TUHAN menghendaki agar setiap orang beriman menjauhkan diri dari segala perbuatan dosa dan hidup taat di bawah pimpinanNya, sehingga tidak menjadi batu sandungan bagi orang di sekitarnya.

Selain terus menerus berelasi denganNya, diperlukan kehendak yang kuat dan pengendalian diri yang luar biasa untuk menaklukkan hawa nafsu agar kita dapat menjaga kekudusan yang telah kita terima saat kita dibaptis. Dengan demikian sepahit apapun pengalaman hidup kita dan seberapa pun besarnya godaan duniawi, kita tetap teguh dalam iman, berharap penuh kepadaNya dan setia mengasihiNya.

Mari senantiasa bersatu denganNya agar kita dimampukan untuk menjadi garam sejati, yang memberikan dampak positif kepada setiap orang yang kita jumpai. Jadilah pembawa damai, pembangkit iman yang lesu dan penuntun yang tersesat di mana pun kita berada, sehingga lewat kesaksian hidup kita, kita dapat menggerakkan hati banyak orang untuk kembali dekat kepadaNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.