Don’t Miss Going to Church (2)

(sambungan)Paulus sudah mengingatkan kita akan hal tersebut. “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik un…

(sambungan)

Paulus sudah mengingatkan kita akan hal tersebut. “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”(1 Timotius 4:7-8). It’s like a spiritual fitness, melatih agar kerohanian kita, jiwa dan roh kita, bisa tetap bugar, dan itu akan sangat besar manfaatnya baik bagi kehidupan kita sekarang maupun yang kekal nanti. Selain itu, ingatlah pula bahwa fellowship atau persekutuan akan membuat kita lebih kuat dalam menghadapi masalah. Anda akan punya teman-teman yang siap membantu, memberi masukan bahkan mengingatkan dan menegur apabila kita keliru dalam bertindak.

Tentu sangat baik apabila kita sudah rajin meluangkan waktu untuk bersekutu dengan intim dengan Tuhan lewat saat-saat teduh kita. Tapi penting pula untuk diingat bahwa Gereja adalah tempat dimana anggota-anggota keluarga Allah berkumpul menjadi satu keluarga dengan Yesus sebagai kepala, sedangkan kita adalah bagian dari tubuhNya. We are a part of the body of Christ. “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” (Efesus 1:22-23) Selanjutnya Paulus mengingatkan lagi: “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.” (2:19-21).

Kita adalah bagian tubuh Kristus, dimana Yesus adalah Kepala. Ini adalah suatu kesatuan luar biasa. Tidak ada manusia yang sanggup hidup sendiri. Alangkah indahnya jika kita mempunyai teman berbagi, saling mendoakan, saling mengingatkan dan saling menolong. Ketika kita sedang dalam kesusahan, saudara yang lain yang kebetulan sedang tidak mengalami kesusahan akan mengulurkan tangan, begitu pula sebaliknya. Hidup bersama dan saling menguatkan sebagai satu kesatuan sebagai tubuh Kristus. “Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.” (1 Korintus 12:20). Dan ingatlah bahwa Kristus sendiri akan hadir jika kita berkumpul dalam namaNya. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20).

Kemudian, kita juga bisa memiliki wadah dimana iman kita bisa bertumbuh. “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota-menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” (Efesus 4:14-16). Belajar dari ibu dalam renungan hari ini, mari kita sama-sama menyadari perlunya saling membangun dalam kasih, saling menguatkan, dengan Kristus bertahta sebagai kepala dari kita semua, sehingga kita bisa berkata seperti Daud : “Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

Saling membangun dalam kasih sebagai satu tubuh utuh yang tidak tercerai-berai

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply