Dilimpahi Berkat Untuk…? (2)

(sambungan)Dalam kekristenan, mengasihi dan menolong orang lain dalam kekristenan tidak boleh pandang bulu dan pilih-pilih. “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lem…

(sambungan)

Dalam kekristenan, mengasihi dan menolong orang lain dalam kekristenan tidak boleh pandang bulu dan pilih-pilih. “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kisah Para Rasul 20:35). Siapapun yang tengah lemah ditimpa kesulitan wajib kita bantu. Dan semua orang percaya harus bisa sampai kepada sebuah kesimpulan bahwa rasa bahagia akan jauh lebih terasa saat kita memberi ketimbang saat menerima. Perhatikan, semakin dalam kita masuk ke dalam hadiratNya, semakin dekat kita pada Tuhan, maka cara kita memandang kebahagiaan pun dengan sendirinya berubah. Jika dulu kita berbahagia ketika kita diberi, maka kini kita akan jauh lebih berbahagia ketika bisa memberi kepada orang lain. Kita bisa merasa sangat bahagia ketika berkesempatan menolong meringankan beban orang lain, yang dilakukan bukan karena pamrih apa-apa tapi semata-mata karena belas kasih. Kita memperoleh berkat adalah agar kita bisa memberkati orang lain lewat segala yang kita miliki.

Pertanyaan selanjutnya: Akankah kita rugi, bangkrut atau jatuh miskin bila kita banyak memberi? Banyak orang mengira demikian. Memberi itu bagi mereka seolah sama dengan menghamburkan. Padahal kalau kita memberi dengan hati yang tulus semata-mata karena mengasihi Tuhan dan sesama, Tuhan sudah mengatakan kita tidak akan menjadi berkekuangan, malah akan semakin banyak lagi menerima berkat. Firman Tuhan dengan jelas menyatakan hal itu:  “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” (Amsal 11:24). Selain Firman Tuhan berkata demikian, ada banyak sekali orang yang bisa memberi kesaksian atau bukti tentang itu lewat pengalaman hidupnya sendiri, termasuk saya. Pelit, tamak, serakah, egois dan sejenisnya tidak akan pernah membawa hasil apa-apa selain kerugian buat diri kita sendiri. Kita tidak perlu takut kekurangan karena semua itu sesungguhnya berasal dari Tuhan dan bukan dari dunia seperti yang dipikir banyak orang.

Kembali kepada ilustrasi awal tentang gelas yang dituang air terus menerus hingga melimpah, anda bisa lihat bahwa untuk bisa membasahi area diluar gelas, maka terlebih dahulu tentu gelas harus penuh. Kalau tidak penuh maka tidak ada yang mengalir keluar bukan? Seperti itu pula prinsip Tuhan memberkati kita. Tuhan tidak akan mempersulit kita ketika kita rindu untuk memberi. Kalau kerinduan itu didasari hati yang tulus dan penuh belas kasih, Tuhan tidak akan pernah mau menahan curahan berkatNya hingga berkelimpahan. Kita akan Dia penuhi terlebih dahulu agar kita bisa menjadi saluran berkatNya. Dalam banyak kesempatan Tuhan sudah berkata bahwa apa yang ingin Dia berikan bukanlah sesuatu yang secukupnya/ala kadarnya atau biasa, tetapi sesuatu yang berlimpah-limpah misalnya dalam 2 Korintus 9:6-8. Tapi jangan lupa bahwa itu bukan untuk dihabiskan dengan berfoya-foya untuk memenuhi keinginan-keinginan daging, tetapi hendaklah dipakai sesuai panggilan kita yaitu untuk memberkati sesama.

Kita harus tahu untuk apa Tuhan memberkati kita, kita harus memiliki kerinduan untuk melakukannya. Kita harus sadar bahwa berkat hanya bisa dimiliki dengan usaha yang jujur, serius dan dibarengi dengan kedekatan dengan Tuhan, hidup kudus dan seturut kehendakNya, lalu selanjutnya mengetahui untuk apa berkat Dia limpahkan. Jadi hiduplah seperti keinginan Tuhan, berusahalah sungguh-sungguh dengan jujur, dan ketika Tuhan memberkati anda, pergunakanlah itu untuk memberkati sesama. Mulailah memberi, maka Tuhan akan terus mencurahkan berkatNya memenuhi lumbung agar anda bisa memberkati lebih dan lebih lagi.

Kita diberi untuk memberi, kita diberkati untuk memberkati

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply