Dua Imam Baru untuk Keuskupan Agung Palembang

Dua imam baru meniarap sebagai tanda kerendahan hati

PAGI itu, kira-kira waktu menunjukkan pukul 08:00 WIB. Parkiran sudah dipenuhi oleh mobil-mobil. Sementara itu, di samping kiri dan kanan pintu utama Gedung Kesenian Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dihias dengan dua rangkaian bunga yang saling mengapit.

Sekilas, suasana ini terlihat seperti tempat resepsi sepasang pengantin yang sedang berbahagia. Lebih dari itu, ternyata hari ini adalah hari bahagia bagi keluarga besar Keuskupan Agung Palembang.

“Hari ini, kita umat Keuskupan Agung Palembang menerima hadiah dari Tuhan,” kata Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang.

Selasa (15/7) lalu, dirayakan Perayaan Ekaristi Pentahbisan dua imam diocesan Keuskupan Agung Palembang, yaitu Fr. Diakon Titus Jatra Kelana dan Fr. Diakon Martinus Widianto.

Perayaan ini dipimpin oleh Mgr Aloysius Sudarso SCJ didampingi oleh RD Kristianto Pr dan RD Markus Samandi Pr dan lebih dari seratus imam lainnya. Mereka adalah imam diocesan dan imam-imam religius yang berkarya di Keuskupan Agung Palembang dan keuskupan-keuskupan lainnya.

Sekitar dua ribu umat Keuskupan Agung Palembang turut merayakan perayaan syukur ini.

Dalam homilinya, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ menegaskan bahwa tahbisan adalah perayaan iman.
“Ungkapan syukur yang besar atas anugerah Tuhan, yang diwujudkan dengan memilih putera-putra menjadi imam. Tuhan memilih mereka untuk menjadi pelayan-Nya, sekaligus menjadi lanjutan perwujudan misteri Kristus,” tandas Mgr Sudarso SCJ.

Imam Baru Memberikan Berkat Pertama

Berkat pertama: Dua imam praja baru untuk Keuskupan Agung Palembang memberikan berkat perdananya kepada sekalian umat di Baturaja, Sumsel. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Uskup Agung Palembang itu mengatakan bahwa seorang imam berperan untuk menghadirkan Tuhan Yesus Kristus melalui anugerah imamat-Nya.

Melalui Injil yang dibacakan, mengenai pokok anggur, Mgr. Sudarso SCJ mengingatkan agar imam yang ditahbiskan terus-menerus menjalin relasi dengan Tuhan. “Bersatu dengan pokok anggur, yang adalah Yesus sendiri. Menjadi orang kristiani pertama-tama harus mencangkokkan diri kepada ‘Yang Benar’. Yesus Kristus adalah satu-satunya pokok anggur yang mempersatukan kita semua dan seluruh dunia,” kata Mgr Sudarso SCJ.

Mgr Sudarso mengatakan, menjalin relasi dengan Kristus dapat ditempuh melalui hidup doa dan penyerahan diri kepada Gereja.

Monsinyur menasihati kedua imam baru untuk selalu memperjuangkan kedalaman hidup dalam Tuhan Yesus Kristus. Menurutnya, seorang imam harus menghadirkan Tuhan Yesus Kristus di tengah dunia.

Mgr Sudarso Mendoakan dua Imam Baru

Doa untuk imam baru: Bapak Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso SCJ mendaraskan doa pasca upacara tahbisan berupa penumpangan tangan ke atas kepala calon imam baru. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

“Agar orang-orang dapat melihat bahwa imam mewakili Kristus. Berpikir seperti Kristus berpikir. Bertindak seperti Kristus bertindak, dan merasa seperti Kristus merasa,” demikian nasihat Mgr. Sudarso SCJ.

Di akhir homilinya, Mgr Sudarso berterima kasih kepada orangtua tertahbis. Menurutnya, keluarga merupakan unit utama dalam pengembangan iman. Keluarga mengambil peranan besar dalam panggilan hidup seseorang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada umat atas cinta mereka kepada para imam.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: