DALAM acara peresmian renovasi sejumlah fasilitas di Kampus Unika Atma Jaya, Dirjen DIKTI secara lugas menyampaikan pujiannya kepada universitas katolik yang terletak di jantung Ibukota ini.

Tata kelola bagus
Dirjen Dikti Depdiknas Prof. Djoko Santosa mengagumi perguruan-perguruan tinggi katolik yang pada umumnya punya tata kelola yang baik. Keberhasilan sebagian besar universitas katolik tampak dari penghargaan dan kepercayaan yang diberikan oleh berbagai pihak.

“Salah satu bukti pemerintah percaya kepada kualitas Unika Atma Jaya adalah dengan diberi mandat meningkatkan kualitas guru, termasuk pendidikan jarak jauh. Upaya yang dilakukan Atma Jaya di Papua menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab,” puji Dirjen DIKTI dalam sambutannya.

“UAJ juga melakukan terobosan yang menarik; baru kali ini ada PTS yang meresmikan museum anatomi,” begitu apresiasi Dirjen DIKTI, “ini sejalan dengan UU No.12 Tahun 2012; sumber belajar itu meliputi perpustakaan, pendidikan, dan museum. Maka sangat layak UAJ memperoleh berbagai penghargaan sebagai salah satu universitas unggulan di Indonesia.”

Jadilah kacamata yang pas
Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo dalam sambutannya selaku Pelindung dan Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada segenap karyawan yang telah bekerja keras mengembangan Unika Atma Jaya. Selaku Uskup Agung Jakarta, ia juga menyatakan apresiasi atas pelayanan Atma Jaya dalam bidang pendidikan.

Atmajaya perpustakaan resmi

Peresmian fasilitas baru: Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo memberi tanda simbolis dengan menandatangani prasasti peresmian fasilitas baru di lingkungan Unika Atma Jaya Jakarta. (Sesawi.Net/Royani Lim)

 

Mgr. Suharyo menceritakan tentang Rabindranath Tagore yang sebagai anak terlahir miskin dan kurang gizi sehingga menderita masalah dengan penglihatannya. Tetapi karena dialami sejak kecil, dia mengira hal itu wajar adanya. Sampai suatu hari ketika bermain dengan kacamata temannya, tiba-tiba dia menyadari bahwa dunia itu tidak kabur dan buram. Dengan kacamata yang pas, dunia menjadi terang dan tajam.

“Jadilah kacamata yang pas untuk para mahasiswa,” demikian pesan Mgr. Suharyo menutupi sambutan singkatnya.

Atmajaya Perpustakaan 3

Penghargaan: Ppda kesempatan sama diberikan tanda simbolis penghargaan berupa nasi tumpeng kepada tiga mahasiswa-mahasiswi berprestasi. (Sesawi.Net/Royani Lim)

Selanjutnya diadakan penandatanganan prasasti peresmian fasilitas-fasilitas baru tersebut. Kemudian pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Mgr. Suharyo  diberikan kepada tiga mahasiswa berprestasi dari jurusan berbeda. Kemudian para undangan diajak berkeliling ke perpustakaan pusat dan ke Gedung Yustinus Lantai 13. Sebelum memasuki ruangan, diadakan pengguntingan pita sebagai simbolis pembukaan fasilitas tersebut untuk digunakan bagi civitas academica Atma Jaya.

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.