Doa untuk Bumi Papua: Semoga Kami Tidak Dipisahkan dalam Doamu

neles tebay by kemenag ri

Pengantar Redaksi:

Siaran pers ini disuarakan oleh Pastor Neles Tebay Pr, imam diosesan Keuskupan Agung Jayapura sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur di Abepura dan Koordinator Jaringan Damai Papua. Seruan doa disampaikan demi terwujudnya suasana kondusif untuk kembali meretas damai dan semangat kebersamaan di Kabupaten Tolikara, Papua.

—————–

PERISTIWA Tolikara memunculkan banyak reaksi dan tanggapan dari seantero Nusantara. Kami menghargai semua tanggapan ini, karena hal ini memperlihatkan adanya perhatian dan simpati yang luar biasa terhadap kehidupan umat beragama di Tanah Papua. (Baca juga:  Ketua Jaringan Damai Papua Pastor Neles Tebay Pr: Budaya Papua tak Kenal Aksi Ganggu Tempat Ibadah)

Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak, maka kami mengharapkan kepada sesama anak bangsa di seluruh Nusantara:

  • Untuk mendoakan keselamatan dan perdamaian bagi semua penduduk di Kabupaten Tolikara dan di seluruh Tanah Papua. Janganlah pertentangkan kami di dalam doamu, dengan memohon kepada Allah perlindungan dan keselamatan bagi satu kelompok dan kutukan bagi kelompok yang lain. Semoga kami, masyarakat Papua, tidak dipisah-pisahkan dalam doamu. Biarlah kami senantiasa dipersatukan dalam doamu. Tidak ada pihak yang bergembira atas penderitaan sesama kami di Tolikara. Kami semua prihatin dan menyesali atas peristiwa ini. Maka doakanlah keselamatan dan perdamaian bagi kami semua yang hidup Bumi Cenderawasih ini.Untuk mendukung kami, masyarakat Papua, dalam kebersamaan, agar tetap mengarahkan seluruh perhatian kami pada satu titik atau visi yang sama yakni Papua Tanah Damai. Kami tahu bahwa perdamaian tidak akan tercipta sendiri. Perdamaian menuntut kerja cerdas dan keterlibatan dari semua pihak, baik secara individu maupun secara kolektif. Oleh sebab itu, doakan kami, agar kami selaku warga Papua senantiasa memelihara persekutuan dan persaudaraan yang sudah lama kami alami, serta dapat memperjuangkan perdamaian secara bersama melalui doa, dialog, dan kerja cerdas.

    Untuk mendukung pihak Kepolisian dan Komnas HAM melakukan investigasi di Tolikara untuk menemukan fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan tanggal 17 Juli 2015. Semoga investigasi ini dapat memperjelas, apakah mushola itu dibakar atau terbakar? Kalau dibakar, siapa pelakunya dan apa motivasi dan tujuan dari pembakaran terhadap mushola tersebut? Apa penyebab utama yang mendorong pembakaran kios dan rumah? Apa penyebab dari penembakan yang dilakukan terhadap warga sipil? Kebenaran informasi yang disampaikan POLRI dan Komnas HAM sangat penting dan berguna karena hanyalah informasi yang benar dapat membantu kami untuk melihat masalah secara jernih dan memperoleh pemahaman yang benar tentang peristiwa Tolikara. Hal ini pada gilirannya akan membantu kami untuk secara bersama membangun perdamaian yang diidamkan oleh setiap dan semua orang, bukan hanya di Tolikara tetapi di seluruh Tanah Papua.

Abepura, 21 Juli 2015

Kredit foto: Ilustrasi (Kemenag RI)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: