Diam, Bicara, Lalu Sembuh

silence is golden“Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, ‘Anak Daud, kasihanilah aku!’” (Luk 18, 39) SEORANG  guru jengkel, karena para siswa tidak memperhatikan materi yang diajarkan. Para siswa malahan ngobrol sendiri, saat dia memberikan penjelasan. Saat ditegur, mereka diam. Sesaat kemudian mereka mula ngomong lagi. Akhirnya guru […]

silence is golden

“Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, ‘Anak Daud, kasihanilah aku!’” (Luk 18, 39)

SEORANG  guru jengkel, karena para siswa tidak memperhatikan materi yang diajarkan. Para siswa malahan ngobrol sendiri, saat dia memberikan penjelasan. Saat ditegur, mereka diam. Sesaat kemudian mereka mula ngomong lagi. Akhirnya guru tersebut berhenti mengajar dan minta agar siswa yang mau omong maju ke depan kelas. Ternyata tidak satu pun siswa yang maju.

Hidup bersama memang sering aneh. Orang disuruh diam, malahan omong terus; ketika disuruh omong, malahan diam. Setiap orang memang mempunyai hak untuk berbicara atau tidak berbicara. Seseorang bisa diam dan tidak berbicara dengan berbagai alasan.

Ada orang yang diam karena tidak bisa berbicara sejak lahirnya. Ada orang yang diam karena sifat atau pembawaannya. Ada orang yang diam karena disuruh atau diperintah orang lain dengan berbagai alasan.

Dalam hal ini diam-nya seseorang juga berarti pembungkaman oleh orang lain, seperti yang dialami oleh Bartimeus. Selalu saja ada orang yang merasa terganggu, kalau orang lain berbicara, berseru atau berteriak tentang sesuatu hal. Ada orang yang diam karena dia memang membutuhkan waktu untuk tenang dan hening.

Di tengah hiruk pikuknya kehidupan manusia zaman ini, banyak orang yang haus akan keheningan. Mereka berusaha menemukan suasana hidup yang tenang dengan pergi ke luar kota, ke pegunungan, ke rumah retret atau tempat sepi lainnya. Mereka membutuhkan waktu khusus untuk menarik diri dari berbagai macam aktivitas yang padat; untuk mengendapkan berbagai pengalaman hidup yang beraneka ragam; untuk menimba kesegaran rohani; untuk menemukan rencana dan kehendak Allah atas kehidupan setiap pribadi.

Banyak orang bisa berdiam diri, menikmati kesunyian dan keheningan atau suasana yang sepi. Namun demikian, banyak juga orang yang tidak bisa berdiam diri dan cenderung omong tanpa henti. Banyak orang takut berhadapan dengan suasana sepi, sunyi dan hening.

Kesunyian dan kesepian bisa terasa menyesakkan dan menakutkan, sehingga banyak orang melarikan diri pada tombol gadget; banyak orang menyumbat telinganya dengan berbagai jenis headset untuk mendengarkan musik atau lagu.

Bartimeus tahu, kapan dia harus diam dan kapan dia harus berbicara dan berteriak. Bartimeus tidak membiarkan Yesus berlalu begitu saja. Ia berbicara, berseru dan berteriak. Komunikasi antara Bartimeus dengan Yesus mendatangkan berkat dan kesembuhan.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply