Dinkes Papua Bakal Kontrak 500 Tenaga Kesehatan

dokterDinas Kesehatan Provinsi Papua berencana mengontrak 500 tenaga kesehatan pada 2015 mendatang, kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai. “Kebanyakan tenaga kontrak dari mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat Univesitas Cenderawasih Jayapura, Papua. Para tenaga itu lebih memperhatikan perilaku hidup sehat bagi setiap rumah masyarakat yang ada di kampung-kampung,” kata drg Aloysius Giyai di Jayapura seperti […]

dokter

Dinas Kesehatan Provinsi Papua berencana mengontrak 500 tenaga kesehatan pada 2015 mendatang, kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai.

“Kebanyakan tenaga kontrak dari mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat Univesitas Cenderawasih Jayapura, Papua. Para tenaga itu lebih memperhatikan perilaku hidup sehat bagi setiap rumah masyarakat yang ada di kampung-kampung,” kata drg Aloysius Giyai di Jayapura seperti dikutip dari Antara, Senin.

Aloysius mengatakan, pihaknya berencana jumlah total tenaga kesehatan yang akan direkrut sebanyak 500 orang. Selain mahasiswa yang direkrut, tenaga lain adalah tenaga bidan, perawat tapi lebih banyak tenaga sanitasi, gizi, epidemolog, analis dan tenaga kesehatan ibu dan anak.

Mantan kepala Puskesmas Koya itu mengatakan, Dinas Kesehatan Papua akan melibatkan Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) dalam perekrutan. “Dinas kesehatan akan bekerja sama dengan UP2KP,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan terhadap kinerja dari ratusan tenaga itu akan dilakukan oleh UP2KP. “Kita kasih kepercayaan sepenuhnya ke UP2KP,” ujarnya.

Mantan direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abepura itu mengatakan, perekrutan direncanakan berlangsung pada 2015. “Dinas Kesehatan yang akan rekrut,” ujarnya.

Dia mengatakan, honor untuk para tenaga yang direkrut akan dipikirkan setelah perekrutan. “Kami rencana akan lobi ke Pemerintah Provinsi Papua untuk membantu membiayai sebagian honor,” ujarnya.

Ia menambahkan, mulai tahun ini paradigma kesehatan di Papua diubah. Tahun sebelumnya, penanganan kesehatan lebih diarahkan pada fungsi kuratif dan rehabilitatif yaitu pengobatan dan perbaikan.

Tahun ini, dengan adanya program terobosan dari gubernur Papua Lukas Enembe dimana dana otsus diarahkan pada masyarakat maka pelayanan kesehatan yang dilakukan lebih pada pelayanan dasar yakni di Pustu, Polindes dan Puskesmas.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply