Doa Harus Berbuah

Ilustrasi: Doa by Beliefnet

ADA seorang umat yang pernah sharing kepada saya. Isinya, ia merasa bersyukur sebagai orang Katolik. Di saat menggadapi berbagai macam persoalan dalam hidupnya ia tidak pernah mengalami kesulitan untuk berdoa. Bapak itu merasa begitu banyak rumusan doa yang bisa ia temukan disaat ia mengalami kesulitan untuk menyusun kata-kata sendiri. Doa doa harian itu begitu mudah kita temukan di buku buku doa, entah itu  Padupan Kencana, Madah Bakti, Puji Syukur, atau buku buku yang berisi aneka macam doa.


Maka tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan bahwa berdoa itu sulit. Bisa jadi orang yang menganggap bahwa doa itu sulit karena harus membuat rumusan doa dengan kata-kata yang indah dan panjang.


Jangan rumit


Hari ini, Yesus mengingatkan kepada kita supaya tidak bertele-tele dalam berdoa. Doa Bapa Kami diajarkan oleh Yesus kepada kita. Doa yang komplit dan indah. Kita diajak untuk selalu mendoakan doa itu.


Diharapkan doa itu secara pelan pelan kita resapkan dalam hati. Janganlah cepat cepat mengakhiri doa itu dengan menutupnya dengan tanda salib; sebab hakikat dari doa adalah komunikasi dialogis dengan Tuhan. Jangan sampai kita berbicara begitu banyak dengan Tuhan; tetapi giliran Tuhan berbicara, doanya sudah kita tutup.


Kecuali interaksi dialogis, dalam doa itu sendiri diharapkan membawa buah. Doa harus berbuah secara kongkret dalam hidup sehari hari.


Buah doa adalah pengampunan


Marilah dalam masa prapaskah ini kita lebih banyak berdoa. Kalau kesulitan untuk membuat rumusan doa, gunakanlah rumusan rumusan doa yang ada dalam buku.


Semoga doa doa anda untuk hari ini dikabulkan oleh Tuhan.


Tuhan mengabulkan doa doa Anda. @dio


Romo Andrianus Maradiyo Pr

Imam diosesan KAS asal Paroki St. Stanislaus Girisonta, sekarang berpastoral di Paroki St. Perawan Maria Bunda Kristus Wedi – Klaten.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: