Diskriminasi? No Way!

Ayat bacaan: Roma 10:12
=======================
“Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.”

Dunia yang kita tempati ini adalah dunia yang penuh diskriminasi. Kalau kita bicara diskriminasi, mungkin pikiran akan segera melayang pada diskriminasi akibat perbedaan warna kulit. Memang, di banyak tempat yang masih dalam satu dunia yang sama, orang berkulit hitam mendapat batasan2 yang sangat parah. Saya pernah melihat seorang kulit gelap dipukuli beramai2 oleh gang kulit putih di luar negeri, dan saat itu saya buru2 pergi sebelum mereka melihat saya yang kulitnya juga tidak seputih salju. Slogan “white is right”, itu dipakai beberapa kelompok2 tetentu sebagai slogan superioritas mereka. Itu saja? Tidak. Itu baru satu bagian kecil dari contoh diskriminasi. Coba lihat, dalam dunia pekerjaan, diskriminasi bisa berlaku dalam banyak hal. Jika anda suku tertentu, atau bisa bahasa tertentu, maka gaji anda lebih tinggi daripada rekan kerja yang telah bekerja lebih lama sekalipun. Dalam pergaulan? setali tiga uang. Banyak orang yang hanya mau berteman dengan orang dari suku yang sama, agama yang sama, status atau kekayaan yang sama dan lain2. Malah lebih ekstrim lagi, banyak orang yang tidak mau berteman dengan orang dari Gereja yang berbeda, walaupun sama2 menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya. Kalau ada yang mengira di rumah orang bisa lepas dari bentuk diskriminasi, mereka salah. Di rumah sekalipun bentuk2 diskriminasi masih terjadi. Ada anak emas, jangan2 nanti ada pula “anak perak”, ada “anak perunggu”, bahkan anak yang tidak kebagian “medali”. Ada yang dipuji dari prestasi di sekolah, anak yang ganteng dan cantik, sementara yang kurang, kalau bisa jangan dilihat orang deh. Padahal kita masih bicara tentang anak2 yang berasal dari kandungan yang sama.

Is this the world we created? Jelas Tuhan tidak menginginkan bumi ini diisi oleh bentuk2 diskriminasi. Semua manusia sama2 berharga di mata Tuhan, dan diciptakanNya sesuai dengan gambar dan rupaNya sendiri. Air mata orang Kristen tidak lebih bening dari penganut agama lain, warna kulit tertentu tidak lebih baik dari yang lain, pendidikan lebih tinggi tidak serta merta membuat orang lebih bijaksana. Begitu juga dengan kekayaan, status dan lain2. Siapa kita, yang berhak menentukan tingkat2 strata dalam bermasyarakat, sementara Tuhan sendiri tidak membeda2kan? Tuhan itu adalah milik semua manusia, milik saya, milik anda, dan siapapun yang berseru pada Dia akan diselamatkan, tanpa terkecuali. Kita bisa mulai dari diri kita sendiri untuk membuat perbedaan dan menyingkirkan bentuk2 perbedaan dalam bentuk apapun, dan cepat atau lambat, dunia akan menjadi jauh lebih indah tanpa adanya diskriminasi lagi.

Kita semua manusia ciptaan Allah yang mulia dan berharga

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply