua umur manusia. Kecenderungan untuk menipu dilatarbelakangi oleh banyak hal dan efeknya merugikan banyak orang.


Kita membaca kutipan Injil hari ini,  “Dan sesudah berunding dengan kaum tua-tua, mereka mengambil keputusan, lalu memberikan sejumlah besar uang kepada para serdadu itu dan berkata, ‘Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam dan mencuri jenazah-Nya ketika kami sedang tidur.’ Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar di antara orang-orang Yahudi sampai sekarang ini.”


Dewasa ini pun,  kita berhadapan dengan banyak berita bohong, fitnah atau hoaks baik yang kita dengar langsung dari mulut orang atau pun lewat media. Banyak orang,  entah demi kepentingannya sendiri atau karena dibayar demi memperjuangkan kepentingan orang lain, mematikan suara hati nurani.  Mereka rela menyebarkan berita bohong tersebut demi memperlemah dan mempermalukan orang lain.


Bagaimana kita menghadapi dan melawan hoaks atau berita bohong, yang juga sedang merambah agama dan iman kita?


Ada beberapa langkah penting, yakni:

Membaca berita hoaks memang tak terelakan, tapi adalah bijak bila harus ada kemampuan analisis terhadap berita tersebut. Lebih tepatnya adalah lakukan tindakan cek dan cek ulang terhadap sebuah berita.Jangan hanya karena alasan karena dia adalah pemimpin agama, maka segala sesuatu diterima tanpa bertanya. Bila pemimpin agamamu banyak dikritik karena kata-kata dan ajarannya, maka itulah tanda bahwa pemimpinmu telah berbelot dari jalan iman yang sebenarnya. Kritisilah apa yang dikatakan atau diajarkan. Standarnya jelas, tentang Allah dan iman adalah berita gembira dan sukacita. Sebaliknya, jika ajarannya sudah mencela orang lain dan ada ajakan untuk berbuat jahat kepada orang lain maka pemimpin itu sudah tidak benar.Rasul Petrus memberikan jalan keluar untuk melawan hoaks atau berita bohong dalam bacaan yang pertama. “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah Saksi.” Tentang kebangkitan, Petrus tidak puas dengan berita yang disampaikan oleh perempuan-perempuan yang pergi ke kubur, tetapi ia sendiri juga berlari ke kubur dan menyaksikan kebenaran dari cerita perempuan-perempuan tersebut.

Di atas segalanya, jika Anda memiliki iman yang kuat, maka tidak mungkin Anda berbohong demi kepentinganmu atau kepentingan orang lain. Berjalanlah di jalan yang lurus dan katakanlah tentang kebenaran maka segalanya Tuhan akan sediakan bagimu.


Ingatlah akan sabda-Nya; “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”


Selamat beraktivitas di hari pertama setelah Paskah.


Salam, doa dan berkat dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.


Romo Inno Ngutra Pr

Imam diosesan (praja) Keuskupan Amboina; Sekretaris Uskup Dioses Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply