Diampuni dan Disucikan

Ayat bacaan: 1 Yohanes 1:9
======================
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

diampuni dan disucikan

Belum lama ini sebuah sabun cuci atau deterjen bermerek terkenal meluncurkan inovasi terbarunya yaitu mengklaim mampu membersihkan noda-noda membandel yang melengket pada baju kotor hanya dalam sekali kucek. Mereka bahkan membuat demonstrasi akan hal itu di banyak supermarket dan juga di televisi. Tidak ada orang yang mau memakai baju kotor, tetapi dalam melakukan pekerjaan, bermain dan sebagainya ada kalanya baju kita menjadi penuh noda dan bercak. Tersemprot lumpur di jalan ketika hujan misalnya, terkena kuah makanan dan sebagainya. Baju itu tentu akan kita cuci terlebih dahulu hingga noda-nodanya hilang sebelum dipakai kembali. Apabila noda itu menempel akan sulit bagi kita untuk menghilangkan semuanya dan membuat baju kita kembali seperti baru. Produsen mengetahui hal itu. Itulah sebabnya berbagai produk deterjen akan terus berlomba-lomba membuat inovasi yang mampu membersihkan dengan cara yang paling mudah, hemat dan cepat.

Mengapa saya mulai dengan ilustrasi di atas? Sebelum kita sampai kepada firman Tuhan hari ini, mari kita lihat apa yang ditanyakan oleh seorang teman pada suatu kali ketika mendengar ayat berikut: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Ayat ini sudah tidak asing lagi bagi kita, dan jelas mengambarkan bahwa ada kesempatan yang diberikan kepada kita untuk memulai sebuah hidup baru ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. We are considered as “a new creation”, a fresh one. Itu artinya dosa-dosa kita sudah dihapuskan, kita sudah dilepaskan dari berbagai ikatan-ikatan yang membelenggu kita selama ini. Kita telah menerima tebusan atas dosa-dosa kita di masa lalu, dan kemudian menerima kebenaran dan keselamatan sebagai anugerah yang berasal dari Tuhan. We are transformed into a new person, dan itu memungkinkan kita untuk menjaga agar apa yang sudah bersih jangan sampai menjadi kotor kembali. Harusnya demikian. Tetapi kita sebagai manusia seringkali lemah sehingga ada kalanya kita kembali terjerumus untuk berbuat dosa demi dosa. Jika saya ibaratkan diri kita seperti baju, maka baju yang sudah bersih akan kembali kotor apabila banyak noda yang hinggap di atas baju kita. Ada yang mudah dibersihkan, ada pula yang membandel. Demikian pula dosa-dosa itu akan membuat kita kembali kotor meski ketika kita sudah menjadi orang percaya. Pertanyaaan teman saya berhubungan dengan hal ini: bagaimana dengan dosa-dosa yang kita lakukan setelah kita menjadi orang Kristen? Apakah Tuhan tetap menyediakan pengampunannya? Jelas, Tuhan tetap membuka pintu kesempatan selebar-lebarnya kepada siapapun untuk berbalik dari jalan-jalan yang salah dan kembali kepada jalan kebenaran yang mengarah kepada keselamatan. Itu termasuk bagi orang yang belum menerima Kristus maupun yang sudah.

Mari kita lihat kitab 1 Yohanes. Kitab ini dipercaya sebagai hasil tulisan Yohanes sendiri yang kita tidak tahu pasti ditujukan untuk siapa tau jemaat mana. Namun yang pasti, surat tulisan Yohanes ini ditujukan untuk orang-orang percaya, dan bukan kepada orang-orang berdosa. Dengan kata lain, surat ini dituliskan secara khusus untuk orang-orang Kristen. Yohanes tahu bahwa setelah kita bertobat, selalu saja ada godaan yang berpotensi membawa kita kembali masuk ke dalam dosa, kembali melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang seharusnya sudah kita tinggalkan ketika kita ditransformasikan menjadi ciptaan yang baru. Apa yang akan diperbuat Tuhan kepada para orang percaya yang terpeleset kembali ke dalam dosa? Tuhan mengatakan demikian: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9). Tuhan akan melakukan:
1. mengampuni dosa kita
2. menyucikan kita
Kedua hal ini akan segera Dia berikan apabila kita mengakui dosa kita. Puji Tuhan, Dia adil dan setia, sehingga pintu kemaafan masih Dia bentangkan lebar-lebar terhadap anak-anakNya yang kembali tersesat.

Yohanes melanjutkan hal ini dalam pasal berikutnya. Ia mengatakan “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (1 Yohanes 2:1-2). Sebagai ciptaan baru seharusnya kita tidak lagi berbuat dosa. Tetapi kalaupun kita kembali terjebak, ingatlah bahwa kita punya Kristus yang akan bertindak sebagai perantara atau pembela buat kita di hadapan Allah. Ini janji Tuhan yang dihadirkan lewat Yohanes dan ditujukan buat kita, orang-orang percaya.

Ketika kita kembali berbuat dosa artinya kita kembali hidup dalam penghukuman. Arah jalan pun berbelok menuju jurang kebinasaan. Tetapi Tuhan siap mengampuni, tidak lagi mengingat-ingat pelanggaran kita apabila kita mengakui dosa kita di hadapanNya. Bukan hanya itu, diri kita pun akan dibersihkan atau disucikan kembali.

Dalam kitab Yesaya kita bisa membaca janji Tuhan yang berhubungan erat dengan topik hari ini. “Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18). Tuhan siap mengembalikan diri kita yang telah ternoda untuk kembali putih mengkilap seperti baru.

Kebenaran akan kembali muncul setelah kita disucikan dari ketidakbenaran.Sebagai ciptaan baru kita seharusnya meninggalkan masa lalu kita yang penuh dosa dan menatap ke depan untuk menuai janji-janji Tuhan. Namun dalam prakteknya di kehidupan kita, ada kalanya kita kembali terjebak dan berbuat dosa. Apabila itu yang terjadi, ingatlah bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kita orang yang sudah percaya untuk mengakui dosa mereka di hadapan Tuhan. Jika itu kita lakukan, maka Tuhan sendiri yang akan mengambil langkah: mengampuni dan menyucikan. Dan itu bisa kita peroleh apabila kita mengakui dengan jujur atas segala dosa yang kita perbuat. Malam ini marilah datang kepadaNya dan mengakui semua dosa yang sudah kita lakukan. Tidak peduli sekotor apapun anda saat ini, jangan pernah lupakan bahwa Yesus sungguh menyertai anda.

Mengakui dosa adalah awal dari pemulihan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: