Embun Rohani Minggu Kerahiman Ilahi: Kerahiman Ilahi Mengalir Mengampuni dan Menyucikanmu

Ilustrasi: St. Faustina menerima Kerahiman Ilahi.

Bac. I: Kis. 4 : 32 – 35
Bac. II: Yoh. 5 : 1 – 6
Injil: Yoh. 20 : 19 – 31

Pengantar

Minggu II Paskah ini disebut juga Minggu Kerahiman Ilahi, yang ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000. Ini adalah permintaan Yesus kepada St. Faustina dalam pewahyuan pribadinya pada tangggal 22 Februari 1931.

Karena itu, saya meringkas kembali tulisan almarhum Romo A. Hari Kustono dalam katolisitas.org k untuk direnungkan:

1) Pesta Kerahiman pada hari Minggu Paskah II

Di dalam perwahyuan pribadi yang diterima  oleh Santa Faustina, Yesus bersabda: “Aku mau supaya ada Pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.”

2) Dunia membutuhkan Kerahiman Ilahi

Paus Yohanes Paulus II, yang sering disebut Paus Kerahiman, pada homili tanggal 17 Agustus 2002, menyatakan bahwa dunia di saat ini sangat membutuhkan Kerahiman Ilahi. Dunia sedang menderita oleh konflik berkepanjangan, kematian bagi orang-orang yang tak bersalah, kebencian dan dendam merajalela, martabat manusia tidak dihargai, budaya kematian menggerogoti pengaruh budaya kehidupan.

Semua itu tidak dapat dilepaskan dari kedosaan bangsa manusia. Kerahiman Ilahi dibutuhkan untuk menolong orang-orang yang menjadi korban dari keganasan kuasa dosa yang merasuk di hati banyak orang. Namun lebih dari itu semua kerahiman Ilahi amat dibutuhkan untuk mengubah pikiran dan hati manusia agar mengarahkan kembali orientasi hidupnya pada upaya menegakkan damai dan kasih di dalam kehidupan bersama.

3) Apa arti Kerahiman Ilahi

Dengan kerahiman-Nya, Allah melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, membawa kemana-mana. Seperti janin tidak dapat hidup dan berkembang tanpa rahim ibu, demikian pula manusia tidak akan dapat hidup tanpa kasih kerahiman dari Allah.

4) Kerahiman Allah mengundang kita berperan serta

Allah sangat mengasihi kita dan menginginkan kita menjadi gambar-Nya. Kerahiman Allah yang ditunjukkan secara tuntas dalam sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus tidak mematikan daya rohani manusia tetapi justru membangkitkannya. Korban Kristus di kayu salib membangkitkan daya Ilahi yang dianugerahkan kepada kita masing-masing. Darah Kristus yang tertumpah di kayu salib membasuh kita yang bergelimang dalam dosa agar menjadi anak-anak Allah yang suci.

Oleh karena itu devosi kerahiman Ilahi mengajak semua umat beriman untuk menghayati ABC Kerahiman, yaitu:

– A – Ask for His Mercy ,Mohon Belas Kasih Allah: Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa secara terus-menerus, menyesali dosa-dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk mencurahkan belas kasih-Nya atas kita dan atas dunia.

– B – Be Merciful, Berbelas Kasih kepada Sesama. Tuhan menghendaki kita menerima belas kasih-Nya dan membiarkan belas kasih Ilahi itu mengalir melalui kita kepada sesama. Tuhan menghendaki kita memperluas kasih serta pengampunan kepada sesama seperti yang Ia lakukan kepada kita.

– C – Completely Trust, Percaya Penuh kepada-Nya: Tuhan ingin kita tahu bahwa rahmat-rahmat belas kasih-Nya tergantung pada besarnya kepercayaan kita. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin berlimpah rahmat yang kita terima.

Diringkas kembali oleh Romo Inno Ngutra

Romo Inno Ngutra Pr Imam diosesan (praja) Keuskupan Amboina; Sekretaris Uskup Dioses Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply